Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Empat Ratus Ribu Bulan


__ADS_3

"Ta ... tapi ...?" Eliana menutupi dadanya lagi.


"Kenapa?" Raja Gerald bertanya dengan penuh tatapan intimidasi."


"Tapi ... tadi ... bibi Odeth sudah memijatku," ucap Eliana beralasan.


"Apa dayang itu juga memijat ini?" Raja Gerald menunjuk pada dada Eliana.


"Ti ... tidak," jawab Eliana gugup sambil menggelengkan kepala.


"Ya sudah, biar aku yang memijat!" Gerald langsung berdiri di depan Eliana.


Mau tidak mau, Eliana pun akhirnya ikut duduk di depan Gerald berhadap-hadapan.


"Minggir!" Gerald menyingkirkan tangan Eli dari depan tubuhnya.


Perlahan tapi pasti, Raja Raisilian VII itu menarik resleting baju Eliana.


Eliana merasa sangat gugup, padahal ini bukan pertama kalinya, dirinya mempertontonkan aset berharga miliknya.

__ADS_1


Sreet


Perlahan resleting pun terbuka.


Plak


Eliana menyingkirkan tangan Raja Gerald dengan kencang, hingga tak sengaja ia memukulnya.


"Kau ...," geram Raja Gerald sambil mengeratkan rahangnya. Namun ia tak melanjutkan kemarahannya, ia takut bayi Kevin terbangun.


Eliana mengeratkan kembali pelukannya pada tubuhnya sendiri. "Anu ... anu ...," gugup Eliana. Ia takut telah menyinggung sang Raja.


"Itu ... bibi Odeth bilang, kita tidak boleh bersentuhan. Dia bilang kita bukan suami istri! Kalau Raja mau menyentuhku, Raja harus menikahiku!" tuntut Eliana memberanikan diri.


Gadis itu menatap Sang Raja yang ada di hadapannya. Ia menyadari sorot mata Raja Gerald sangat tajam, Eliana pun segera menunuduk dan berpaling menjauhkan tubuhnya dari sang Raja.


"Aku ... aku ... hanya melindungi harga diriku," ucap Eliana dengan polos.


Raja Gerald kembali berdiri, berkacak pinggang dan mengembuskan napas dengan kasar. Sambil meraup wajahnya sendiri, pria nomor satu di kerajaan Raisilian itu berkata, "Jadi kau tidak ingin kupijat?" tanya Raja itu.

__ADS_1


Eliana menganggukkan kepalanya. "Eh ... tidak maksudku," ralat Eliana sambil menggelengkan kepalanya. "Bibi Odeth bilang Raja bukan suamiku, jadi Raja tidak boleh menyentuh dadaku." Si polos Eliana berkata dengan malu-malu.


Mendengar kata 'menyentuh dada' sontak membuat Raja Gerald memanas. Dari rahang menuju ke pipi hingga telinganya dijalari warna kemerahan. Apa-apaan yang dikatakannya?


"Baiklah!" seru Raja Gerald. "Aku tidak akan memijatmu, turuti saja kata bibi Odeth, sang dayang tercintamu itu! Tapi ... bayar sebanyak dua juta keping emas untuk menutupi hutang ayahmu!"


Eliana mendongak terkejut. Ia baru tau, jika ternyata sebanyak itu hutang sang ayah.


"Dengan kau bekerja sebagai pelayan di luar sana, gajimu hanya lima keping emas perbulan!" Raja Gerald membuka seluruh jarinya menunjukkan angka lima. "Butuh empat ratus ribu bulan untuk membayar semuanya." Seringai Raja Gerald tercipta.


"Silakan pergi!" Raja Gerald menanggahkan dagunya. "Sudahlah tak apa ... pergilah! Biar aku bersama Kevin sendiri, mungkin Kevin memang tetap harus minum dari botol susunya saja," ujar sang Raja dengan memasang wajah sedih dan membelai surai bayi Kevin yang sedang tertidur pulas.


Eliana yang merasa bingung pun berkata, "Yang Mulia, itu artinya Yang Mulia harus menikahi saya." Sekali lagi perkataan polos keluar daru mulut Eliana.


"Kau pikir, seorang Raja sepertiku pantas menikahimu? Harga dirimu sudah dijual oleh ayahmu padaku!" Ucapan pedas itu keluar dari Raja Gerald.


"Sudah! Pergilah! Aku tak ingin melihatmu lagi! Kau bisa cicil saja hutang ayahmu sebanyak lima keping emas selama empat ratus ribu bulan!"


Eliana berkaca-kaca sambil menatap Raja Gerald. "Tidak Yang Mulia, hamba mohon. Hamba rela, maafkan hamba sudah lancang! Hamba sudah tidak punya harga diri lagi, harga diri hamba milik Yang Mulia Raja sepenuhnya." Bersujud Eli pada Sang Raja Gerald.

__ADS_1


Sementara itu, Gerald tersenyum penuh kemenangan. Seumur hidup belum pernah ia mengerjai seorang wanita, dan Eliana memberi pengalaman menyenangkan seperti ini baginya.


__ADS_2