Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Gendong-Gendongan


__ADS_3

“Haaai …!” sapa putri Estelle dengan tidak sabar. Ibu suri dan ratu Allura segera bergabung dan duduk bersama di belakang putri Estelle.


“Putri Estelle? Yang Mulia Ratu? Ibu suri?” Eliana terlihat melambai-lambaikan tangannya pada mereka bertiga. “Apa Yang Mulia Ratu Allura sudah membaik?”


“Sangat baik!” Putri Estelle yang menjawab penuh semangat. “Selamat atas pernikahanmu. Kami akan datang besok, sepupuku!” ucap putri Estelle lagi.


“Terima kasih! Aku tunggu kedatangan kalian.” Eliana tampak sedang tersenyum bahagia, hingga tampaklah ekspresi dari wajahnya yang berubah menjadi penuh tanya. “Eh? Sepupu?” Dia tampak terkejut.


“Iya, Eliana do’aku terkabul. Kau adalah sepupuku,” jawab putri Estelle sangat histeris hingga Ratu Alura dan ibu suri Noirland yang berada di belakangnya menutup telinga mereka berdua.


“Memangnya hasil tes DNA-nya sudah keluar?”


“Sudah! Bukankah pihak laboratorium diminta untuk langsung mengabarkan ke Noirland?” ujar putri Estelle.


“Mungkin Raja Gerald yang menerimanya dan belum sempat memberitahumu,” sambung ratu Allura.

__ADS_1


“Cucuku ….” Ibu suri tiba-tiba berkaca-kaca, pada akhirnya mereka bertiga saling berpelukan.


Di sana terlihat Eliana menjadi ikut terenyuh, mereka tak bisa berkata apa-apa karena saking terharunya. Di balik semua rasa sedih dan kehilangan yang meninggalkan duka, putri Estelle ternyata masih memiliki seorang sepupu dari Raisilian. Memiliki saudara perempuan yang baik hati dan berpikiran dewasa macam Eliana adalah sebuah mimpi baginya, setelah sejak lama ibunya tak pernah mengandung lagi, dan ayahnya hanya bermain dengan selirnya setiap hari.


“Siapa di belakangmu?” Ibu suri menunjuk pada layar. Di sana terdapat bayi yang menghampiri Eliana dengan merangkak.


“Dia adalah anak dari mendiang  Raja Gerry, Nek. Raja Gerald dan aku memutuskan untuk menjaganya,” jawab Eliana dari seberang.


Putri Estelle tersenyum dan memikirkan sebuah ide jahil.“Jadi mereka sudah memerankan ibu dan ayah ketika sebelum menikah, Nek! Nakal, kan?” goda Putri Estelle yang membuat Eliana terbelalak.


“Ya, tidak ada bedanya dengan yang bermain gendong-gendongan oleh pangeran Arshlan, padahal mereka baru akan menikah satu tahun lagi.” Tiba-tiba saja Raja Gerald memunculkan wajahnya pada layar. Dia menimpali pembicaraan melalui panggilan video itu dengan pernyataan yang mencengangkan.


“Jadi … putri Estelle akan menikah dengan pangeran Arshlan?” Kali ini giliran Eliana bertanya-tanya dan seperti ingin meledek sang putri sepupunya sendiri.


“Tidak!” Putris Estelle buru-buru menyahut. “Aku tidak sedang bermain gendong-gendongan, ya! Dia itu mau menculikku!” Putri Estelle terlihat geram.

__ADS_1


“Berarti benar? Putri Estelle telah digendong oleh pangeran Arshlan?” tanya Eliana yang membuat putri Estelle seakan terjebak oleh perkataannya sendiri.


“Arrrgh! Entahlah!” Putri Estelle terlihat kesal. “Dia itu psikopat gila, Eliana. Tolonglah, do’akan agar pernikahan kami dibatalkan saja,” mohon putri Estelle.


“Jangan bicara yang tidak-tidak, Estelle! Pangeran Arshlan dari Yorksland adalah anak yang baik!” Ibu suri menyanggah perkataan cucunya dan memarahi putri Estelle.


Putri Estelle berpaling dari layar sambil mengerucutkan bibirnya. Sepertinya dirinya menyalahkan Raja Gerald yang memulai pembicaraan tentang pangeran Arshlan.


“Sudah, sudah,” sela ratu Allura. “Sekarang kalian pasti sedang sibuk, kan? Kita putuskan saja sambungannya,” imbuh sang Ratu.


“Dah, sepupu! Besok kita akan bertemu,” salam dari putri Estelle pada Eliana. Karena agak dongkol karena sang ibu dan nenek lebih membela pangeran Arshlan, Eliana pun menyimpan tablet itu dengan agak keras.


Namun pembicaraan tentang pangeran Arshlan, membuatnya jadi teringat sesuatu.


 

__ADS_1


 


__ADS_2