Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Pembagian Wilayah Kekuasaan


__ADS_3

Makan siang para anggota keluarga kerajaan berjalan dengan baik. Namun bagi sang pangeran, makan bersama itu terasa sangat cepat, bahkan terlalu cepat. Hal itu karena ia sangat menikmati acara makan siang sambil memandangi wajah putri Estelle.


Sementara itu berbanding terbalik dengan putri Estelle yang merasakan acara makan siang kali ini terlalu lama, sangat lama. Sampai-sampai semua makanan terasa keras dan terlalu sulit ia kunyah. Bukan apa-apa, siapa pun akan merasa risih dan ingin segera menyelesaikan makanannya jika ia dipandangi terus-menerus.


Kenapa ia melihatku seperti itu?


Makanan yang ia tusuk dan ia iris-iris sebagai pelampiasan, rasanya tak bisa segera mengakhiri situasi tak nyaman yang saat itu sedang ia hadapi. Satu-satunya cara hanyalah dengan ia segera menyelesaikan makanannya, dan kabur dari tatapan buaya buas yang ingin menerkam itu.


"Bagaimana? Kau tadi menyukai makananmu?" tanya ibu suri begitu dirinya dan sang putri masuk ke ruangan pribadinya, setelah mereka menyelesaikan makan siangnya dan pangeran Arshlan telah pamit dari istana.


"Emm ... ya, aku selalu menyukainya," jawab sang putri seadanya. "Apa yang ingin nenek bicarakan padaku?"


Ibu suri menghela napas sejenak. "Ini terkait pernikahanmu dengan pangeran Yorksland dan pemimpin selanjutnya kerajaan ini."


Mendengar kata pernikahan dengan pangeran Yorksland, tangan sang putri jadi berkeringat. Namun ia diam saja tak menimpali perkataan neneknya agar sang nenek melanjutkan bicara.

__ADS_1


"Sebentar lagi, ratu Maria akan datang. Nenek akan meminta pernikahan kalian dipercepat. Semoga tidak ada halangan untuk rencana ini. Noirland telah banyak berhutang pada pangeran Arshlan, sehingga kau harus berperilaku padanya sebagai calon istrinya."


"B-baik, Nek."


"Setelah kalian menikah, tentu nenek akan sendirian di sini ...."


"Aku tidak akan pergi meninggalkanmu, Nek."


"Diamlah, aku belum selesai bicara!"


"Ketika kau tinggal di Yorksland nanti, kekuasaan di Noirland tidak ada yang memegang. Ini juga sudah menjadi wasiat ibumu padaku, dan aku pikir wasiatnya ada benarnya. Yaitu, kita akan membagi wilayah kekuasaan Noirland ini menjadi empat wilayah kekuasaan."


Putri Estelle masih memperhatikan dengan seksama.


"Satu bagian untuk menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Yorksland, ini sebagai bentuk balas budi pangeran Arshlan yang telah berkali-kali membantu kerajaan kita. Lalu tiga bagian wilayah kekuasaan lainnya, menjadi bagian dari Raisilian, ini sebagai bentuk warisan pada Ratu Eliana. Karena bagaimanapun, dia adalah cucuku dari putri mahkota, jadi ... dia adalah putri mahkota yang sesungguhnya. Aku harap kau bisa mengerti."

__ADS_1


Sang putri tersenyum mengangguk. "Aku paham, Nek. Ratu Eliana memang lebih berhak atas tahta kerajaan ini. Lagipula, aku sangat mengenal raja Gerald, dia akan memimpin kerajaan ini menjadi lebih baik."


"Aku senang jika kau setuju," ujar sang ibu suri terlihat lega.


"Jadi, ada lagi yang ingin nenek katakan?"


"Emm ... tidak. Tapi mungkin, kita perlu bersiap. Karena dua hari lagi pangeran Arshlan dan keluarganya akan datang."


"Apa? Dua hari lagi? Secepat itukah?"


Sang ibu suri hanya tersenyum melihat cucunya yang sebentar lagi akan dipersunting oleh orang lain.


"Kembalilah ke kamarmu! Calon ratu Yorksland harus banyak istirahat!" titah sang nenek.


Wajah putri Estelle merona karena perkataan neneknya. Masih tidak bisa ia bayangkan, pernikahannya dengan pangeran Arshlan nanti.

__ADS_1


"Aku ... benar-benar akan menikah? Ah tidak!"


__ADS_2