
"Kapan mereka menemukan ruangan itu, Antony?" tanya Sang Raja sambil berjalan menuju ke luar istana.
"Baru saja, Yang Mulia," jawab Antony. "Sepertinya, ruangan itu dibuat oleh Louis," terang Antony lagi.
"Kenapa tiba-tiba Louis menggunakan Mansion Timur? Siapa yang memberikannya akses ke sana?" Raja Gerald berpikir sambil bertanya-tanya.
"Mungkin, Nona Elsa, Tuan? Bukankah mereka memiliki hubungan darah sebagai paman dan keponakan?" Antony bertanya balik.
"Meski begitu, Elsa mendapat akses untuk tinggal di mansion itu dari kakakku. Mana mungkin dia menyalahgunakan perizinan, meskipun untuk pamannya. Bagaimanapun juga, Mansion Timur adalah salah satu tempat tinggal untuk Raja." Raja Gerald mengungkapkan kecurigaannya.
"Setau hamba, mendiang Raja Gerry dulu tidak melakukan perizinan sesuai dengan protokol kerajaan. Karena pernikahan mereka ditentang oleh petinggi kerajaan, meski Yang Mulia ibu suri mengizinkan," timpal Antony.
Raja Gerald terdiam hingga ia naik ke mobil yang sudah disediakan untuk Raja. Antony juga ikut di mobil yang sama namun ia duduk di sebelah bangku pengemudi.
Jadi para petinggi tidak menyetujui pernikahan Raja Gerry dengan Elsa? Kukira jika ibunda menyetujui maka itu tidak jadi masalah. Aku baru tau penyebab mengapa kakak tidak membawa Elsa ke istana, dulu.
Dalam pikirannya, Raja Gerald dipenuhi pertanyaan mengapa petinggi kerajaan menolak pernikahan kakaknya dengan Elsa? Apa karena perbedaan kasta?
__ADS_1
Kalau begitu, bagaimana jika nanti dirinya bersama Eli?
"Tidak, tidak," gumam Sang Raja sambil menggelengkan kepalanya tiba-tiba.
"Ada apa, Yang Mulia?" tanya Antony sambil melihat Sang Raja melalui spion di atasnya.
"Tidak ada apa-apa!" jawab singkat Raja Gerald.
Aku tidak akan menikah dengan siapapun. Jadi, Eli tidak akan mengalami masa-masa sulit seperti yang dialami oleh Elsa.
Empat jam perjalanan dengan menggunakan mobil, rombongan Sang Raja pun tiba di Mansion Timur menjelang petang.
Para pengawal langsung menyambut Sang Raja dan mengarahkan pemimpinnya itu menuju ke belakang mansion.
"Jadi, tempat rahasia itu ada di belakang mansion?" tanya Sang Raja pada para pengawalnya.
"Benar, Yang Mulia. Di ujung ladang, di bawah perapian lebih tepatnya." Pengawal yang berada di samping Raja menjawabnya.
__ADS_1
Cklek
Mereka membuka pintu untuk Sang Raja, dan Raja Gerald pun ke luar melalui pintu belakang itu, ia menuju ke peternakan tempatnya menemukan jamur-jamur beracun itu.
Lalu setelah menyusuri area peternakan, Raja tiba di sebuah area pertanahan yang disebut dengan ladang. Banyak bekas-bekas tanaman sisa panen yang tidak dibuang atau dikubur dijadikan kompos, pemilik ladang meletakkannya begitu saja.
Sang Raja melangkah lebar-lebar untuk menghindari gundukan yang tersebar di mana-mana.
Langit yang mulai gelap membuat para pengawal masing-masing membawa sumber pencahayaan. Ada yang menggunakan flash dari ponsel, ada juga yang menggunakan headlamp dan pengawal yang ada di samping Raja membawa lampu sorot paling terang.
Lalu pengawal tersebut mengarahkan lampu sorot ke arah rumah kecil di ujung ladang.
"Apakah gubuk kecil itu tujuan kita?" tanya Sang Raja.
"Benar, Yang Mulia. Di gubuk itu ada sebuah perapian dan pintu menuju ruang bawah tanah," jawab sang pengawal yang membawa lampu sorot tersebut.
"Kalau begitu, kita harus cepat memeriksa ke sana!"
__ADS_1