Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Rapat Dua Kerajaan


__ADS_3

Pertemuan dua kerajaan akhirnya dilaksanakan. Antara Raisilian dan Noirland, masing-masing telah mengirim para petinggi kerajaan dan juga anggota parlemennya.


Beruntung, raja Gerald sudah sempat mengganti anggota parlemen yang menjadi pengikut menteri Garfield dahulu. Sehingga 80% menteri yang saat ini adalah menteri baru dengan proses seleksi yang sangat ketat. Dapat dipastikan jika menteri-menteri kerajaan Raisilian sekarang, bukanlah pembelot seperti paman-pamannya dahulu.


"Terima kasih, untuk kalian semua yang sudah bersedia meluangkan waktu berkumpul di tempat ini," sambut ibu suri Noirland selaku tetua dari kedua kerajaan tersebut.


Semua hadirin yang ada di sana memperhatikan dengan seksama. Mereka tidak tahu apa tujuan dari undangan tersebut dilayangkan pada mereka.


"Mungkin, kalian semua sudah tahu ... jika kini cucuku bukan hanya putri Estelle seorang." Sang nenek langsung mesuk ke pokok intinya tanpa banyak berbasa-basi.

__ADS_1


"Ada juga putri Eliana, yang merupakan putri dari sang putri mahkota yang terdahulu, yaitu Putri Alana." Mata ibu suri berkedut-kedut menahan air agar tidak berjatuhan. Mengucapkan kalimat putri mahkota benar-benar membuatnya sedih karena mengingatkan dirinya pada putri sulung yang selalu menjadi kebanggaannya.


"Aku ... sudah tua renta seperti ini. Lalu ... putri Estelle pun, akan segera menjadi bagian dari warga istana Yorksland mengikuti suaminya nanti." Ibu suri menjeda kalimatnya terlebih dahulu.


Kalimat terakhir dari sang nenek membuat putri Estelle malu hingga memerah pipinya yang menjalar sampai ke telinganya.


"Sementara itu ... ratu Allura, juga mengajukan untuk mundur dari tahta kerajaan. Sehingga kami sepakat, ingin mengembalikan tahta Noirland kepada keturunan sang putri mahkota yang sah." Wanita berusia lanjut itu berkata dengan mantap.


Tidak ada yang berani menyela meski semuanya ingin tahu maksud dari pembicaraan Yang Mulia ibu suri.

__ADS_1


"Aku mengumpulkan kalian di sini, untuk memberitahu akan pelimpahan tahta yang selalu bergulir secara estafet setiap pemimpin sebelumnya telah tiada. Namun kali ini lebih dari sekedar pengalihan kepemimpinan saja." Ibu suri berdiri dari tempat duduknya. Kemudian dia menatap pada ratu Allura.


"Dia ... Ratu Allura, Ratu Noirland yang akan menyampaikan dengan lebih gamblang. Jadi ... pembukaan dariku, dicukupkan sekian." Ibu suri Noirland duduk kembali setelah mengakhiri ucapannya.


Semua mata beralih pada ratu Allura, menatap pada ratu yang sedang menjadi pemimpin tunggal di kerajaan Noirland tersebut.


"Apa yang dikatakan oleh ibu suri Theresa sangat benar. Saya sudah harus menyerahkan pedang kekuasaan di Noirland untuk pemerintahan selanjutnya. Hanya saja, saya tidak lagi memiliki penerus yang bisa diajak untuk membicarakan mengenai pemerintahan dan kerajaan. Maka dari itu, saya selaku ratu tunggal di Noirland, akan melimpahkan tahta yang saat ini sedang saya kuasai!" tegas ratu Allura yang terlihat seperti sedang serer.


Raja Gerald tidak terkejut, karena dirinya sudah mengira, jika panggilan dari Noirland untuk Raisilian adalah sesuatu yang berkaitan mengenai tahta kerajaan.

__ADS_1


"Karena kalian sudah tahu semua mengenai pernikahan putriku yang baru saja sudah disinggung oleh ibunda Theresa, maka dari itu pedang kerajaan ini akan digulirkan pada keturunan dari putri Alana selaku putri mahkota yang asli sejak dahulu." Ratu Noirland menghela napas besarnya terlebih dahulu.


"Atas inisiatif yang telah didapatkan saat kami berembug semalam, maka dari itu ...."


__ADS_2