
Warning: 18+
*
"Kamu cerdas ternyata. Kalau seperti ini, bagaimana bisa aku tidak menginginkanmu?"
Eliana kembali menahan napas karena kelihatannya, Sang Raja ingin melakukannya lagi. Namun ....
Tok tok tok
"Tsk!" Raja Gerald, siapa yang mengganggunya untuk bersenang-senang? Awas saja bila itu Antony.
"Fuuuh!" Sementara itu, berbanding terbalik dengan Yang Mulia Raja, Eliana malah bernapas lega karena Raja Gerald menghentikan aksinya.
"Siapa?" teriak Yang Mulia Raja. Terlihat sekali, dalam wajahnya jika dia sungguh-sungguh kesal.
"Hamba Antony, Yang Mulia," jawab suara dari luar.
"Antony ... apa dia ingin kubakar hidup-hidup ...," bisik Sang Raja menahan rasa geram.
__ADS_1
Sementara itu, Eliana malah tersenyum menertawakan Sang Raja yang sedang marah. Gadis itu memainkan rok yang menutup kedua lututnya.
"Jangan ganggu aku! Pergilah!" usir Sang Raja.
"Tapi ... Yang Mulia, ini pent-"
"Pergi!" Sang Raja benar-benar tak peduli dengan apa yang hendak dikatakan Antony lagi.
"Baik, Yang Mulia," jawab Antony pasrah saja saat sedang diusir oleh Raja Gerald.
Sang Raja memasang wajah yang benar-benar kesal, hal itu membuat Eliana sungguh takut. Gadis itu menunduk tak berani menatap Sang Raja.
Sang Raja tersenyum menyeringai kala melihat gadis itu menunduk menyembunyikan wajahnya.
"Eli ...," panggil Sang Raja dengan suara parau, suara yang penuh hasrat.
Eliana masih menunduk, hingga saat Yang Mulia Raja mengangkat dagunya dengan menggunakan telunjuk. "Aku sudah bilang, jika aku menginginkanmu, Eli ...," lirih Sang Raja.
Anak mata kecoklatan Eliana bergerak-gerak mencari ketidakseriusan dari Sang Raja. Ia benar-benar takut, karena Raja Gerald itu kali ini terlihat lebih buas dibanding sebelumnya.
__ADS_1
Sang Raja kembali mendekatkan bibirnya pada bibir milik Eliana, dan memagut kembali belahan mungil dan ranum itu.
Kali ini tangannya tidak tinggal diam, Raja Gerald membelai bongkahan itu dari luar gaun tidur milik Eliana. Perlahan tapi penuh hasrat yang menuntut, Sang Raja meremas dengan lembut milik Eliana dari luar.
Gadis itu mengerang, karena meski dari luar, hal ini baru pertama kali ia rasakan.
"Cu ... kup ... aaah ...," desahnya saat Sang Raja sedang bermain-main di dadanya.
Kini ciuman Raja Gerald beralih ke leher sang gadis. Raja menghisap kulit mulus pada leher jenjang Eliana kuat-kuat.
"Tolong ... ahh ... ber ... hen ... ti ...," desah gadis itu lagi sambil menahan nikmat saat sang Raja masih saja meremas-remas miliknya dari luar.
Karena sudah tak sabar lagi, Raja Gerald pun segera menurunkan resleting bagian depan gaun tidur Eliana. Gadis itu sengaja memakai gaun tidur seperti demikian agar memudahkannya untuk memberi ASI pada bayi Kevin, tidak ia sangka jika ayah angkat dari bayi itu kini juga memanfaatkan kemudahan itu.
"Jangan ... Yang Mulia ...," larang Eliana begitu Sang Raja berhasil menurunkan resleting itu.
Tampak pembungkus berenda menghias di dalamnya. Sang Raja menyusupkan tangan kanannya, pada salah satunya. Dan tangan itu pun berhasil menyentuh kuncup yang telah berubah warna menjadi kehitaman sejak menyusui bayi.
Dalam sekali gerakan, Raja mengeluarkan benda itu dari pembungkusnya, hingga nampaklah, benda yang selama ini sering disentuhnya. Namun kali ini, Sang Raja akan melakukan yang lebih dari itu.
__ADS_1