
"Apa ini?"
"Ini adalah batu giok ratu, yang diberikan padaku tadi," ucap ratu Eliana. "Jika kita ingin membebaskan tahanan Raisilian, maka kita membutuhkan batu Giok ini."
Sang raja tampak berpikir. Karena dirinya akan banyak urusan yang disebabkan kekosongan kursi menteri keuangan dan menteri sumber daya. Sementara itu, ratu Eliana pun sedang mengandung anaknya, maka dari itu siapa yang akan ia pilih untuk menjadi perwakilan dari Raisilian?
"Suamiku, apakah kau sangat membutuhkan tuan Antony dalam pekerjaanmu?" tanya ratu Eliana tiba-tiba.
"Kenapa bertanya begitu?" Sang raja mengerutkan alisnya.
"Aku hanya sekedar bertanya, kok," jawab sang ratu.
"Sangat, aku sangat membutuhkannya. Bisa dibilang dia adalah bayangan yang akan ikut ke mana pun aku pergi." Lalu sang raja tersenyum nakal setelah berkata demikian. "Kecuali kalau di atas ranjang seperti ini, aku akan mendepaknya kalau dia mengikutiku," lanjutnya. "Jadi tenang saja, ratuku! Posisimu di hatiku tidak akan tergantikan."
Ratu Eliana melengos mendengar jawaban jahil dari suaminya, yang kini malah memeluknya dengan erat.
"Bukan begitu, aku serius bertanya," protes ratu Eliana. "Menurutku, apa tidak lebih baik jika yang pergi menjadi perwakilan ke Noirland adalah tuan Antony saja? Beliau paling pas mengemban tugas ini," ucap Sang Ratu.
__ADS_1
Sang raja terlihat berpikir, dia sedang mempertimbangkan perkataan dari ratunya. Karena Antony sangat ia butuhkan saat ini, jika ia mengutus Antony, siapa yang akan membantu pekerjaannya?
"Baiklah, besok akan kubicarakan dengan Antony. Ayo kita tidur!" ajak Raja Gerald sambil menarik selimutnya dan kemudian memeluk ratu yang di sampingnya.
Lampu tidur di atas nakas pun dipadamkan, dengan harapan mereka bisa tidur nyenyak sampai pagi. Meskipun Yang Mulia Raja pasti akan terbangun pada dini hari seperti biasanya.
"Suamiku," panggil ratu Eliana.
"Hmmm?" jawab sang raja sambil menutup mata.
"Apa di dapur istana ada kacang mede?" tanya sang ratu."
"Bisakah kau mengambilkannya untukku?" pinta ratu Eliana.
"Minta saja pada dayang, mereka akan mengambilnya untukmu." Raja Gerald masih setia menutup matanya.
"Mereka semua di luar kamar, tidak ada yang menunggu di dalam," keluh sang ratu lagi.
__ADS_1
"Kalau begitu tidur saja dulu, ini sudah malam," jawab sang raja dengan suara yang mulai parau.
Ratu Eliana diam tak menjawab sementara itu raja Gerald sudah mulai hilang kesadarannya dan terbawa ke alam mimpi.
*
Keesokan harinya.
"Antony, ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Sang raja memanggil Antony begitu ia baru keluar dari kamarnya.
"Baik, Yang Mulia." Antony yang sedari tadi menunggu di depan kamar sang raja pun segera mengekor ke mana rajanya pergi.
Mereka berdua pun masuk ke ruang kerja sang raja, rencananya raja Gerald ingin mempertimbangkan saran dari ratu Eliana mengenai perwakilan dari Raisilian untuk menuju ke Noirland.
"Jadi kemarin, aku mendapatkan kabar jika ada warga sipil dari Raisilian yang ditawan di Noirland tanpa sebab kesalahan yang jelas. Kurasa aku sudah menceritakan bagian yang ini," ujar sang raja mengawali pembicaraannya.
"Iya, benar, Yang Mulia," tukas Antony.
__ADS_1
"Jadi sebenarnya, tujuan aku memanggilmu ke mari adalah, karena ingin memintamu untuk menjadi perwakilan Raisilian membebaskan warganya yang ada di Noirland. Karena sang ratu sedang hamil muda dan dilarang bepergian, sementara aku harus mengurus beberapa tugas menteri yang kosong dan mencari pengganti mereka. Bagaimana menurutmu."