Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Pengembalian


__ADS_3

"Ya-Yang Mulia," gugup Eliana ketika ia mendengar ucapan Yang Mulia Raja. Apa aku tidak salah dengar? Atau Yang Mulia yang salah makan?


"Kedua, aku juga mau minta karena telah mengurungmu di sini," aku sang Raja untuk yang kedua kalinya. "Selama kau di sini, aku tak mengizinkanmu untuk melihat dunia luar. Aku mengurungmu bersama bayi Kevin dan membuat kalian terisolasi."


Tatap sendu dari mata hazel sang Raja terlihat sungguh-sungguh. Sejak tadi Eliana memalingkan wajahnya, namun kini ia memberanikan diri untuk membalas tatapan sang Raja. Dan pada akhirnya, kedua manik mata mereka bersirobok. Menyiratkan tulusnya perasaan antara keduanya.


"Ketiga, aku ... juga minta maaf, karena aku telah menghardikmu. Tanpa aku tau alasan kau memilih untuk keluar kamar, aku langsung mnghardikmu dan tak mau mendengarmu," sesal Raja Gerald. "Untuk semuanya, aku minta maaf," ucap Sang Raja.


Eliana menggigit bibir bawahnya. Ada kupu-kupu yang menggelepar dalam rongga dadanya. Ia terharu, bahagia, namun ... juga takut terjatuh kembali dalam rasa kecewa. Tak ingin ia percaya begitu saja, namun ia juga ingin menghargai sikap sang Raja yang rela berlutut di hadapannya.


Atas seluruh kebimbangan dalam pikirannya, Eliana pun meneteskan air matanya. Ia mengangkat wajahnya, tak lagi menatap Raja Gerald agar air matanya tidak jatuh.


Sang Raja bangun dari posisi berlututnya, lalu duduk di samping Eliana. Ia raih kepala gadis itu dan ia peluk ke dalam dada bidangnya.

__ADS_1


Sementara itu, Eliana menurut saja. Menyandarkan kepalanya, dan membiarkan air mata luruh pada dada yang menjadi sandarannya.


"Aku minta maaf telah membuatmu menangis. Aku ... aku ... benar-benar minta maaf," ucap Raja Gerald sambil mengecup pucuk kepala Eliana.


Beberapa menit kemudian, Eliana sudah bisa mengendalikan tangisnya. Diusapnya air mata yang turun itu dengan punggung tangannya. Ia angkat kepalanya, dan kembali tegak di samping sang Raja.


"Eli, asal kau tau, aku lakukan semua itu demi dirimu dan juga Kevin." Dengan buku-buku jarinya, Sang Raja mengusap pipi Eliana.


"Aku ... takut keberadaan bayi Kevin diketahui oleh orang lain. Sangat berbahaya jika ada orang yang tau akan adanya keturunan Raja Gerry dengan Elsa masih hidup." Raja Gerald mencoba memberi pengertian pada Eliana.


"Sementara dirimu, meski aku percaya padamu, meski aku yakin jika pencurinya bukan dirimu. Tapi ... seluruh Raisilian percaya, jika dayang Emma mencuri kalung itu atas perintah dirimu. Bahkan para anggota keamanan melihat kalung yang sama tergantung di lehermu. Tidakkah itu kebetulan yang sulit sekali untuk disangkal?" terang Raja Gerald.


"Jadi ... kalung itu ... benar-benar mirip dengan milik Yang Mulia?" tanya Eliana.

__ADS_1


Raja Gerald mengangguk. "Sangat mirip. Karena kalungmu dengan kalung yang ada padaku, dibuat berpasangan oleh ayahmu. Sangat sulit untuk menyadari jika keduanya berbeda," jelas sang Raja lagi.


Eliana terdiam.


"Tapi ...." Sang Raja mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. "Kalung ini kembali menjadi milikmu." Raja Gerald mengeluarkan kalung itu, lalu memasangnya pada leher Eliana.


"Terserah padamu. Kau ingin menyimpannya sendiri, atau jika kau percaya padaku maka aku akan menyimpannya untukmu. Tapi ... ada satu hal yang ingin kuberitahu padamu, kalung ini diincar oleh pihak yang ingin menghancurkan Raisilian."


"Aku ... aku ... ingin, kalung ini Yang Mulia simpan saja."


"Kau percaya padaku?"


Manik Raja Gerald mencari keseriusan pada tatapan Eliana. Lalu dengan mantap gadis itu pun mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2