
“Huuft! Setelah dengan kalung, sekarang dengan kode! Sungguh rumit hanya untuk membuka sebuah pintu!”
“Tunggu, Yang Mulia!” Eliana menahan gerutu sang Raja sebelum berakhir dengan umpatan.
“Ada apa, Eli? Apa kau tahu seusatu?” tanya Sang Raja.
Eliana tak menjawab, ia langsung menuju ke arah pintu itu dengan terus menatap lurus pada sesuatu yang tidak dipahami oleh Raja Gerald, kekasihnya.
Eliana menekan sebuah saklar.
Dan, Tap!
Seketika ruangan di depan pintu itu menjadi terang dengan cahaya putih kebiru-biruan.
Lalu gadis itu menuju ke arah layar tersebut, dan samar-samar ia bisa melihat gambar yang berada di atas layar yang sedang diamatinya.
“Ini …?” gumam Eliana.
“Bagaimana, Eli?” tanya Yang Mulia Raja ikut penasaran.
Eliana mengayunkan satu telunjuknya pada Keyboard yang tertempel itu, lalu mengetikkan sebuah kata.
‘ELLOUINA’
“Selamat datang di Laboratorium, Tuan Louis!” Pintu itu berbicara yang membuat Raja Gerald, Eliana dan sang pengawal sangat terkejut untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
Setelah bicara demikian, pintu itu pun tergeser ke samping dan langsung terbuka.
“Yes! Pintunya terbuka!” girang Eliana.
Raja Gerald tersenyum sambil mengusap pucuk kepala Eliana. “Terima kasih, Eli! Ayo kita masuk!” ajaknya.
“Kata apa yang tadi kau ketik?” tanya Raja Gerald penasaran.
“Hmmm, sesuatu!” Eliana tidak akan bilang kata kunci apa yang tertera untuk membuka kunci pintu tersebut.
Sang Raja tersenyum sambil menggelengkan kepala, lalu ia masuk terlebih dahulu dan juga disusul oleh Eliana. Seperti biasa, Pengawal akan menunggu mereka di luar laboratorium untuk berjaga-jaga.
“Jadi sepertinya ayahmu menyimpan hasil penelitiannya di sini!” ujar Sang Raja saat melihat beberapa model kendaraan kelas berat untuk menambang. Model-model kendaraan dengan ukuran kecil tersebut disimpan di atas meja.
“AH, iya! Dave!” seru Raja Gerald yang langsung teringat pada reka sejawat Louis yang mengaku memiliki hasil penelitian bersama Louis.
“Dave siapa, Yang Mulia?” tanya Eliana.
“Seorang ilmuwan, kabarnya dia juga pernah melakukan penelitian bersama ayahmu!” jawab Sang Raja dengan tegas. “Aku harus hubungi Antony agar membawa Tuan Dave ke mari!”
Sang Raja langsung menuju ke luar laboratorium kembali dan meminta kepada pengawalnya agar menghubungi Antony.
“Tolong sambungkan aku dengan Antony!” perintah Sang Raja pada pengawalnya.
“Baik, Yang Mulia!” Pengawal tersebut segera melakukan perintah sang Raja.
__ADS_1
Namun sang pengawal kembali dengan memasang wajah tak baik.“Yang Mulia, tidak ada jaringan yang bisa ditangkap di bawah tanah ini Yang Mulia. Mungkin kita harus ke atas lagi untuk melakukan panggilan.”
“Kalau begitu, minta pengawal yang ada di atas untuk menghubungi Antony. Tolong minta Antony ke mari, dan suruh dia membawa Tuan Dave juga!” ujar Sang Raja.
“Baik, Yang Mulia.”
Kemudian Sang Raja kembali masuk ke dalam laboratorium. Di sana ada Eliana yang sedang melihat-lihat.
“Apa yang sedang kau lihat, Sayang?” tanya Raja Gerald.
“Hah?” Eliana terkejut dengan sebutan sayang padanya. “Anu … itu … eem,” gugup gadis itu apalagi ketika melihat sang Raja yang menghampirinya.
“Apa ini?” tanya Sang Raja begitu melihat sebuah buku besar di sana.
“Dari yang aku lihat, sepertinya itu aneka jamur. Namun apa yang tertulis di bawah jamur itu, aku tak tau.”
“Jamur?” Raja Gerald langsung bertanya-tanya.
Sang Raja langsung mengambil alih buku itu. Lalu ia melihat beberapa jamur yang dikeringkan dan ditempel di atas buku itu. Di bawahnya ada keterangan berupa nama, karaktek fisik dan morfologi sang jamur. Juga tertulis beberapa kandungan zat kimia dan efeknya. Sang Raja menyusuri tulisan itu dari atas ke bawah.
Tidak cukup di sana, ia pun dikejutkan dengan nama yang tertera di bawahnya, ‘Manda Rosalia’.
*
Kira-kira gambar apa yang Eliana lihat sehingga ia bisa menebak kode pintu itu?
__ADS_1