Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Penyusup


__ADS_3

"Tolong ...! To --"


Putri Estelle pun tak sadarkan diri dalam gendongan orang yang membekapnya. Sapu tangan yang digunakan si penculik tersebut telah dibubuhi sebuah cairan dengan nama kloroform. Cairan yang biasa digunakan agar si korban tak sadarkan diri.


*


"Sampai saat ini, aku masih mengekspor beberapa mesin untuk Yorksland, yah ... juga beberapa impor bahan-bahan tekstil dan rempah-rempah juga dari kerajaanmu. Apa perlu aku hentikan sebagai bentuk gertakkan dari Raisilian?" Sang raja masih belum tidur, walau hari sudah selarut ini.


"Lebih baik begitu," jawab pangeran Arshlan. "Aku mendapat kabar, jika ibuku pergi ke tempat kerajaan lain dan melakukan hal yang sama."


"Ratu Maria meminta kerajaan lain juga menghentikan kerja sama dagang untuk Yorksland?" tanya raja Gerald.


Pangeran Arshlan menganggukkan kepalanya. "Benar sekali." Sang pangeran sedang duduk di jendela ruang kerja raja Gerald. "Pada awalnya aku panik menyangka ibuku pergi ke mana atau ada seseorang yang menculiknya, ternyata setelah kudengar kabar jika ibuku sedang pergi ke kerajaan-kerajaan tetangga untuk menyelamatkan diri sekaligus meminta dukungan."


"Biarkan pamanmu merasa berada di atas awan. Lalu perlahan-lahan diruntuhkan. Aku yakin, setiap kerajaan pasti akan mencabut kerja sama perdagangan dengan Yorksland jika mereka tahu kini kerajaan kalian dikuasai oleh pengkudeta." Raja Gerald mengucapkan dugaannya, namun sayang, perhatian pangeran Arshlan bukan lagi pada pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Hei kau dengar aku?" tanya sang raja pada kawannya itu.


Pangeran Arshlan terlihat memperhatikan bayangan berkelebatan di antara pepohonan hutan Raisilian. Kemampuan bela dirinya yang tinggi juga didukung dengan kepekaan indra yang di atas rata-rata orang biasa.


Hal-hal yang tidak disadari oleh raja Gerald, dapat dengan mudah dilihat, didengar, dan dirasakan oleh pangeran Arshlan.


"Tunggu! Ada penyusup!" Sang pangeran langsung melompat dari jendela ruangan kerja raja Gerald.


"Hei!" tegur sang raja saat pangeran Arshlan sudah berlari jauh masuk ke arah hutan.


Meskipun hutan istana Raisilian tidak dipenuhi semak-semak belukar seperti hutan belantara pada umumnya, namun pohon-pohon yang tinggi dan suasana gelap nan sunyi, tetap manjadi medan yang sulit untuk dilalui di malam hari.


Seet ...!


Kaki jenjangnya menendang tanah, yang membawa tubuh melompat dan hinggap di atas dahan pohon. Tak perlu menunggu satu detik, dahan itu memantulkan pangeran Arshlan meraih sang penyusup yang sedang berlari itu.

__ADS_1


Bug


Sang pangeran memukul bagian belakang kepala penyusup tersebut.


"Aaaak ...!" teriaknya dan langsung tersungkur di hadapan pangeran Arshlan. Sang pangeran dengan sigap membawa tubuh putri Estelle yang hampir ikut terjatuh bersama si penyusup.


Sebelum penyusup tersebut sadarkan diri, pangeran Arshlan menekan titik-titik krusial dari penyusup tersebut. Tujuannya adalah agar ketika penyusup tersebut sadar, ia telah tak bisa menggerakkan tubuhnya barang sedikit pun.


Dengan segera, pangeran Arshlan membawa kembali putri Estelle ke istana. Dirinya juga tak lupa menghubungi para bagian keamanan istana untuk membawa penyusup tersebut sebagai tahanan.


"Emmm ... emmm ...."


"Kau sudah sadar?" tanya sang pangeran ketika dirinya sedang menggendong putri Estelle di pundaknya seperti karung beras.


"Apa?" teriaknya histeris. "Turunkan! Turunkan!" Putri Estelle memukul-mukul pada punggung pangeran Arshlan.

__ADS_1


"Diamlah!"


"Aaah, penculik ... tolong ... aku diculik ...!"


__ADS_2