
"Pangeran?" Sang putri terkejut melihat pangeran Arshlan tersungkur di samping nakas. Ia kemudian menyimpan nampan yang ia bawa, dan berjongkok untuk melihat kondisi sang pangeran.
"Pangeran Arshlan!" teriak putri Estelle memanggil.
"Kenapa kalian diam saja? Panggil dokter istana!" titah sang putri pada para pengawal. Kemudian salah seorang di antara mereka langsung berlari keluar untuk mencarikan dokter bagi pangeran Arshlan.
"Pangeran!" panggil sang putri. Ia memegangi tubuh pangeran yang hanya menggunakan bathrobe.
Dingin
Kulit tubuh pangeran Arshlan sangat dingin seperti saat kemarin sang putri memegangnya. *Apa ini e*fek samping dari penggunaan tenaga dalam yang terlalu banyak?
Sang putri menggumam dalam hatinya. Ia jadi mengingat perkataan sang nenek tentang hipotermia.
"Pengawal, angkat tubuh pangeran Arshlan ke atas kasur."
Sang pengawal menuruti permintaan putrinya. Empat orang pengawal, bekerja sama mengangkat tubuh pangeran Arshlan yang cukup besar dan berat itu.
Putri Estelle pun duduk di sisi sang pangeran terbaring. Ia menarik selimut untuk menghangatkan badan sang pangeran.
"Kalian boleh keluar!" titah sang putri.
Kemudian para pengawal itu kembali berjaga di luar meninggalkan putri Estelle berdua dengan pangeran Arshlan yang sedang tak sadarkan diri.
"Bertahanlah, Pangeran. Sebentar lagi dokter datang untukmu!" ucap sang putri yang sedang khawatir. Ia memegangi salah satu telapak tangan pangeran Arshlan. Dingin dan lembab. Tangan sang pangeran dipenuhi oleh keringat dingin.
Putri Estelle membawa tangan itu ke pipinya. Mengalirkan energi hangat ke atas telapak tangan pangeran Arshlan.
__ADS_1
"Apa Pangeran Arshlan baik-baik saja?" Seorang dokter datang bersama ratu Paula dan ibu suri.
Putri Estelle terburu-buru melepas genggaman tangannya. "Pangeran Arshlan masih belum sadarkan diri."
"Izinkan saya memeriksanya, Tuan Putri." Sang dokter mendekat.
"Aah, silakan!" Putri Estelle agak mundur memberika ruang bagi dokter untuk memeriksa kondisi pangeran Arshlan.
Segera dokter mengukur suhu tubuh pangeran Arshlan, dan memeriksa kondisi organ dalam menggunakan stetoskop.
"Bagaimana kondisinya, Dok?" tanya ratu Allura.
"Pangeran baik-baik saja. Bila kita beri sesuatu yang menyengat, pasti dia akan sadarkan diri lagi," jawab sang dokter.
"Apa dia terkena hipotermia? Sekujur tubuhnya begitu dingin." Sang putri terlihat khawatir.
Sang putri mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Apa itu ramuan untuk pangeran Arshlan?" tanya sang dokter seraya menunjuk pada cangkir di atas nakas.
"Betul, Dok."
"Kita coba dengan ginseng hutan. Aroma ginseng hutan akan membangunkannya," saran sang dokter.
"Pelayan, cepat bawakan ginseng yang sudah dikupas ke mari!" titah ibu suri Theresa.
Pelayan pun segera ke dapur membawa ginseng hutan yang diminta. Tak perlu lama, ia sudah kembali dengan satu ruas ginseng hutan yang telah dicuci dan dikupas. Dari kejauhan saja, aromanya sudah menyengat.
__ADS_1
Putri Estelle menerima ginseng itu, dia pun kembali mendekati pangeran dan mengarahkan ginseng itu ke hidungnya.
Ayo, Pangeran, sadarlah.
Sang putri berharap dalam kecemasannya. Ia mencoba mengoleskan ginseng itu ke area cuping hidung sang pangeran.
Kau harus bangun, Pangeran bodoh!
Putri Estelle sedikit menekan ginseng itu ke hidung sang pangeran.
Grep
Tangan putri Estelle dicekal oleh sesuatu yang dingin.
"Aih ... kau mengagetkan, sayang."
*
Sampai akhir bulan, aku up nya 2 episode per hari ya. Bulan depan do'akan aku bisa crazy up lagi.
Tapi ... gini teman-teman. Kadang, karena tuntutan crazy up, ideku tuh suka mandeg dan akhirnya terkesan dipaksakan.
Jadi nanti, kalau misal pas aku crazy up lagi dan feel nya ngedadak berubah, ingetin aku ya.
Kalian boleh dm ig @kak.ofa
Oh ya, di story ig ku, aku juga share cast pangeran Arshlan (versi aku). Kalian bisa di ig @kak.ofa
__ADS_1
Kalian juga bisa up cast pangeran Arshlan versi kalian dan tag aku. Thank you ...