Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Jalan-Jalan


__ADS_3

"Yo! Gerald! Aku sudah di Raisilian, tapi aku bertemu seekor babi betina bodoh yang merusak ban mobilku!"


( ... )


"Tenang saja, prajuritmu melakukan hal yang baik. Mereka menolongku. Aku pastikan Yorksland akan membalas kebaikan kalian."


( ... )


"Apa? Oh jadi begitu? Kirimkan saja wajahnya padaku!"


Selang berapa detik kemudian, pria bertubuh atletis nan jangkung itu pun menutup ponselnya. Dia tersenyum-senyum setelah menerima telpon dari sahabatnya itu.


"Apa kau lihat-lihat?" Matanya spontan mendelik pada putri Estelle yang duduk di sampingnya.


"Hiiiish!" Putri Estelle spontan memutar bola matanya karena ucapan pangeran Arshlan.


"Pengawal, bisa kau hentikan mobil ini di jalanan yang ada di depan?" ucap pangeran Arshlan.


"Baik, Pangeran," jawab sang pengawal yang mengendarai mobil.


"Kau mau ke mana?" tanya putri Estelle penasaran.


"Asal kau tau, gara-gara kau, aku yang sudah berdandan dengan tampan seperti ini harus melaksanakan misi di dalam hutan belantara!" serunya yang membuat putri Estelle memundurkan sedikit tubuhnya.


"Kenapa jadi aku?" Putri Estelle tak terima.

__ADS_1


"Kalau bukan gara-gara kau yang merusak ban mobilku, aku tidak akan berhutang dua kali pada Raja Raisilian!"


"Itu urusanmu!"


"Hmmmm!" geram pangeran Arshlan pada putri Estelle yang masa bodoh pada masalahnya.


"Di jalanan ini, Pangeran?" Sang pengawal menepikan mobilnya.


"Ya, aku turun di sini!" jawab sang pangeran sambil turun tanpa menunggu dibukakan pintu.


"Ya sudah! Turun sana! Dasar orang menyebalkan!" umpat Putri Estelle. "Enak saja dia menyebutku babi betina bodoh!"


"Hei pengawal!" panggil Pangeran Arshlan dari luar mobil. "Pastikan dia hidup sampai di istana Raisilian," lanjutnya.


"Nggak usah sok peduli!" timpal putri Estelle.


Putri Estelle terkejut dan takut. Ia mengedip-ngedipkan matanya sambil menelan-nelan ludahnya.


"Sudah! Pergi sana!" titah sang pangeran.


"Baik! Mari, Pangeran!" ujar sang pengawal yang langsung menyalakan kembali mobilnya.


"Aaah! Harus mulai dari mana ya, aku?" gumam pangeran Arshlan.


Sementara itu, dia membuka ponselnya untuk melihat data-data yang dikirimkan Raja Gerald padanya.

__ADS_1


Ada sebuah foto dan data diri lengkap dari seorang wanita yang cantik. Lalu sebuah koordinat tempat yang diperkirakan tempat helikopter mendarat.


"Aku harus berurusan lagi dengan wanita ular ini! Sungguh, gadis-gadis dari Noirland memang merepotkan semuanya!"


*


Sementara itu di istana Raisilian, ada suasana baru yang terjadi. Itu karena, hari ini merupakan hari pertama Eliana dan bayi Kevin dibawa ke luar kamar.


Ibu suri yang membawa mereka sudah pasti menunjukkan taman lilac P&G sebagai tempat yang harus Eliana kunjungi.


"Wah, Kevin, sudah lama nenek tidak mengunjungimu! Kamu sudah banyak berkembang ya, sayang?" ujar ibu suri Paula sambil mengambil alih gendongan bayi Kevin dari tangan Eliana.


"Dia sedang belajar merangkak nenek," jawab putri Eliana mewakili sang bayi.


Tak henti-hentinya ibu suri Paula dan Eliana berbincang mengenai perkembangan positif dari bayi Kevin. Sesekali mereka tertawa menyiratkan kebahagiaan.


"Beruntung, akhirnya, Gerald mau menunjukkan kalian berdua ke hadapan publik. Ibunda berharap, parasit-parasit di kerajaan ini segera dimusnahkan," ungkal ibu suri menyuarakan do'anya di depan Eliana.


Eliana hanya mengangguk dan tersenyum.


Sementara itu, dari kejauhan Raja Gerald memperhatikan kedua wanita yang disayanginya itu dari kejauhan. Sesekali ia tersenyum-senyum seorang diri.


Lalu seorang prajurit datang menemuinya.


"Lapor Yang Mulia, Putri Emilda berhasil melarikan diri dari atas helikopter sambil membawa Putri Estelle!" Seorang prajurit memberikan laporan pada Raja Gerald.

__ADS_1


"Tenang saja, Putri Emilda tidak akan bisa pergi kemana-mana, semua perbatasan sudah kututup. Selain itu, 'dia' juga sudah tiba di sini!"


__ADS_2