Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Penyelamatan


__ADS_3

"Emmm ... emmm ...."


"Kau sudah sadar?"


"Apa?" teriaknya histeris. "Turunkan! Turunkan!"


"Diamlah!"


"Aaah, penculik ... tolong ... aku diculik ...!"


Putri Estelle tetap histeris dan berteriak. Dirinya merasa tak nyaman mendapati pangeran Arshlan menggendongnya seperti sebuah karung.


"Diamlah! Aku bukan penculik! Aku justru menyelamatkanmu!" Pangeran Arshlan berhenti berlari.


"Kau menyelamatkan aku? Mana mungkin, kau memanggulku seakan aku hanya seonggok kayu bakar!" protes sang putri.


"Oh, kau mau aku merubah posisi gendonganmu?"


Dengan cekatan, pangeran Arshlan langsung menggendong putri Estelle ala bridal style. Hal tersebut dilakukan saat putri sedang tidak siap dan gadis itu pun langsung terkesiap karena saking terkejutnya.


"Turunkan! Turunkan!" Kali ini putri Estelle memukuli dada sang pangeran.


Namun pangeran Arshlan tak menggubrisnya dan malah berlari kencang. "Kalau seperti ini, aku sudah tidak seperti menculikmu, kan?" sahut sang pangeran seraya terus melesat.


Tanpa sadar putri Estelle memandangi pangeran Arshlan yang tengah menggendongnya, dilihat dari posisinya saat ini, sang pangeran memang cukup tampan.

__ADS_1


Pipi putihnya pun semerah jambu, darahnya berdesir, dan jantungnya berdetak begitu cepat. Bagi putri Estelle, ini adalah pertama kali untuk dirinya sedekat ini dengan pria dewasa.


Ada apa ini? Kenapa aku mengaguminya? Begitu batinnya berkata.


"Apa kau merasa nyaman dengan posisi seperti ini?"


Pertanyaan sang pangeran menyadarkan lamunan putri Estelle.


"Turunkan aku!" teriak putri cukup kencang, namun itu tak selaras dengan tangannya yang terus spontan memeluk leher sang pangeran karena ia takut terjatuh.


Sang pangeran tersenyum menyadari putri Estelle yang salah tingkahnya dalam gendonggannya.


"Oke, aku turunkan!" Tanpa aba-aba lainnya, pangeran Arshlan menurunkan putri Estelle tepat di depan pintu kamarnya.


"Adu-duh!" Putri Estelle limbung karena pangeran Arshlan yang tiba-tiba menurunkannya. Dan tanpa sengaja, dirinya memeluk kembali sang pangeran untuk berpegangan.


"Iiish!" Putri Estelle menyelaraskan tubuhnya. Lalu dirinya mendecak kesal pada pangeran Arshlan.


"Wow! Apakah akan ada calon pengantin lain setelah aku dan Eliana di sini?" Tiba-tiba saja raja Gerald ada di dekat mereka dan sempat melihat pangeran Arshlan yang menggendong putri Estelle.


Putri Estelle membuang muka dan tak mau menjawab. Mereka berdua memang selalu mengesalkan. Kenapa Tuhan pertemukan aku dengan mereka dalam hidup ini, Ya Tuhan?


"Mungkin! Kalau dia tidak keberatan!" jawab ringan pangeran Arshlan.


Putri Estelle semakin kesal, dia berbalik dan masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Blam!


Tertutuplah kembali pintu kamar putri Estelle. Menyisakan raja Gerald dan pangeran Arshlan yang berdiri di depannya.


"Penyusup itu sudah tertangkap, aku dapat kabar tadi dari Antony," ucap sang raja.


"Apa dia sudah sadarkan diri?"


"Entahlah, periksa saja esok hari oleh dirimu. Tapi menurut laporan, di pakaiannya terdapat emblem dari kerajaan Danishian."


"Danishian?" Pangeran Arshlan terkejut, lantas mereka berdua pun berpandangan.


"Raja Morreno?" ucap keduanya bersamaan.


Raja Gerald menganggukkan kepalanya dengan mantap. "Apa kita memikirkan hal yang sama?"


"Sepertinya ini berkaitan dengan perjodohan mereka oleh mendiang raja Jeremy," timpal pangeran Arshlan.


"Benar!"


"Besok aku akan menginterogasi penyusup itu. Aku sepertinya juga akan mencari tahu tentang perjodohan mereka. Ada firasat buruk mengenai kerja sama antara raja Jeremy dan raja Morreno."


"Maksudmu?"


"Ini berkaitan dengan Raisilian. Karena raja Morreno juga memiliki koneksi yang dekat dengan menteri Garfield."

__ADS_1


*


Di sini ceritanya menteri Garfield masih hidup ya....


__ADS_2