Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Kebimbangan


__ADS_3

Sang Raja duduk di singgasananya. Dia mengamati kalung platina di tangannya. "Kalau begitu, dari mana Eliana mendapatkan kalung ini?" gumamnya. "Apa benar kalung ini tergantung pada leher Eli?"


Raja Gerald akhirnya memutuskan untuk menyimpan kalung itu di brankas kerajaan. Kekurangannya jika ia menyimpan kalung itu dalam brankas adalah, dia tidak bisa mengamati kalung itu secara langsung dengan bebas jika sewaktu-waktu ia menemukan sebuah fakta mengenai kalung itu.


Kali ini sang Raja berjalan menuju ke kamarnya, entah mengapa ia sedang tak ingin bertemu dengan Eliana sebelum ia memastikan jika memang bukan gadis itu pencurinya.


Saat sang Raja tiba di depan kamarnya, ia melirik ke arah pintu kamar Eliana. Hatinya tertahan ketika ingin menemui wanita itu.


*


"Bagaimana aku mendapatkan uang bila kalung itu malah dibawa," sendu Eliana sambil melamun.


Gadis itu tak mengerti, mengapa ia malah tertuduh mencuri?


"Kalung pemberian ayah hanya kalung emas putih biasa, kan? Mana mungkin seberharga itu, hingga bisa disamakan dengan kalung Yang Mulia?" pikir Eliana yang sama sekali tak mengerti kebenaran akan kalungnya.


"Tapi ... Yang Mulia sendiri tidak menemuiku sejak tadi. Apa dia tidak ingin membicarakannya secara langsung denganku? Atau, jangan-jangan Yang Mulia juga menuduhku?" Eliana mendadak lemas, seandainya itu benar bila Yang Mulia tak percaya padanya. Maka sebagian hatinya akan merasa hancur.

__ADS_1


*


Tok tok tok


"Yang Mulia Raja, Ibu suri ingin menemui anda!" Suara pengawal memberitahu pada Sang Raja.


"Masuk saja!" jawab Gerald yang sedang duduk di kursinya.


Ibu suri pun masuk, dayangnya ia minta untuk menunggu di luar.


"Ibunda ...," sapa Raja Gerald.


"Bagaimana pendapat ibunda mengenai hal ini? Apa ibunda percaya jika Eliana melakukannya?" tanya Raja Gerald pada ibundanya.


"Ibu hanya mendengar apa kata orang, sama sekali ibu belum mendengar Eliana yang berbicara. Kau sudah bertanya secara langsung padanya?" tanya Ibu suri balik.


Raja menggelengkan kepalanya. "Aku tidak sanggup mendengar jawaban dari Eliana, Bu!"

__ADS_1


"Kau takut jika Eliana memang benar mencurinya darimu?"


Raja Gerald terdiam. Sepertinya memang itu kekhawatirannya. Darimana Eliana bisa mendapatkan kalung platina asli sementara saat datang ke istana dulu dia berbaju lusuh bahkan tidak beralas kaki.


"Tanyakan pada Eliana, jika itu mengganggu pikiranmu, Nak," saran Ibu suri pada sang Raja.


"Tapi ... bagaimana jika dia membohongiku, Bu?" Raja Gerald menatap ke jauh ke depan.


"Kamu bisa mencerna dulu ucapannya sebelum menghakiminya. Tidak adil bagi Eliana untuk dicurigai sebelum ia mengemukakan pendapatnya," nasihat dari sang ibu suri untuk anaknya.


"Hmm, aku akan lakukan nanti. Sekarang aku butuh istirahat dulu. Beberapa hari ini aku kurang tidur, Ibunda," izin Raja Gerald.


"Baiklah, hanya itu masukan yang bisa Ibu berikan. Kuharap, kamu bisa mengambil keputusan yang bijak, anakku! Jangan salah langkah seperti ayahandamu dulu," ujar ibu suri lagi.


Raja Gerald hanya mengangguk tipis. Setelah ibunya pergi lagi, dirinya mulai berbaring di atas ranjang mewahnya.


Aku tidak heran jika ibunda yang berkata seperti itu. Karena ibunda memang orang berhati lembut yang memiliki banyak celah untuk dimanfaatkan. Tapi ... Antony? Bahkan kepala keamanan, semuanya juga mencurigai dayang itu. Dan tak ada yang percaya jika kalung itu milik Eli! Namun semua orang melihatnya, itu kalung tergantung pada dada Eli!

__ADS_1


Eliana, tunjukkan bukti bila kau tak bersalah! Sebelum masalah ini semakin runyam, dan menyeret petinggi kerajaan lainnya.


__ADS_2