
"Apakah Gerald sudah bertemu dengan Kevin?" tanya sang ibu suri.
Eliana dan bibi Odeth serentak menggeleng-gelengkan kepala mereka.
"Yang Mulia, belum ke mari. Benar, kan, bibi Odeth?" Eliana berkata demikian seraya menyusui bayi Kevin.
"Betul, Ibu Suri. Yang Mulia sama sekali belum datang ke mari," timpal dayang Odeth.
"Hmmm kebiasaan. Dia sudah berangkat lagi tanpa menemui anaknya terlebih dahulu." Ibu suri Paula menepuk dahinya sendiri.
"Memangnya, pergi ke mana Yang Mulia Raja?" Eliana merasa heran, karena Raja Gerald tidak bicara apa-apa padanya.
"Dia bilang ada urusan penting yang harus ia urus di Yorksland. Gerald pergi bersama Pangeran Arshlan," jawab ibu suri. "Padahal, ibu sudah menyuruhnya untuk pamit dulu pada Eliana dan menemui bayi Kevin. Tapi, dia bahkan tidak menggubrisnya," terang Yang Mulia ibu suri.
Eliana menggelengkan kepala terhadap perilaku calon suaminya itu.
"Oh, iya! Bibi Odeth, aku lupa!" Eliana menoleh pada sang dayang. "Tolong bekukan ASIP hasil perahan selama aku bepergian kemarin," pinta Eliana.
"Ada di mana, Nona?" tanya sang dayang.
"Tadi, pengawal sudah mengeluarkan mini freezer dari mobil. Coba tanyakan, pada pengawal yang ikut ke sana."
__ADS_1
"Baik, Nona Eli." Bibi Odeth pun segera melakukan permintaan Eliana.
Selepas bibi Odeth pergi, tinggallah ibu suri Paula dan Eliana. Ibu suri pun mendekati calon menantunya itu.
"Kau, masih suka memerah ASI selama di Noirland?" tanya ibu suri.
"Ya, selama ASI nya masih keluar, saya akan coba untuk terus pompa, Bu," jawab Eliana.
"Kau sudah memberitahu Gerald?" tanya sang ibu suri.
Eliana menganga, sepertinya ia melupakan hal penting yang harus calon suaminya tahu. "Saya lupa, Bu," ucapnya dengan polos.
"Oh, iya! Ratu Allura dan Putri Estelle akan segera pulang kembali ke Noirland. Kau sudah menjenguk ratu Allura lagi?" tanya ibu suri.
"Memangnya, Yang Mulia Ratu Allura sudah sembuh?" tanyanya.
"Hmmmm, sebenarnya belum. Tapi, kondisinya sudah jauh membaik. Dia sudah diizinkan melakukan perjalanan udara lagi, dengan pendampingan medis di atas pesawat tentunya," terang ibu suri.
"Ouh, begitu. Ya, kalau begitu nanti saya akan menjenguk Ratu Allura, sebelum dia pulang," ujar Eliana.
"Ah, dia cepat sekali tidurnya," puji ibu suri pada bayi Kevin yang sudah melepas isapan susunya.
__ADS_1
"Iya, ya." Eliana pun memindahkan bayi Kevin perlahan ke atas box bayinya.
Berusaha untuk tidak membuat goncangan berlebih, Eliana menidurkan bayinya. Bayi Kevin sedikit menggeliat ketika punggungnya bertemu dengan kasur.
"Ssst ... ssst ...." Eliana mendesis sambil menepuk-nepuk bayi Kevin agar sang bayi kembali lelap.
"Kita bicara di luar, yuk," ajak ibu suri.
Namun sebelum mereka keluar, ternyata ada bibi Odeth bersama seorang pengawal yang masuk ke dalam kamar tersebut terlebih dahulu.
"Nona, ini freezernya." Bibi Odeth menunjuk pada sebuah benda berbentuk kotak berwarna putih yang dibawa oleh pengawal di sebelahnya.
"Baiklah, terima kasih sudah dibawakan ke mari, ya!" ujar Eliana.
"Bibi Odeth sudah tahu, kan, bagaimana cara menyimpannya. Masing-masing kantung ASI sudah kuberi tanggal." Eliana menunjuk pada coretan yang ada di depan bungkus ASI perah.
"Baik, Nona. Sekarang Nona mau ke mana?" tanya bibi Odeth.
"Emm, ibu suri mengajakku berbicara di luar. Bayi Kevin juga sudah kutidurkan, kok."
"Oh, baik, Nona. Serahkan pada saya saja."
__ADS_1