Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Batu Giok Keluarga


__ADS_3

Seraya menggenggamkan benda itu ke dalam kepalan tangan ratu Eliana, ratu Allura berkata, “Tolong, gunakan batu ini untuk membebaskan tahanan Raisilian yang ada di Noirland.”


Ratu Eliana menatap sesuatu yang diberikan oleh ratu Allura pada genggamannya. "Ini ...." Ia ragu saat melihat batu giok yang berkilau indah di tangannya.


"Ini adalah batu giok Ratu milik kerajaan kami. Di Noirland, jika seseorang memegang batu giok raja atau batu giok ratu, maka dirinya bisa bebas mengambil keputusan maupun memberi wewenang yang pasti akan langsung dituruti oleh para petinggi kerajaan dan juga rakyat," ucapnya lagi.


"Kenapa Yang Mulia ratu berikan ini pada saya?" Eliana keheranan.


"Tolong, kamu pergi ke Noirland dan bebaskan mereka. Tanpa ini, penjaga tahanan tidak akan mudah melepaskan mereka," ucap sang ratu Noirland itu.


"Yang Mulia tetap akan di sini?" tanya Eliana.


"Ya, setidaknya hingga Paula membaik."


"Tapi, sepertinya aku tidak diizinkan berkendara untuk sementara," elak Ratu Eliana sambil mengelus perutnya yang masih agak rata. Ia memang dilarang untuk bepergian sementara sebelum menginjak kehamilan trimester keduanya.


Mengandung bayi yang merupakan calon putri atau pangeran itu sangat dijaga dengan ketat oleh tim medis. Ia benar-benar tak bisa sembarangan makan maupun bepergian.

__ADS_1


"Tapi, aku bisa mendiskusikan pada Yang Mulia, mengenai siapa yang akan ke Noirland dan membawa bati giok ratu ini," lanjut ratu Eliana.


Ratu Allura mengangguk. "Baiklah, siapa pun yang akan pergi ke Noirland, usahakan dia adalah utusan yang bisa dipercaya. Karena, tidak boleh sembarang orang yang memegang batu giok ratu ini." Ratu Allura memperingati.


"Saya akan ingat nasihat anda, Yang Mulia Ratu," jawab Eliana menyanggupi.


"Terima kasih. Di sana kau juga bisa minta bantuan pada nenek maupun Estelle," ujar ratu Allura.


"Baik. Kalau begitu, saya tinggal dulu ya, Yang Mulia ratu. Beristirahatlah," pamit ratu Eliana pada ratu Allura.


*


Di kamar mereka, raja dan ratu sedang berbincang. Semenjak menikah, raja Gerald dan ratu Eliana tidur dalam kamar yang sama. Sementara bayi Kevin, dibuatkan kamar khusus yang ditemani sang dayang. Meski sekali-kali, Eliana juga mengunjungi bayi kecilnya itu.


Raja Gerald memutuskan untuk menobatkan Kevin sebagai pangeran, meski bukan anak kandungnya. Dia pun berencana untuk tidak akan menyembunyikan identitas Kevin pada semuanya. Bagaimanapun juga, eksistensi raja Gerry pernah ada, dia pernah menikah dan memiliki anak secara sah.


Dunia tetap harus tahu, jika Kevin adalah anak daru Yang Mulia Raja Gerry mereka, Raja Raisilian VI. Bila sudah saatnya nanti, Raja Gerald akan membuat Kevin dikenal dan mengenal dunia.

__ADS_1


"Yang Mulia, aku hampir lupa." Ratu Eliana teringat akan sesuatu, dia bangkit dari ranjangnya. Padahal dia sudah hampir tertidur lelap.


"Ada apa sayang?" tanya Raja Gerald.


Berbeda dengan ratunya, sang raja masih membaca buku sembari tangannya mengusap kepala istrinya.


"Ini." Ratu Eliana menyerahkan batu giok ratu untuk Raja Gerald.


"Apa ini?" Raja Gerald merasa heran. Ini bukan sesuatu yang biasa. Dari mana Eliana memperoleh batu giok seperti ini?


"Apa ini?"


"Ini adalah batu giok ratu, yang diberikan padaku tadi," ucap ratu Eliana. "Jika kita ingin membebaskan tahanan Raisilian, maka kita membutuhkan batu Giok ini."


*


Follow ig author: kak.ofa

__ADS_1


__ADS_2