Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Emma, Si Dayang Baru


__ADS_3

“Apa … apa, yang hendak anda lakukan Ya-Yang Mulia,”


ujar Eliana yang gugup melihat tatapan berkabut Raja Gerald.


“Yang akan kulakukan? Aku akan membuktikan padamu,


bahwa ancamanmu padaku itu tak berarti apa-apa!” Sang Raja menyeringai melihat


Eliana yang ketakutan dalam kungkungannya.


“Yang Mulia, nanti bayi Kevin bangun,” elak Eliana sambil memalingkan wajahnya. Dadanya kembang kempis karena oksigen seakan


berkurang dalam posisinya saat ini.


“Tak ada penolakan Eli! Aku Raja di sini dan aku juga adalah Raja yang menguasai seluruh tubuhmu! Apa kau lupa?” tanyanya yang mengingatkan Eliana bahwa dirinya hanyalah sebatas pelunas hutang dari almarhum ayahnya.


Gadis itu menggigit bibir bawahnya, menyadari kebenaran akan ucapan dari Sang Raja.


“Bersiaplah untuk menerimaku malam ini!” Sang Raja mendekatkan tubuhnya pada Eliana dengan posisi siap menggempur gadis itu.


Namun sayang, suara tangis bayi Kevin memecah konsentrasi Sang Raja. Sehingga gagal sudah rencananya.


“Oweeek … oweeek!”


“Itu, bayi Kevin menangis,” ucap Eliana dengan sangat girang.

__ADS_1


Raja Gerald menggulingkan tubuhnya ke samping, membiarkan Eliana bangun dan menuju ke box tempat tidur bayi Kevin.


Eliana pun mengangkat dan langsung menggendong bayi yang sedang menangis itu.


“Ssssh  … sssh …,” desis Eliana sambil mendekatkan kepala bayi Kevin ke arah dadanya. “Iya, Sayang! Ini ‘kan Mama …,” ujarnya sambil mengayun-ayun bayi gembul itu.


Eliana duduk di tepi ranjang membelakangi Sang Raja. Namun sejenak ia menoleh pada Sang Raja. Bukan apa-apa, Eliana hanya ingin


memastikan jika ‘Raja Mesum’ –nya itu tak melihat Eliana yang mengeluarkan pa yu daranya saat menyusui bayi Kevin.


“Kenapa?” Raja Gerald merasa aneh saat Eliana menoleh dan memberinya tatapan seperti itu.


“Ti-tidak,” jawab spontan dari Eliana.


“Cepat susui Kevin!” titahnya sambil bangkit dan duduk tepat di belakang punggung sang gadis.  “Atau kau mau aku yang akan menyusu padamu?” tantang Raja Gerald dengan setengah menggoda.


Tanpa aba-aba, bayi gembul itu langsung melahap dan menghisap dengan sangat kuat.


Raja Gerald memperhatikannya dari belakang. “Sepertinya enak,” bisik Sang Raja tepat di belakang telinga Eliana.


Hal tersebut membuat gadis itu geli. Geli karena posisi Sang Raja yang sangat dekat dengannya, juga geli karena perkataan Raja


Gerald yang teramat vulgar.


Tok tok tok

__ADS_1


Saat tengah asyik menyusui sang bayi, ada seseorang yang mengetuk kamar Eliana.


“Siapa?” teriak Sang Raja.


“Dayang.” Suara dari luar menjawab.


“Apa dayang itu tidak tau diri?” Raja Gerald berbicara pelan namun masih terdengar oleh Eliana.


“Apa kau tidak tau ini pukul berapa? Kembalilah ke tempatmu!” usir Sang Raja.


“Tunggu, Yang Mulia,” cegah Eliana.


“Kenapa?” Sang Raja merasa aneh pada Eliana yang malah mencegah untuk mengusir dayang itu.


“Apa kamu dayang Emma?” tanya Eliana memastikan.


“Iya, Nona Eliana. Bolehkan saya masuk?” tanyanya balik  dari luar.


“Tidak!” sahut Raja Gerald dengan tegas.


Sementara itu Eliana terdiam.


“Kembalilah ke kamarmu!” titah Sang Raja.


“Kenapa kau malah mencegahku tadi?” tanya Raja yang tak terima diinterupsi oleh Eliana.

__ADS_1


“AKu hanya ingin memastikan, Yang Mulia.” Eliana mencoba berbicara pada Rajanya, siapa tahu setelah ini Raja Gerald mengizinkan


kembali bibi Odeth tinggal bersamanya.


__ADS_2