
"Silakan tunggu di sini tuan dan nyonya, sebentar lagi, Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu akan menemui kalian," ucap sang dayang yang menemani keluarga Luffy pagi ini.
"Terima kasih," jawab nyonya Janet.
"Kabarnya, Yang Mulia Raja Gerry juga telah menyusul menghadap Tuhan. Sekarang Yang Mulia Raja Gerald lah yang menggantikannya meduduki tahta," ujar tuan Luffy pada keluarganya.
"Yang Mulia Raja Gerald, dulu adalah seorang pangeran yang sangat baik dan ramah. Dia sering memberi makanan ringan untuk anak-anak saat kami masih kecil dulu." Anak. tuan Luffy yang bernama Romeo menyela, dia adalah anak kedua mereka yang usianya sekitar 15 tahun.
"Iya, turut berduka cinta untuk Yang Mulia Raja Gerry," timpal nyonya Janet.
"Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu akan tiba." Sang pengawal memberitahu dengan nada khas mereka.
Setelah mendengar hal itu, Tuan Luffy dan istrinya berdiri, mereka juga memerintahkan anak-anak mereka untuk melakukan hal yang sama.
"Selamat pagi," sapa Raja Gerald pada tuan Luffy sekeluarga.
"Selamat pagi, Yang Mulia," jawab tuan Luffy seraya menundukkan pandangannya dan membungkukkan badan.
"Paman, Bibi, aku merindukan kalian," panggil Eliana dari belakang Yang Mulia Raja. Sudah dipastikan jika keluarga tuan Luffy sama sekali tak menyangka hal tersebut terjadi.
__ADS_1
Tuan Luffy mengerutkan alisnya begitu pun dengan nyonya Jannet yang tak percaya. Namun tidak dengan kedua anak mereka yang langsung bisa mengenali ratu Eliana.
"Kak Eli ...?" Si kecil Ashley, putri bungsu dari tuan Luffy berteriak mendekat.
"Ashley ..., Romeo ...." Ratu Eliana pun langsung merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedua bocah yang sudah beranjak remaja itu.
"Hei! Beri hormat pada Yang Mulia Ratu," larang Nyonya Jannet ketika melihat putranya hendak berlari pada sang ratu.
"Tidak apa, Bibi? Kemarilah Romeo dan Ashley kecilku," titah ratu Eliana.
"Jadi, kau benar-benar Eliana? Eliana putri Louis? Kau ... kau ...." Nyonya Jannet tak bisa berkata-kata lagi. Dunia sudah banyak berubah selama mereka terkurung dalam penjara.
"Iya, Bibi, ini aku, Eliana." Sang Ratu pun mendekat dan memeluk bibinya.
Ratu Eliana menggeleng. "Ceritanya sangat panjang. Mari kita bicara sambil duduk, Bi," pinta ratu Eliana pada kerabatnya itu.
"Sebenarnya, kami mengundang tuan dan nyonya karena ada beberapa hal yang ingin kami bicarakan," ucap sang raja memulai pembicaraan mereka.
Dayang pun datang sambil membawa jamuan untuk mereka. Teh Chamomile kesukaan sang raja dan beberapa olahan khas istana Raisilian yang membuat Romeo dan Ashley sangat senang.
__ADS_1
"Silakan dimakan sambil bercerita," timpal sang ratu.
"Terima kasih."
"Hal pertama yang ingin kami beritahu pada anda adalah mengenai ratu kita, ratu Eliana." Sang Raja berbicara lagi. Kali ini sang ratu menoleh pada suaminya sambil tersenyum.
"Jadi, Eliana ini sekarang menjadi seorang Ratu?" tuan Luffy tercengang. "Hormat kami Yang Mulia Ratu Eliana, maafkan kelancangan keluarg-keluarga hamba." Tuan Luffy langsung mengubah cara bicaranya pada ponakannya itu.
"Tak perlu sungkan, paman. Masih ada hal lain yang ingin kami beritahukan," timpal sang ratu.
"Aku mau yang ini ...."
"Aku yang ini ...."
"Ambil satu juga buatku!"
"Ssst!" Nyonya Jannet meminta kedua anaknya diam.
"Mohon maaf Yang Mulia, saya tidak bisa mendidik anak saya selama dalam tahanan kemarin, sehingga anak-anak kami menjadi demikian." Nyonya Jannet merasa sungkan sambil memegangi tangan Ashley yang ingin mengambil makanan lainnya.
__ADS_1
"Mari dilanjut, Yang Mulia," ajak tuan Luffy.
"Ada hal lain yang ingin Yang Mulia katakan pada kami? Kami ingin tahu sekali bagaimana kabar Manda?" ucap Nyonya Jannet merasa bersedih. "Kami merasa bersalah."