
"Putri! Ayo!" Raja Gerald yang dipercaya sebagai wali dari pihak perempuan, memanggil sang putri.
Putri Estelle tidak memiliki saudara laki-laki maupun paman. Sehingga baginya Eliana adalah satu-satunya sepupu yang ada. Maka dari itu, menurut adat Noirland, Raja Gerald diperbolehkan untuk menjadi pendamping pengantin perempuan. Selain karena memiliki ikatan kekerabatan, juga karena Raja Gerald adalah tokoh di kerajaan Raisilian.
*
Banyak tawa dan canda menghiasi pesta di hari itu. Suara dentingan gelas beradu saling bersahutan kala para tamu undangan sedang bersulang.
Irama mengalun mengiringi beberapa pasang langkah kaki yang sedang berdendang di atas lantai dansa. Saling tersenyum, menatap, dan beradu canda.
"Aku masih canggung untuk berdansa seperti ini." Sang ratu membiarkan raja Gerald memimpin arah langkah kakinya. Tangan kanannya terangkat, berpasangan dengan tangan kiri sang raja.
"Untuk pemula, langkahmu sudah sangat lumayan," sahut sang raja memuji sambil memeluk pinggul ramping ratu Eliana.
Sang ratu tersenyum menikmati alunan musik yang membuatnya terhanyut dalam ketukan-ketukan di lantai dansa. Tatapan mereka berdua saling membalas, menyiratkan dalamnya perasaan untuk satu sama lain.
Semua tamu undangan menyingkir memberi ruang yang lebih luas untuk raja dan ratu mereka. Seluruh pandangan terkunci pada ke mana arah pasangan tersebut bergerak. Decak kagum dan pujian tertuju untuk pasangan paling terberkati di Raisilian.
Siapa lagi kalau bukan Raja Gerald dan Ratu Eliana.
Pesona mereka berdua mengalahkan pasangan dari sang pengantin itu sendiri. Riuh tepuk tangan dan lontaran pujian tertuju untuk mereka yang telah menyelesaikan satu lagu di atas lantai dansa.
"Yang Mulia Ratu, sungguh merupakan satu kehormatan bagi hamba jika Yang Mulia berkenan melantai bersama hamba," ajak pangeran Arshlan.
Raja Gerald mendelik dan langsung menatap ke arah pria paling kurang ajar yang berani mengajak ratunya berdansa bersamanya.
__ADS_1
Tawa pangeran Arshlan berderai mendapati dirinya berhasil membuat raja Gerald merasa cemburu.
"Hahaha, aku tidak akan mencuri milikmu," gurau sang pangeran tertawa.
*
"Tidakkah Raisilian kini semakin berkembang, Allura?"
Tap
Tap
Cuuur
"Anakmu bersanding dengan pangeran Arshlan, dia sangat cantik di layar kaca."
"Kau pergi di saat aku sedang tertidur, Allura. Tidak ada pamit atau basa-basi apapun darimu. Sahabat macam apa kau ini?"
Cuuur
Air suci kembali dikucurkan oleh Yang Mulia ibu suri Paula.
Dia menatap menerawang jauh pada seberang sungai yang dianggap suci dan keramat di Raisilian.
Di mana, hulu sungai terdapat di Raisilian, badan sungainya terdapat di Noirland, dan terakhir hilirnya terdapat di Yorksland.
__ADS_1
Sungai ini dipercaya merupakan anak sungai yang berasal dari surga. Digunakan sebagai tempat pembuangan abu para jenazah yang sudah dibakar.
*
"Apa kau bahagia hari ini?" Raja Gerald membelai pipi Eliana ketika mereka sedang menginap di Noirland setelah pesta pernikahan usai.
"Sangat-sangat bahagia," jawab sang ratu. "Aku mengingat seperti momen pernikahan kita dulu, rasanya ingin mengulang semuanya," bisik sang ratu pada Yang Mulia Raja.
"Untuk mengadakan resepsi lagi, itu akan terdengar konyol. Tapi untuk mengulang malam pertama lagi, itu sangat mungkin malam ini." Raja Gerald tersenyum nakal.
Ratu Eliana memutar bola matanya. "Jangan macam-macam, kita bukan sedang di istana sendiri!"
Raja Gerald tak mengindahkannya, dia membuka gaun istrinya dan melakukan hal yang menjadi favoritnya.
"Sssssh ...." Sang ratu mendesis. "Berhenti, raja nakal," peringat ratu Eliana. "Aaaah ... nahnti ... Khe-vin ... banguuun."
"Kalau begitu jangan mendesah ...."
"Itu susah ... aaah .... Berhenti ...."
"Diamlah, jangan bersuara ...."
"Itu ... aaah ... tidak mungkin bodoh ...."
"Suamiku memang Raja yang bodoh ...."
__ADS_1
"Aaaah ...."
TAMAT