
"Aku tidak mencintainya, El."
"Kalau Tuan Putri tidak mencintai pria tersebut, kenapa tuan Putri mau menikah dengannya?" tanya Eliana.
"Kau tak mengerti, El. Aku tidak punya pilihan. Seandainya aku bisa, aku pasti akan menolak perjodohan ini," jawab putri Estelle.
Eliana merasa sedih melihat putri Estelle murung. Dia bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri sang putri yang sedang termenung.
Diusapnya pundak terbuka sang putri, Eliana paham bagaimana kekhawatiran putri Estelle. Ia pernah ada di posisi yang hampir dijodohkan seperti ini. Rasa was-was, takut dan khawatir menyelimutinya.
"Tenanglah Putri Estelle, kuharap keberuntungan selalu menyertaimu. Semoga calon suamimu baik hati, dan juga penyayang," hibur Eliana yang sama sekali tak mengubah air muka putri Estelle.
"Dia tidak mungkin seperti itu, El! Aku sudah sangat mengenalnya," timpal sang putri.
"Kenapa, Tuan Putri?"
"Dia itu psikopat!"
"Apa?"
"Pembunuh berdarah dingin!"
"Apa?"
__ADS_1
Eliana menganga mendengar bagaimana perangai pria yang akan menikahi putri Estelle.
"Siapa yang menjodohkanmu dengan orang sekejam itu? Raja Noirland sudah tiada, ibu dan kakak tiri Tuan putri juga sudah tak mungkin melakukannya. Apa mungkin ibu suri?" Eliana bertanya-tanya.
"Perjodohan dilakukan sebelum ayah meninggal dunia. Lalu aku punya hutang pribadi padanya, sehingga aku harus memenuhi negosiasi dengannya." Putri Estelle terlihat menyesali masa lalunya.
Eliana hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sebelum berkata lagi. "Memangnya siapa yang hendak menikahi Tuan Putri?"
Putri Estelle menatap Eliana, lalu tersenyum. "Kau akan tau nanti."
Eliana menjadi semakin penasaran. "Siapa? Aku sangat penasaran?"
Putri Estelle menggeleng kembali. "Ssssst!"
"Sangat, Eli! Gerald sangat mengenalnya!" jawab Putri Estelle.
"Aaah, sudahlah. Kenapa jadi membicarakan tentang pernikahanku?" Putri Estelle mencoba mengalihkan pembicaraan.
Eliana tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Bukannya tadi tuan putri sendiri yang memulai."
Mereka berdua tertawa kembali.
Eliana melihat pribadi putri Estelle yang begitu periang, ia sangat beruntung bisa dekat dengan seorang putri kerajaan yang sangat berkelas seperti putri Estelle.
__ADS_1
Putri yang sangat menghormati orang tua dan tata krama kerajaan. Memiliki hati yang baik, hangat dan sangat mengagumkan. Putri Estelle sangat ramah pada pekerja-pekerja di istana. Bahkan tak segan mengajak ngobrol mereka.
Sosok putri yang sangat dicintai banyak orang, dan selalu terlihat ceria, tak disangka menyimpan kepedihan dalam hatinya. Mulai dari sering dibully dan dimanfaatkan oleh saudara tirinya, diperlakukan tidak adil oleh ayah kandungnya, hingga kini dijodohkan dan harus menikah dengan pria yang tak ia cintai. Bahkan pria itu katanya merupakan pria jahat yang suka membunuh.
Eliana kagum melihat putri Estelle yang tetap ceria dan menyembunyikan kesedihannya.
"Eliana, jadi sekarang kau tau, kan keinginanku?" ucap putri Estelle.
"Apa?" Eliana merasa lemot dan gagal paham. "Tuan putri ingin batal menikah?"
"Bukan! Kamu ini," geram putri Estelle yang membuat Eliana tertawa. "Itu, kan, sudah tidak mungkin."
"Iya, iya, maaf. Jadi apa keinginan tuan putri?" tanya Eliana lebih serius kali ini.
"Aku ... ingin ketika nanti tes DNA membuktikan kau adalah sepupuku, aku mau kau temani nenekku menggantikan aku." Putri Estelle berpesan.
"Memangnya nanti putri akan ke mana?"
"Aku harus ikut suamiku ke istananya."
"Kupikir, tuan putri dan suami tuan putri nanti yang akan menjadi raja dan ratu Noirland."
Putri Estelle menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku harus ikut ke istananya."
__ADS_1