
“Ingin bertemu ibumu.” Pangeran Arshlan menjawab dengan santai sambil tetap melangkah melewati sang putri.
Dua langkah sang pangeran melewati putri Estelle, sang putri kembali menghadang langkahnya.
“Mau apa?” tanya wanita cantik itu dengan penuh curiga.
“Melamar kamu. Puas!” jawab sang pangeran lagi sambil terus melangkah melewati putri Estelle, kali ini bahkan sang pangeran sengaja menubruk bahu putri Estelle, hingga gadis itu sedikit limbung dengan berdirinya.
Benar-benar memalukan. Begitu dalam hati sang putri. Jawaban dari pangeran Arshlan benar-benar membuatnya merasa malu. Rona di pipinya kembali membara. Bagaikan apel-apel yang siap diterjang anak panah. Kenapa pangeran Arshlan bisa mengatakan hal memalukan seperti itu dengan mudahnya.
Sementara itu, pangeran Arshlan sudah duduk di salah satu sofa yang di kamar ratu Allura. Dia berhadapan dengan sang ratu dan seakan siap untuk memulai pembicaraan.
Putri Estelle terburu-buru mengikuti mereka berdua dan ingin bergabung. Aku tidak akan membiarkan kau berbicara dengan ibuku berdua saja. Aku pastikan kau tidak bisa mengobrolkan hal yang aneh-aneh semaumu, pangeran Arshlan. Batin sang putri mengancam pangeran Arshlan.
__ADS_1
“Hassyim!” Sang pangeran tiba-tiba bersin. Apa ada orang yang membicarakanku diam-diam?
“Ada apa, Ananda?” tanya ratu Allura dengan suara bijaknya.
“Ananda ingin menanyakan banyak hal pada Yang Mulia ratu,” jawab sang pangeran dengan sopan. Walaupun pangeran Arshlan memiliki image yang pecicilan dan waktu kecil dikenal nakal, namun sang pangeran telah belajar tata krama kerajaan yang membuatnya mengerti cara berperilaku pada orang yang lebih tua, seperti sekarang ini.
“Silakan, akan kujawab semampuku,” ujar sang ratu seraya tersenyum.
Sementara itu putri Estelle memasang tatapan waspada pada sang pangeran.
“Iya, ada apa?”
“Apa ada kerja sama yang sedang berusaha dibuat oleh mendiang raja Jeremy dengan raja Morreno? Mengapa putri Estelle direncanakan untuk menjadi selir di Danishian?”
__ADS_1
Ratu Allura langsung terkesiap mendengar pertanyaan sang pangeran. “Apa berita ini sudah tersebar ke luar?” tanya ratu Allura dengan wajah khawatirnya.
Sang pangeran menggelengkan kepalanya setelah itu menunjuk putri Estelle yang berdiri di belakang ratu Allura dengan dagunya. “Tidak! Saya hanya tau semua ini dari putri Estelle sendiri.”
Putri Estelle menggerak-gerakkan tangannya, mengisyaratkan kata ‘tidak’. Namun, gerakan tangan itu berhenti di kala ibunya menoleh ke arahnya.
“Kau menceritakan semuanya pada ananda Arshlan, sayang?” tanya sang ratu.
“Anu … aaa … eeeem ….” Putri Estelle tiba-tiba menjadi gugup dalam bicara.
“Katakan saja, sayang …. Aku mau kita berterus terang akan hubungan kita,” seloroh sang pangeran yang membuat putri Estelle membelalakkan mata.
“Jadi begini ibunda ratu ….” Tiba-tiba saja sang pangeran memanggil ratu Allura menjadi ibunda ratu. Hal itu membuat putri Estelle semakin terkejut dan kesal juga tentunya.
__ADS_1
“Hamba dan putri Estelle sudah berniat untuk terus terang akan hubungan kita sejak lama, dan kita ingin meneruskannya dengan ikatan yang lebih serius. Namun … hamba dikejutkan dengan berita ketika sang putri dijodohkan dengan raja Morreno. Sesungguhnya ada perjanjian apakah yang dilakukan oleh mendiang ayahanda raja dengan raja dari Danishian tersebut, sehingga tuan putri harus menikah dengan raja Morreno dan menjadi salah satu selirnya.” Bahkan pangeran Arshlan pun menyebut ayahanda raja pada raja Jeremy tanpa canggung.
Ratu Allura tersenyum bahagia. “Jadi kalian berpacaran? Ini berita yang bagus untuk ibunda, anak-anakku.”