
Eliana yang mendengar kabar kepulangan Raja Gerald dari para dayang, langsung antusias untuk kembali ke kamarnya.
“Emmm, ciyee, yang calon suaminya pulang,” ujar Putri Estelle menggoda Eliana ketika gadis itu terburu-buru untuk keluar dari kamar Ratu Allura.
Langkah Eliana terhenti sejenak lalu menoleh ke arah putri Estelle. “Tidak terlalu spesial, aku hanya ingin menuntut pertanggung jawabannya,” sanggah Eliana untuk menutupi rasa salah tingkahnya.
“Dia pasti akan sangat senang. Katakanlah!” Putri Estelle tersenyum pada Eliana.
“Hmmm, semoga saja,” harap Eliana.
Gadis itu pun langsung menuju ke arah pintu, kemudian dayang membuka pintu tersebut untuk Eliana. “Terima kasih,” ucapnya.
Eliana sebenarnya sangat senang dengan kedatangan Raja Gerald. Namun ada rasa khawatir juga dalam hatinya. Ia benar-benar kebingungan menyampaikan apa yang menjadi pesan dokter Arabelle padanya tadi. Seandainya Yang Mulia tadi ada ketika pemeriksaan berlangsung, niscaya ia tidak perlu menyampaikan hasil pemeriksaannya sendiri.
Ia pun masuk ke kamarnya sendiri, namun ia tidak menemukan Raja Gerald di tempatnya. “Katanya Yang Mulia menunggu di sini? Sedang ada di mana dia?” ucap Eliana, di kamarnya hanya ada Bayi Kevin yang sedang tertidur pulas di atas kasurnya.
__ADS_1
Eliana pun menghampiri bayinya itu dan mengamatinya.
“Dari mana saja?” Suara seorang pria yang baru saja keluar dari kamar mandi membuat Eliana menoleh.
“Yang Mulia, anda sudah datang?” tanyanya.
“Kau pikir yang ada di depanmu ini adalah hantu?” jawab Raja Gerald agak ketus.
Eliana memonyongkan bibirnya. Ia sebenarnya agak terganggu dengan kondisi Raja Gerald yang masih terlilit handuk, namun Eliana mencoba untuk terlihat biasa saja, walau tak dapat dipungkiri jika sangat terganggu dengan penampakan shirtless di hadapannya.
“Tapi, aku masih belum banyak belajar tentang kerajaan ini,” timpal Eliana.
“Setiap ada waktu luang, belajarlah. Aku juga hanya akan melibatkanmu pada hal-hal yang sekiranya kau bisa atasi. Dan jika sudah tiba waktunya nanti, kau harus benar-benar mengatasi setiap permasalahan yang seharusnya diatasi oleh seorang Ratu,” ujar sang Raja. “Ibu suri pasti membantumu!” tambahnya.
“Baik, Yang Mulia.”
__ADS_1
“Aku pikir kalau untuk cara berpakaian dan tata krama, kau sudah terlihat cukup paham. Tapi selain itu, Eliana, kau mulai sekarang juga harus mengurusi permasalahan domestik istana. Memang bukan kewajibanmu menyelesaikannya, melainkan oleh dayang, pelayan, dan pengawal. Itu artinya, kau harus belajar untuk meng-handle mereka, agar mereka menyelesaikan pekerjaan domestik istana dengan baik. Kau paham?” tanya Raja Gerald dengan tegas namun nada suaranya terdengar lembut.
“Saya paham, Yang Mulia.”
“Sekarang, aku mau istirahat dulu. Nanti malam, kita bangun lagi untuk berangkat!”
“Silakan, Yang Mulia.”
Raja Gerald menuju ke atas ranjang Eliana, sementara Eliana diam di tempat. Sang Raja melabuhkan kepalanya di atas tangannya sendiri dan bersandar pada headboard. Dan ia juga melihat Eliana yang masih terdiam di tempatnya.
“Hei, sedang apa kau di sana?” tanya sang Raja.
“Ah, eemm.” Sebenarnya Eliana hanya merasa canggung. Ia sengaja berdiri untuk menunggu Sang Raja tertidur, setelah itu ia akan mengendap-endap pergi lagi.
“Kemarilah!”
__ADS_1