Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Terbayang


__ADS_3

Guling ... guling.


Guling ... guling.


Balik kanan, balik kiri.


Tengkurap, telentang.


Duduk, berdiri, tidur kembali.


Guling ... guling.


"Aaaah!" Sang putri merasa frustasi dan mengacak rambutnya sendiri.


Ia pun melirik jam yang tergantung di dinding.


02.30


Sudah dini hari, namun matanya sulit terpejam. Ia tarik selimut dan mencoba menyembunyikan diri di bawahnya. Mencari kehangatan yang barangkali dengan itu, dirinya bisa tertidur lebih lelap.


"Ini gila!"


Sret!


Ia berteriak sambil membuka selimut dan menendangnya hingga ke tepi ranjang.


Sang putri turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Berdiri tepat di depan cermin yang lebar, ia menyibak surai rambutnya. Membuka dahinya lebar-lebar dan menatap mata cekungnya.


Sedikit ia membuka bibirnya, ia elus permukaan bibir yang berkilau akibat pelembab itu. Lalu sang putri terpejam kala mengingat bagaimana pangeran Arshlan mengapit bibir bawah miliknya menggunakan bibir milik sang pangeran tampan.


"Tidak ...," desisnya di depan cermin dan ia membuka matanya kembali.


Ketika kelembutan yang mengapit bibirnya itu terasa nyata. Sensasi yang begitu hangat dan kenyal baru pertama kali ini ia rasakan.


"Aku tidak boleh terlena, dia sudah biasa melakukan hal itu dengan wanita lain. Dia menganggap ini semua biasa saja."


Deg ... deg ... deg ....


Namun debaran itu tak dapat ia hilangkan begitu saja.


"Pangeran gila! Dia gila!" elak sang putri pada semua yang sedang ia bayangkan. "Iya ... aku gila. Dia membuatku gila ...."


Setelah itu, sang putri merendam tubuhnya ke kolam pribadi dalam kamar mandinya.


*


"Semalam aku merasa ada pesan masuk yang sangat penting, tapi aku lupa belum membalasnya."


Sang pangeran teringat akan sebuah pesan darurat yang ia terima semalam sebelum ia pingsan. Setelah itu, ia tak menerima pesan lagi karena ia lupa dan ingin beristirahat.


Meminum ramuan ginseng hutan dan rumput mandelish berulang-ulang, membuat tubuhnya menyerap banyak kalor untuk memenuhi kembali lingkaran energinya. Hal tersebut mengakibatkan dirinya butuh banyak istirahat agar tenaga dalamnya kembali dengan sempurna.


Ia pun tidak sempat membuka ponselnya karena SIBUK untuk TIDUR.

__ADS_1


"Astaga, Arshlan. Ibu suri Paula terluka dalam penyerangan menteri Garfield kemarin, dan kau malah tertidur?" Sang pangeran merutuki dirinya yang baru saja menyadari betapa gentingnya kondisi ibunda dari sahabatnya di Raisilian.


Pagi itu sang pangeran pun langsung bersiap dengan pakaian yang telah disediakan oleh Noirland.


Pangeran Arshlan bercermin dan mengamati penampilan dirinya. Dia cermati satu per satu detail pakaian khas Noirland yang ia kenakan.


"Ternyata yang dikatakan Gerald ada benarnya, pakaian dari Noirland memang terlalu norak untuk pria bangsawan." Sang pangeran menggeleng-gelengkan kepalanya.


Namun tidak ada pilihan lain baginya, ia tidak bisa memakai pakaiannya kemarin, dan ia pun tidak membawa pakaian atau benda apapun. Ketika di Raisilian pun ia meminjam semua pakaian mendian raja Gery yang bertubuh sepertinya.


Tok tok tok


"Yang Mulia Pangeran Arshlan, semua anggota kerajaan telah menunggu anda untuk sarapan."


Suara pelayan terdengar dari luar.


"Katakan aku akan bergabung segera."


Sang pangeran membetulkan sedikit pakaiannya. Ia memaksakan senyuman ketika melihat dirinya yang mengenakan pakaian khas Noirland itu.


"Kau tetap tampan, Arshlan. Yeah!"


*


Masih ingat kapan raja Gerald memakai pakaian khas Noirland dan ia merasa tidak suka dengan pakaian itu?


Komen di bawah ya ... ;)

__ADS_1


__ADS_2