Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Berkencan atau Hanya Perjodohan


__ADS_3

"Hatsyi ...! Hatsyi ...!"


Pangeran Arshlan menggaruk-garuk hidungnya.


"Terima kasih sudah mau datang ke mari dan menjenguk ibuku, Arshlan." Raja Gerald menepuk-nepuk punggung kawannya seraya mereka berjalan beriringan di istana Raisilian.


"Hatsyi ... sama-sa- hatsyi ...!" Lagi-lagi pangeran Arshlan bersin dan menggaruk hidungnya yang memerah.


"Apa ada seseorang yang membicarakanmu?" tanya raja Gerald.


"Sepertinya, iya."


"Aah, mungkin itu kekasihmu!" Raja Gerald menggoda sahabatnya.


"Emmh, mungkin iya," jawab ringan dari pangeran Arshlan.


"Ahahahha!" Raja Gerald spontan tertawa begitu keras.


"Kenapa kau tertawa?" Pangeran Arshlan merasa diremehkan.


"Ahaha ... maaf. Tapi, apa kau bilang? Kau benar-benar punya kekasih?" Raja Gerald tersenyum.


"Emmm ... bisa dibilang, mungkin iya. Kenapa kau menertawakan jika aku mempunyai kekasih?"


"Tidak, tidak! Kau? Benar pangeran Arshlan? Dan kau punya kekasih? Ahahaha ... maaf, aku tidak percaya," ujar raja Gerald


"Kenapa begitu? Apa ada yang aneh? Hey, aku juga lelaki normal sepertimu!" protes sang pangeran lagi.


"Oke, oke! Tapi ... sungguh aku tidak percaya jika kau punya kekasih." Sang raja sampai berhenti sejenak. "Tunggu ... tunggu ...! Apa jangan-jangan yang kau anggap sebagai kekasih itu adalah putri Estelle?" Raja Gerald memberi tatapan curiga.

__ADS_1


Pangeran Arshlan memandang ke arah sahabatnya.


"Memang ada yang salah jika aku mengencaninya?" ucap pangeran Arshlan.


"Jadi itu benar?" Sang raja membulatkan mulutnya. "Wow!"


"Kenapa memangnya?"


"Kau benar-benar berkencan dengannya?"


Sang pangeran mengedikkan bahunya. "Aku tidak tau bagaimana menamai hubunganku dengannya sekarang, namun ... aku sudah membuat perjanjian pernikahan dengan keluarganya. Apa itu disebut berkencan?" tanya polos sang pangeran.


"Perjodohan rupanya. Jika kau dan putri Estelle saling mencintai, mungkin kalian bisa disebut berkencan. Tapi, jika kalian tidak saling mencintai maka ini hanyalah perjodohan biasa." Raja Gerald menjelaskan.


"Saling mencintainya, ya? Emmm ... kalau itu ... aku tak tau." Pangeran Arshlan kembali berjalan mendahului sang raja.


"Hatsyi!" Pangeran Arshlan kembali bersin.


"Kau bersin terus, jangan-jangan dia membicarakanmu. Apa kau menghubunginya?" tanya sang raja.


"Maksudmu, meneleponnya?"


"Memberi kabar. Entah itu lewat pesan atau apapun itu."


Pangeran Arhslan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dia bahkan mengusirku sebelum aku berangkat."


"Kau, diusir?" Raja Gerald tertawa terbahak-bahak. "Wajah gelandanganmu memang pantas diusir."


Pltak

__ADS_1


Pangeran Arshlan memukul kepala raja Gerald. "S*alan kau, Gerald!"


"Aaiish!"


Berjalan di lorong istana Raisilian, mereka berdua terlihat tidak ada kecanggungan. Tampak akrab seperti sahabat, tampak dekat bagai saudara, siapa yang mengira mereka adalah raja dan pangeran dari dua kerajaan yang berbeda.


"Yang Mulia Raja Gerald? Pangeran Arshlan?"


Seorang wanita paruh baya diiringi dengan para dayang bertemu dengan mereka berdua dari arah yang berlawanan.


"Yang Mulia Ratu Allura."


Keduanya membungkukkan badan pada wanita nomor satu di Noirland tersebut.


Sang ratu membalas salam hormat mereka.


"Yang Mulia ratu, terima kasih telah meluangkan waktu dan tenaga untuk merawat ibunda Paula, sampai ibunda mengalami perkembangan kondisi yang lebih baik. Ini semua berkat Yang Mulia Ratu Allura berkenan mendampingi ibunda." Raja Gerald mengucapkan rasa terima kasih dengan tulus.


"Aku tidak melakukan apapun, ananda Arshlan yang sudah banyak berkorban." Ratu Allura menunjuk pada calon menantunya itu.


"Sepertinya, pangeran Arshlan sudah positif akan menjadi menantu di Noirland," goda raja Gerald.


"Anu ... emm ... itu, Yang Mulia Ratu. Apa anda sudah siap untuk pulang? Saya akan mengawal anda, Yang Mulia," ujar pangeran Arshlan dengan gugup dan mengalihkan pembicaraan.


Sang ratu mengangguk sebagai jawabannya.


[Tuan Putri, sepertinya aku akan pulang beraama Yang Mulia Ratu malam ini. Tunggu aku, buatkan masakan untukku. Dan jangan lupa ramuan penuh cinta sediakan di kamarku.] ~ pangeran Arshlan.


[ Maaf baru bisa mengabarimu]

__ADS_1


__ADS_2