
"Baiklah, jaminannya adalah nyawa putrimu!" ancam pangeran Arshlan sekali lagi.
"Baik." Raja Jeremy tak memiliki jalan lain untuk terlepas dari ancaman sang pangeran. "Apa ada lagi yang kau inginkan?"
Sang pangeran tersenyum sinis.
"Tapi ... kau tau sendiri, kita tak memiliki hubungan yang dekat. Dukunganku tidak berpengaruh apa-apa untuk dirimu dalam persidangan nanti," lanjut raja Jeremy.
"Hmmm, kau benar juga! Apa ada cara untuk mendekatkan hubungan kekerabatan kita?" uji sang pangeran pada raja licik di hadapannya. Apakah raja Jeremy akan menawarkan sesuatu yang menguntungkan baginya?
"Emmm ... itu ... pernikahan!" jawab sang raja dengan spontan.
"Pernikahan?"
"Eemm ... ya!"
"Aku menikahi Emilda? Yang benar saja?" Sang pangeran menertawakan tawaran raja Jeremy. Aku lebih baik melajang jika harus menikah dengan wanita penjahat sepertinya.
__ADS_1
Pangeran Arshlan menolak dalam hatinya.
"Estelle! Kau lupa, aku punya seorang putri lagi yang juga sedang tinggal di Raisilian. Putri Estelle," tawar sang raja dengan senyum girang yang terlihat menjijikkan.
Selain raja yang bodoh, dia juga memang ayah yang payah. Dia ingin menggadaikan seorang putrinya untuk menyelamatkan putri yang lainnya. Sangat tidak adil! Malang sekali nasibmu si cengeng!
"Putri Estelle, ya? Baiklah, aku terima tawaranmu!" Sang pangeran menjabat tangan sang raja yang penuh dengan keringat dingin.
"Tapi kau harus pegang ucapanmu! Jangan sampai Emilda mati besok!" pinta raja Jeremy.
Seraya menyalakan rokok yang ia keluarkan dari jas nya. Pangeran Arshlan berjalan keluar meninggalkan istana Noirland.
Terlihat melenggang santai sang pangeran, berbeda sekali dengan raja Jeremy yang merasa dipecundangi oleh anak muda macam pangeran Arshlan.
"Seujung kuku pun aku tak sudi bermenantukan dia!" umpat sang raja setelah pangeran Arshlan tak terlihat lagi.
"Kau tidak bisa begitu, Jeremy!" Tiba-tiba ibu suri Theresa, -ibu dari raja Jeremy, datang menghampiri. Selama perbincangan raja Jeremy dengan pangeran Arshlan tadi, ibu suri mendengarkan dan menyimaknya.
__ADS_1
Raja Jeremy menatap ibunya sekilas, lalu kemudian tak menggubrisnya.
"Kau tau? Noirland akan mendapat masalah besar jika berurusan dengan pangeran Arshlan. Bahkan hanya dengan sebelah tangan pun, pangeran Arshlan mampu meratakan Noirland dengan tanah!" Ibu suri memperingati anaknya.
Wajah raja Jeremy sudah sangat memerah. Kedatangan sang pangeran dari Yorksland yang tidak lebih dari lima menit di istananya, ternyata mampu merusak suasana hatinya dan membawa ancaman bagi kerajaannya.
"Estelle sudah kujodohkan dengan raja Morreno!" ucap sang raja dengan tegas.
Ibu suri Theresa langsung menolehkan kepalanya dengan tatapan tajam. "Selir? Kau menjodohkan putrimu untuk menjadi selir?" Ibu suri menggelengkan kepalanya.
"Seorang putri kerajaan menjadi selir merupakan hinaan bagi kerajaan tempat sang putri tersebut berasal. Apa alasanmu melakukan itu?" Sang ibu suri benar-benar tak terima.
"Raja Morreno bekerja sama dengan menteri Garfield untuk menguasai tambang emas. Dia menjanjikan bagiannya untuk kita jika bersedia menikahkan salah satu putri menjadi selirnya," ucap raja Jeremy dengan santai, seakan putri Estelle adalah putri yang sangat tidak berharga di matanya. Dia menggadaikan putri bungsunya ke sana ke mari demi menyelamatkan dirinya.
Ibu suri Theresa sangat marah. Matanya melebar ke arah anaknya, darahnya benar-benar mendidih mendengar perkataan raja Jeremy terhadap cucu kesayangannya.
"Kau anggap apa anakmu, Jeremy!"
__ADS_1