Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Berguru pada Raja Gerald


__ADS_3

"S*alan! Kenapa kau tidak angkat telponku tadi?" Pangeran Arshlan langsung mengumpat begitu bertemu dengan raja Gerald. "Kau tau, aku benar-benar khawatir saat itu."


"Hahaha! Tapi bantuanku lebih efektif, bukan?" Jawaban sang raja Raisilian itu membuat pangeran Arshlan mendengus. "Aku tau, kau akan langsung berlari, terbang melompat dari satu pohon ke pohon lainnya kalau hanya kuberitahu lokasi yang dimaksud peta itu. Maka dari itu, aku kirimkan mobil yang setipe dengan kendaraanmu bersama dengan Antony. Aku ini teman yang paling pengertian, bukan?" Raja Gerald menyombong.


Sang pangeran hanya mencibir. "Kau sengaja ingin membuatku kesal. Aku tau itu dari awal."


Raja Gerald pun tertawa mendengar asumsi dari sahabatnya itu.


"Apa putri Estelle cedera?" tanya raja Gerald pada pangeran Arshlan.


"Dia ... sepertinya trauma," jawab sang pangeran sambil mengingat perilaku putri Estelle saat di mobil tadi.


"Tapi ... dia tidak diapa-apakan, kan, oleh mereka?"


"Aku tidak tau, sudah sejauh mana para baj*ngan itu menyentuhnya." Pangeran Arshlan terdengar sedih.


"Kejiwaannya pasti terguncang."


"Kau tau, bagaimana cara menyembuhkannya?"


"Aku tidak tau, karena tidak ada pria lain yang pernah mencoba menyentuh wanitaku. Tapi ...."

__ADS_1


"Tapi apa?" Pangeran Arshlan merasa penasaran, karena dia sangat awam bila menyangkut masalah dengan wanita. Semua yang ia lakukan dengan putri Estelle selama ini, hanyalah menuruti insting laki-lakinya saja yang sebagian adalah ajaran dari temannya yang satu ini, raja Gerald.


"Tapi aku pernah memergoki Eliana bercanda dengan para penjaga, dulu, sebelum kita menikah."


"Lalu kau marah hanya karena dia bercanda?"


"Iya! Bukan hanya karena bercandanya mereka, tapi ... aku kurang suka dengan cara para pengawal itu menatap wanitaku."


"Haha, kau konyol sekali."


"Mungkin ... perasaanku saat itu sama seperti dirimu sekarang. Aku merasa sangat marah, karena aku berpikir seakan-akan para pria penjaga itu menelanj*ngi wanitaku dengan tatapan liarnya!" jawab sang raja sambil mengingat-ingat.


"Lalu setelah itu, apa yang terjadi?" Sang pangeran mulai penasaran.


"Begitu?"


"Iya."


Pangeran Arshlan mengangguk-angguk.


"Tapi ... ada satu hal juga yang kulakukan pada Eliana saat itu." Raja Gerald berkata lagi.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan padanya?"


Raja Gerald malah tersenyum-senyum tanpa menjawab pertanyaan dari sang pangeran.


"Senyummu itu, menjijikkan," ujar sang pangeran mencibir, namun hanya dibalas dengan tawa yang berderai oleh raja Gerald.


"Aku ... waktu itu, hanya melakukan sesuai instingku. Aku membersihkan jejak tatapan liar dari para penjaga itu di tubuh wanitaku. Lalu ... aku biarkan Eliana mengingat semuanya, kalau hanya aku yang bisa dan boleh melakukan itu padanya."


Raja Gerald tersenyum penuh arti, namun sang pangeran malah bertanya-tanya.


"Aku tidak mengerti insting seperti apa yang kau maksud."


"Kalau kau penasaran, kau bisa lihat wanitamu sekarang di kamarnya. Dan rasakan sendiri, insting seperti apa yang ingin kau lakukan padanya untuk menghilangkan semua jejak berandal itu pada tubuhnya." Kali ini raja Gerald sudah seperti guru. Untuk hal yang satu ini, pangeran Arshlan memang terlalu amatir dan perlu berguru pada raja Gerald.


"Ah, jawabanmu membuat aku bingung."


"Hahaha." Derai tawa raja Gerald pecah melihat sahabatnya. "Pergilah ke tempat putri Estelle. Aku yakin dia akan membutuhkanmu sekarang."


"Bagaimana jika dia mengusirku lagi?"


"Itu artinya kau sangat menyebalkan."

__ADS_1


"Kurang ajar, Gerald."


__ADS_2