Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Melarikan Diri


__ADS_3

"Apa ada yang aneh tuan putri?" Senyum dayang tersebut begitu menoleh ke belakang, tempat putri Emilda.


"Ka-kamu?" Kaget sekaget-kagetnya, Putri Emilda terkejut mendapati sosok yang ada di bangku co-pilot adalah sosok yang harusnya sudah mati karena telah ia bunuh. Ya, siapa lagi jika bukan dayang Emma.


"Kau menjebakk, Estelle? Sudah berani berkhianat pada kakakmu, hah?" hardik putri Emilda pada adiknya.


Sementara itu, wanita yang menjadi dayang Emma di bangku co-pilot itu tertawa terbahak-bahak. "Hahaha hahaha!"


Sret


Dengan sekilas dan sangat cepat, wanita itu telah berubah menjadi seorang wanita anggota keamanan Raisilian. "Jangan bergerak, Tuan Putri Emilda!" todong anggota keamanan wanita itu menggunakan pistol.


"Kami semua sudah mengetahui kejahatanmu, menyerahlah agar semua menjadi mudah!" Tanpa menarik pelatuk, pistol itu terarah ke Putri Emilda.


"Kau ... memang sangat pemberani, anggota keamanan wanita dari Raisilian, mencoba menyergapku saat berada di dalam helikopter yang sedang terbang!" Putri Emilda menggeser tubuhnya.


"Tapi kau belum paham atas kenekatanku, 'kan?" Putri Emilda langsung menyergap putri Estelle yang ada di sampingnya.


"Emmmh! Emmmmh!" Putri Estelle ingin berteriak tapi mulutnya disekap.


"Diamlah! Jika kau tidak berkhianat padaku, maka ini tidak akan terjadi. Dasar, adik tiri yang bod*h!" hardik putri Emilda.


"Eeemmh! Emmh!"

__ADS_1


"Lepaskan tuan Putri Estelle!" ujar anggota keamanan wanita dari Raisilian tersebut.


"Tidak semudah itu! Hahaahhahahh." Tawa membahana mengiringi kegilaan yang dilakukan putri Emilda.


Blak!


Putri Emilda membuka pintu helikopter dengan paksa dan merusaknya.


"Apa yang kau lakukan?" hardik anggota keamanan itu, namun ia terlambat ....


Helikopter pun oleng akibat tekanan udara yang menjadi tidak stabil. Seiring dengan pilot yang memilih untuk turun dan mencari tempat pendaratan yang tepat, Putri Emilda telah melompat sambil menyeret putri Estelle.


"Pilot segera kirim koordinat pada sistem keamanan pusat!"


Anggota keamanan bernama kapten Resa tersebut segera meraih alat komunikasi dan mengabarkan keadaannya.


"Darurat! Tahanan melarikan diri! Darurat! Tahanan melarikan diri!"


Pesan darurat diterima! Tim akan segera menuju lokasi! Pesan darurat diterima! Tim akan segera menuju lokasi!


Helikopter berhasil mendarat dengan selamat, meski kehilangan satu buah pintu yang dirusak oleh putri Emilda.


Sementara itu, di sebuah hutan perbatasan, putri Emilda membawa putri Estelle yang pingsan. Padahal mereka melakukan pendaratan menggunakan parasut darurat yang selalu dibawa putri Emilda, pada rompi yang ia gunakan setiap ia naik helikopter.

__ADS_1


"Hiiish! Menyusahkan saja! Dibawa begini saja langsung pingsan!" gerutu putri Emilda sambil melepas parasutnya.


Ia meletakkan putri Estelle agar bersandar di bawah pohon.


"Di mana ini?" tanya Putri Emilda pada dirinya sendiri. "Ini sangat jauh dari jalanan kota!" keluhnya.


Ia mendarat jauh dari tempat helikopter itu mendarat.


"Aku harus segera pergi sebelum mereka menemukanku!" ujarnya sambil pergi meninggalkan adik tirinya. "Lagipula, dari mana mereka tahu jika aku adalah pembunuh dayang itu? Bahkan Estelle pun tak kuberi tahu!" ujarnya.


Saat ia sibuk berjalan menjauh dari tempatmya, putri Estelle membuka matanya.


"Huuuft, aku ditinggalkan! Putri Emilda tak boleh pergi jauh dari sini sebelum anggota keamanan menangkapnya!" ujar Putri Estelle yang selama ini ternyata hanya berpura-pura untuk pingsan.


Ia berjalan ke arah yang menurut firasatnya adalah jalan yang dilalui kakak tirinya itu.


Dan ....


"Hehehe! Putri Emilda kau tak bisa kabur dari sini!" Putri Estelle menemukan sebuah mobil mewah, yang menurutnya adalah mobil yang akan digunakan oleh kakaknya untuk kabur.


Putri Estelle mendekati mobil itu, lalu ....


Pssssss!

__ADS_1


__ADS_2