Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Kalian Harus Menikah


__ADS_3

"Yang Mulia, silakan masuk," sambut Antony begitu melihat sang Raja datang kembali ke ruang kerja utamanya.


"Terima kasih," balas Gerald.


Antony menarik kursi untuk Raja Gerald dan sang Raja pun langsung mendudukinya. Dari ruang kerja utamanya, Sang Raja dapat melihat ke arah halaman yang sangat luas di tengah-tengah kastil dan di depan halaman itu terdapat taman bunga yang sangat indah. Tempat Eliana melihat bunga Lily Casablanca waktu ia pertama kali datang.


"Yang Mulia, Putri Estelle dari kerajaan Noirland sedang dalam perjalanan ke Raisilian." Antony berucap tepat setelah Gerald menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


"Ada keperluan apa?" tanya Gerald dingin.


"Dia datang atas kiriman dari ayahnya, Baginda Raja Noirland. Sebagai permintaan maaf, atas batalnya kunjungan kerajaan kemarin. Sampai saat ini, Baginda Raja Noirland masih sibuk mengurusi beberapa masalah yang diakibatkan oleh bencana kemarin, sehingga beliau mengirimkan Yang Mulia Putri Estelle sebagai penggantinya," jawab Antony.


Raja Gerald berdecak, hal itu membuat Antony agak mundur beberapa langkah. Ia tahu didatangi putri kerajaan Noirland akan sangat merepotkan bagi Raja Gerald, karena menurut rumor Putri Estelle dari Noirland memiliki sifat kekanakan dan sangat manja.


"Bagaimana dia bisa menggantikan peran ayahnya untuk datang kemari? Aku ingin bertemu dengan Raja Noirland untuk membicarakan pasal kerja sama perdagangan dan membahasa beberapa hal terkait pertambangan. Jika yang datang seorang putri yang manja, mana bisa aku menyelesaikan projek kerja sama ini dalam waktu yang cepat?" keluh Raja Gerald.

__ADS_1


Antony menghela dan mengembuskan napas. Ia sangat mengerti kekhawatiran Rajanya. Bahkan ia pun memikirkan hal yang sama. Pertemuan ini membicarakan kerja sama, jika Yang Mulia Raja Noirland mengirimkan putrinya yang sama sekali tak mengerti urusan pemerintahan, maka itu bukan solusi sama sekali.


"Lebih baik tidak ada yang berkunjung dari kerajaan Noirland sama sekali," ungkap Raja Gerald.


Antony hanya menyunggingkan sedikit senyumnya.


"Apa ibu sudah mengetahui hal ini?" tanya Gerald.


Antony mengangguk, "Ibu suri sudah mengetahuinya, Yang Mulia."


"Kalau begitu, biarkan ibu saja yang menyambut kedatangannya," ujar Sang Raja.


Lalu seorang pelayan datang menghadap dan mengatakan sesuatu pada Antony. Pria tua penasihat Raja itu pun mengangguk dan sang pelayan pun pergi.


Antony menghadap Rajanya dan berkata, "Sudah waktunya makan siang, Yang Mulia, semua sudah disiapkan."

__ADS_1


Raja Gerald pun berdiri. "Jangan lupa kau periksa juga makanan untuk Eli!" pesannya.


"Baik, Yang Mulia."


Sementara itu di kamar Yang Mulia Raja, terdapat Eliana dan bayi Kevin ditambah satu orang dayang yang menemaninya.


Eliana menyusui Kevin menggunakan SNS kembali. Sang dokter berpesan agar Eliana tidak lagi memberi susu melalui botol susu, hal ini bertujuan agar pa yu da ra Eliana, terangsang melalui isapan-isapan bayi.


"Odeth, bisakah kau memberi pijatan untukku. Konselor bilang, aku harus diberi pijat oksitosin setiap tiga jam sekali. Memang Raja menyanggupi untuk memijatku, tapi ... bisa kau bayangkan betapa malunya aku jika harus dipijat oleh Yang Mulia?" Eliana meminta bantuan Odeth -sang dayang.


"Apa ... Yang Mulia Raja bersedia memijat anda, Nona?" tanya Odeth sambil menganga tak percaya.


"Ya ... dia memijat punggungku. Dan juga ... memijat pa yu da raku ...," jawab Eli agak malu-malu dan sangat polos.


"Tidak bisa dibiarkan!" Odeth menutup mulutnya, maklum dia adalah wanita paruh baya yang sampai kini belum merasakan sentuhan lelaki sama sekali.

__ADS_1


"Kenapa memangnya?"


"Kalian harus menikah! Ini tidak bisa dibiarkan, kenapa anda diam saja saat Raja menyentuh anda? Kalian harus menikah!"


__ADS_2