Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Obrolan Sore Hari


__ADS_3

Berdua saja dengan sang nenek, tanpa ratu Allura. Kali ini putri yang belajar menjalankan segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan kerajaan.


Berada di Noirland, membuat pangeran Arshlan membantu putri Estelle dalam banyak hal. Dia sering memberikan pandangan terhadap masalah-masalah politik dan keuangan bagi kerajaan.


Sang pangeran juga banyak memberikan pelatihan-pelatihan bela diri untuk meningkatkan keamanan Noirland.


Berbeda dengan raja Gerald, pangeran Arshlan sudah terdidik untuk menjadi seorang raja sejak ia masih kecil. Pangeran Arshlan sudah terbiasa dengan pandangan orang lain yang merupakan seorang putra mahkota.


Setiap gerak-gerik yang ia lakukan, setiap tempat yang ia datangi, pasti semua ia lakukan untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan kerajaannya, Yorksland.


Itu sebabnya, pangeran Arshlan bisa membantu putri Estelle untuk menangani banyak masalah kerajaan yang terjadi di Noirland.


"Pangeran Arshlan, anu ... emmm ...."


"Iya, ada apa, Putri?"


Mereka berdua berbincang setelah melihat beberapa penjaga istana latihan bela diri.


"Aku ... aku ingin mengucapkan terima kasih, karena anda telah melakukan banyak hal untuk membantu kerajaan ini selama ibuku tidak ada." Sang putri terlihat gugup dan malu-malu ketika mengucapkan hal itu.


"Itu sudah menjadi kewajibanku, Putri." Pangeran Arshlan tersenyum.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan beriringan untuk menuju kembali ke istana, sambil diikuti oleh para dayang istana dan pengawal seperti biasa.


"Aku sudah berjanji pada Yang Mulia ratu Allura, bahwa aku ... akan menjaga calon istriku dengan baik." Sang pangeran tanpa ragu mengatakannya.


Sementara itu, putri Estelle merona mendengar penuturan pangeran Arshlan. Namun ia terdiam tanpa menjawab apa-apa. Tetap berjalan di samping sang pangeran dengan pipi yang bersemu merah.


"Tuan putri, ada yang ingin aku bicarakan," ujar sang pangeran lagi.


"Emm ... ada apa?" tanya sang putri tanpa menatap wajah pangeran Arshlan, karena pipinya masih terlalu merona untuk ditunjukkan.


"Aku ... harus ke Raisilian."


Putri Estelle langsung tersentak mendengar hal itu.


tanya sang putri khawatir.


"Mungkin untuk menemani Yang Mulia ratu Allura kembali ke Noirland," jawab pangeran Arshlan.


"Jadi kau pasti akan kembali ke mari, kan?"


"Kenapa memangnya? Kau akan merindukanku jika aku tak kembali." Pangeran Arshlan sangat mendengar pertanyaan sang putri.

__ADS_1


"Iiish." Putri Estelle memanyunkan bibirnya karena pangeran Arshlan selalu menggodanya.


"Iya, tenang saja. Kalaupun aku tidak kembali ke Noirland, kau yang akan kubawa ke Yorksland." Sang pangeran kali ini tidak bercanda. Hal ini dikarenakan dia adalah raja di Yorksland, sehingga sudah sepatutnya ia kembali ke istananya dan menjadi pemimpin di sana.


"Anu ... itu ...."


"Apa?"


"Emmm ... anu ... apa kita benar-benar akan menikah?" tanya sang putru dengan ragu.


"Tentu. Kenapa? Kau ingin pernikahan kita dipercepat?" tanya balik dari sang pangeran.


"Ah ... emm ... tidak, tidak seperti itu. Aku hanya ...."


"Jangan khawatir, kau tetap bisa berkunjung ke Noirland kapanpun kau mau," jawab pangeran Arshlan seakan memahami kerisauan sang putri di sampingnya.


Putri Estelle terdiam, dia sedikit tersenyum pada sang pangeran, walau setelah itu ia menundukkan wajahnya lagi.


"Sebelumnya, aku ingin meluruskan saja padamu," ucap pangeran Arshlan lagi.


"Meluruskan? Apa?" tanya putri Estelle.

__ADS_1


"Jika kau tidak bisa mencintaiku dalam kehidupan pernikahan kita nanti, itu tidak apa. Kau hanya perlu berperan menjadi ratu Yorksland dan jangan coba-coba menciptakan skandal di tahun pertama pernikahan kita. Kau boleh mencintai pria lain, tapi itu ... nanti ...."


__ADS_2