
"Pihak laboratorium telah menyatakan jika hasil uji pada jamur waktu itu sudah keluar, Yang Mulia." Sang pengawal memberi kabar pada Sang Raja.
Antony terpana. Jamur Apa? Begitu dalam benaknya.
"Jamur ... jamur apa, Yang Mulia?" tanya Antony pada Rajanya.
"Saat aku pergi ke mansion di wilayah timur, aku menemukan ada beberapa jamur di dapur tempat Elsa memasak." Raja menjelaskan sambil menghadap ke arah luar jendela ruang kerjanya.
"Aku mencurigai, jika itu adalah salah satu jamu beracun. Aku mengambil beberapa sampel, agar pihak forensik dari laboratorium kerajaan menyamakan kandungan jamur tersebut dengan kandungan racun yang waktu itu ditemukan pada muntahan kakakku sebelum dia meninggal." Raja Gerald berbalik dan ia menatap pada Antony.
"Masuk akal, bukan?" ujar Raja Gerald lagi sembari bertanya pada Antony.
Antony mengangguk-angguk. "Benar sekali, Yang Mulia," jawabnya.
"Tapi ... mengapa pada waktu itu tidak ada yang menyelidiki ataupun curiga, apabila kematian Yang Mulia Raja Gerry tidak wajar?" Antony yang kini mempertanyakan.
__ADS_1
"Itu ... karena wasiat dari mendiang kakak. Yang melarang kami memeriksa mansion timur agar semua yang terjadi tidak mengguncang mental Elsa karena dia sedang mengandung Kevin," jelas Sang Raja.
Antony mengangguk-angguk. "Kalau begitu, sekarang Yang Mulia ingin pergi ke laboratorium untuk memeriksa hasilnya? Atau biar hamba saja yang mewakilkan anda, Yang Mulia?" tawar Antony.
Sang Raja berbalik, ia berjalan menuju ke arah pintu dan melewati Antony begitu saja. "Ayo kita pergi bersama-sama," ajak Yang Mulia Raja Gerald.
"Baik, Yang Mulia." Dengan sigap, Antony mengikuti Yang Mulia Raja dari belakang. Entah mengapa, mendengar terkuaknya masalah jamur yang dicurigai sebagai penyebab meninggalnya Yang Mulia Raja Gerry, membuat ia antusias dan penasaran setengah mati.
Bersama beberapa pengawal, Yang Mulia Raja dan Antony berjalan menuju ke luar istana. Mereka perlu mengendarai sebuah mobil untuk sampai ke laboratorium kerajaan.
Laboratorium kerajaan Raisilian, sesungguhnya masih berada di lingkungan istana kerajaan. Namun meski begitu, letak laboratorium dengan pusat istana tempat Sang Raja tinggal berjarak sekitar 2 KM, sehingga Raja Gerald dan timnya perlu naik kendaraan untuk menuju ke sana.
Mengingat jika kerajaan ini adalah pusat para ilmuwan, maka tak heran, jika pihak kerajaan memfasilitasi para asetnya dengan fasilitas yang tak murah. Termasuk laboratorium ini, yang pembangunannya dikisarkan memakan biaya sekitar puluhan juta keping emas.
"Silakan, Yang Mulia," ujar sang pengawal mempersilakan Sang Raja agar masuk ke dalam ruangan dan menemui kepala laboratorium.
__ADS_1
Dengan gagahnya, pria nomor satu di kerajaan Raisilian itu melangkah masuk diikuti oleh Antony, sementara Sang pengawal menunggu di luar ruangan seperti biasa.
Tampak seorang dengan jas putih langsung berdiri dan keluar dari balik mejanya. Pria paruh baya dengan nama Joseph yang tersemat di bagian dada jas laboratoriumnya itu, membungkuk memberi hormat.
"Selamat datang, Yang Mulia. Hamba memberi hormat!" ujarnya dengan penuh kekhidmatan.
"Hormatmu kuterima, Joseph!" balas Raja Gerald yang langsung menuju ke arah tempat duduk.
Sementara itu, Antony langsung menarik kursi untuk Sang Raja.
"Silakan, Yang Mulia."
"Terima kasih." Raja Gerald langsung duduk di kursi tersebut.
"Langsung saja, kau pasti tau kedatanganku kemari, Tuan Joseph!"
__ADS_1
"Iya, Yang Mulia," jawabnya.
"Tunjukkan hasilnya padaku!"