Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Tiba Di Raisilian


__ADS_3

Mobil sang pangeran berhasil menerobos penghalang yang sudah disiapkan oleh paman-pamannya. Hal tersebut tidaklah sulit baginya karena pangeran Arshlan merupakan pangeran yang memiliki banyak bidang keahlian.


Melewati perbatasan Yorksland. Mobil Pangeran Arshlan pun mampu menembus Noirland. Satu yang menjadi tujuannya, adalah kerajaan Raisilian.


Pada akhirnya, dia mencapai batas dan mobilnya pun harus berhenti di tengah jalan. Bagi orang biasa, pasti sangat tidak mungkin untuk melakukan perjalanan lintas dua kerajaan secepat ini. Apalagi sang pangeran hanya menempuhnya dalam waktu sekitar dua hari saja.


Hutan Raisilian, cukup rimbun dengan pepohonannya. Hutan ini terletak dekat dengan perbatasan antara Raisilian dan Noirland. Mobil pangeran Arshlan berhenti pada jalanan berbatu di dalam hutan tersebut.


"Apa aku harus berlari untuk sampai ke istana?" ujar sang pangeran begitu ia turun dari mobilnya.


Pangeran Arshlan memandangi jalanan yang ada di depannya. "Perjalanan masih jauh, aku bisa kehabisan tenaga sebelum bisa sampai menemui Gerald."


Pangeran Arshlan menyusuri hutan rindang tersebut. Dia masuk ke hutan lebih dalam, untuk mencari barangkali ada orang yang sedang berburu dan bisa dia mintai pertolongan.


Sret


Srek


Krasak


Krasak


Sang pangeran menoleh ke arah sumber suara. Dia mendengar seakan ada sesuatu yang bergerak dari atas dan terjatuh ke bawah. Namun ia tak dapat melihat ke atas karena pandangannya tertutup oleh rindangnya dedaunan.

__ADS_1


Pangeran Arshlan mencoba mencari-cari.


Drap drap drap


"Kalian ke sebelah sana! Yang lain ikut ke utara! Kita berpencar!"


Pangeran mendengar suara komando lalu dia bersembunyi di balik pohon.


Apa yang pasukan itu cari? Jangan-jangan, orang-orang suruhan paman sudah sampai ke mari untuk mencariku?


Pangeran Arshlan merasa khawatir. Perasaannya tiba-tiba langsung tidak enak. Dia pun memasang kuda-kuda untuk segera bersiap melakukan serangan, kalau-kalau ada orang yang ingin menangkap dan mencelakainya.


Drap drap drap


Pasukan itu terlihat berpencar dan berlari menjauh dari posisi pangeran Arshlan. Sang pangeran langsung bisa bernapas lega.


Mereka tidak memakai seragam tentara Raisilian, sebenarnya sedang mereka? Dan apa yang mereka cari.


Pangeran Arshlan memutuskan untuk kembali ke dalam mobilnya lalu memikirkan cara lain agar ia bisa sampai ke istana Raisilian secepatnya.


Sedikit berlari, sang pangeran baru menyadari jika dirinya telah pergi terlalu jauh dari mobilnya.


Pssss

__ADS_1


Suara apa lagi itu?


Sang pangeran semakin bergegas seiring dengan firasatnya yang semakin tidak enak.


Pssss


Suara itu terdengar lagi dan terlihatlah seorang wanita dengan gaun bangsawan namun sudah lusuh dan sedikit sobek sedang merunduk mengendap-endap di dekat mobilnya.


"Yes ... aku berhasil menggembesi mobilnya," Wanita itu terlihat melompat-lompat kegirangan. Sang pangeran yang mengamati wanita itu dari kejauhan pun langsung menegurnya.


"Hei! Kau apakan mobilku?"


Wanita itu terlihat mematung sejenak, lalu kemudian dia berlari menjauh dari mobil.


Sang pangeran merasa dirinya harus mengejar wanita itu. Siapa tau wanita itu bisa menolongnya.


Namun wanita itu terlihat sangat takut dan berusaha menjauhi pangeran Arshlan. Semakin cepat wanita itu berlari, pangeran Arshlan terlihat semakin mudah untuk menangkapnya.


Hingga satu meter saja jarak mereka berdua. Sang pangeran pun langsung menjinjing baju bagian belakang milik wanita yang ternyata lebih pendek dari sang pangeran itu.


"Aduduh! Aduh! Aduh!" Wanita itu mengaduh. Namun sang pangeran tidak peduli.


"Kamu siapa?"

__ADS_1


__ADS_2