Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Akan Bertanggung Jawab


__ADS_3

"Tuan putri, tolong berjalan dengan hati-hati. Biar saya yang membawa ginseng itu!" Sang dayang memperingatkan putri Estelle yang membawa sendiri ginseng hutan di tangannya.


Putri Estelle tidak peduli, dengan sengaja ia mendekap ginseng-ginseng itu dalam pelukannya. Ia tak peduli dengan gaunnya yang menjadi kotor karena ginseng-ginseng itu masih dipenuhi oleh tanah.


Splash splash splash


"Tuan putri, tolong berhati-hati." Sang dayang begitu cemas dan langsung terkejut begitu melihat tuan putrinya menginjak kubangan air yang ada di jalanan.


Air-air itu mengotori gaunnya yang berwarna peach.


"Ups, aku tak sengaja." Putri memonyongkan bibirnya.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, sementara sang dayang masih sibuk membersihkan gaun sang putri agar tidak terlalu kotor.


"Sudahlah dayang, kau duduk yang betul di jok mu! Aku tidak apa-apa!" larang sang putri pada dayangnya.


"Tapi ... Putri ...." Sang dayang menatap pada putri Estelle yang menunjuk padanya agar duduk dengan benar di depan tanpa menengok ke belakang.


"Biarkan pangeran Arshlan yang melakukannya. Aku dengar dia sudah baik-baik saja! Dia juga, kan, yang membuat aku harus blusukan hingga ke tepi hutan seperti sekarang," keluh sang putri. Dia tersenyum-senyum sambil menyalakan kembali ponselnya.


Pangeran Arshlan, kau harus membayar ini semua.


Cekrek


Cekrek


Putri Estelle mengambil gambar gaun bagian bawah dan juga betisnya.

__ADS_1


[Kau lihat ini? Tubuh dan bajuku kotor karena harus mencari ginseng hutan langsung ke hutannya.] ~ Putri Estelle


[Photo] ~ Putri Estelle


[Photo] ~ Putri Estelle


Lima menit kemudian.


"Dia tidak membalas?"


Sang putri menggerutu dan terlihat kesal.


"Iish!" Dia berdecak dengan sendirinya.


Sementara itu sang dayang dan pengawal yang duduk di depan saling melirik dan berusaha tetap diam untuk berpura-pura tak tahu.


Ting


[Kau mau aku melakukan apa, kalau tubuhmu kotor karena mencari ginseng untukku?] ~ Pangeran Arshlan.


[ Mau kumandikan?] ~ Pangeran Arshlan.


Sang putri semakin kesal membaca balasan dari pangeran Arshlan.


[Pangeran mes*m! Pokoknya kamu harus tanggung jawab!] ~ Putri Estelle


[Bertanggung jawab? Untuk kaki mulusmu itu?] ~ Pangeran Arshlan.

__ADS_1


[ Dengan senang hati!] ~ Pangeran Arshlan.


Sang putri semakin merasa kesal karena jawaban dari pangeran Arshlan terdengar seperti sedang menggoda dirinya.


[Aku tidak mau tahu, kalau sampai terjadi apa-apa padaku kamu harus bertanggung jawab!]~ Putri Estelle.


[Segores luka pada kulitmu akan kupertanggung jawabkan, Putriku yang cantik. :)] ~ Pangeran Arshlan.


Putri Estelle kesal membaca balasan dari sang pangeran. Ia pun memutuskan untuk menyimpan kembali ponselnya tanpa membalas lagi pesan tersebut.


Mulutnya masih komat-kamit menggerutu mengucapkan sumpah serapah untuk pangeran Arshlan yang menggoda melalui pesan-pesannya.


Ciiiit


Jdug


Putri Estelle terbentur kursi jok depan karena pengawal menghentikan mobil dengan mendadak.


"Putri kau baik-baik saja?" Sang dayang langsung mengkhawatirkan tuan putri mereka.


"Ada apa ini?" tanya sang putri panik.


"Tuan putri, lihat mereka!" seru sang pengawal agak histeris.


Mereka melihat mobil-mobil yang berhenti secara melintang di hadapan mereka. Mobil-mobil itu seakan sengaja menyegat rombongan istana yang membawa putri Estelle.


"Buka pintunya!" teriak seseorang dari luar.

__ADS_1


Putri Estelle langsung merasa gugup. Ia kebingungan dan melirik pada pengawal yang ada di depannya.


"Jangan ganggu tuan putri! Hadapi kami!"


__ADS_2