Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Calon Istri Pangeran


__ADS_3

“Huuuft! Aku malas berurusan dengan pria itu!” Putri Estelle memutar arahnya kembali untuk meninggalkan taman.


Dia berusaha berjalan menjauh dari orang yang ingin ia hindari. “Sebaiknya aku tidur di kamar saja,” gumamnya seraya tetap berjalan.


“Hei!” Seseorang tiba-tiba berdiri di hadapan putri Estelle.


Sang putri mendengus. Aku sudah berusaha menghindar, kenapa dia malah mendekat ke mari? Putri Estelle membatin dengan rasa jengkel.


“Mau ke mana, calon istri?” goda pria di hadapan putri Estelle sambil tersenyum yang terlihat benar-benar menjengkelkan bagi sang putri.


Putri Estelle memicingkan matanya. “Calon istri? Siapa yang calon istrimu? Sembarangan saja!” gerutu sang putri.


Pangeran Arshlan, si pria yang ada di hadapan putri Estelle ini menyudutkan sang putri dengan berjalan maju. Satu langkah ke depan pangeran Arshlan, membuat satu langkah mundur putri Estelle.


“Apa sih?” Putri Estelle terlihat benar-benar risih dengan pangeran Arshlan.

__ADS_1


“Kau tidak bisa menghindar tuan Putri!” ledek sang pangeran yang ingin terus berusaha menjahili sang putri. Dalam pikiran pangeran Arshlan, dia merasa jika putri Estelle sudah resmi menjadi calon istrinya sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh dirinya dan raja Jeremy, ayah dari putri Estelle.


“Aku tidak pernah berusaha menghindar! Kau saja pangeran yang aneh!” risau sang putri yang melihat pangeran Arshlan dengan tatapan sangat aneh.


“Oh, iya! Mungkin karena kau terlalu lama di Raisilian, sepertinya ayahmu belum sempat memberitahumu!” Sang pangeran terus maju, hingga putri Estelle tersudut pada sebuah dinding kawat untuk tanaman merambat pada area taman tersebut.


“Apa sih?” dengus sang putri yang merasa pangeran Arshlan sedang membual.


“Aku dan ayahmu telah melakukan perjanjian, ayahmu menukar nyawa kakakmu dengan dirimu …,” bisik sang pangeran di telinga putri Estelle.


“Iya, perjanjian! Ayahmu telah menukar dirimu dengan kakakmu!” tegas sang pangeran sekali lagi.


Putri Estelle menunduk kembali, ia tetap merasa tak percaya. Bualan apa yang ia maksud.


Putri Estelle tidak menggubris pangeran Arshlan, dirinya pun mencoba berjalan dari sisi sang pangeran agar dapat segera pergi.

__ADS_1


“Hei, calon suamimu sedang berbicara! Kenapa kau malah pergi?” pangeran Arshlan terlihat kesal. Baru kali ini dia merasa senang menjahili seorang gadis. Apalagi gadis itu adalah gadis yang sering ia ledek sebagai gadis manja dan cengeng.


Putri Estelle menghentikan kembali langkahnya ketika pangeran Arshlan terasa mencengkeram bahunya. “Hiiish!” Sang putri menepis tangan pangeran Arshlan.


“Oh, jadi begini?” Pangeran Arshlan menatap pada telapak tangannya yang ditepis oleh putri Estelle.


“Aku akan katakan pada raja Jeremy jika anak bungsunya menolak menikah denganku, maka esok aku akan menggantung putri Emilda di aula istana,” tukas sang pangeran geram.


Memangnya ayah melakukan perjanjian apalagi dengan pangeran bodoh ini? Tidak cukupkah dirinya menjodohkan aku dengan Raja Morreno? Apa maksudnya jika aku juga akan dijodohkan dengan pangeran Arshlan? Memangnya seorang perempuan boleh menikah dengan dua orang pria. Keterlaluan!


Putri Estelle membatin sambil bergidik. Hal tersebut justru menambah kesalah pahaman pada pangeran Arshlan.


“Putri Estelle sekali lagi aku beri tahu padamu, kau menikah denganku? Atau esok aku bunuh kakakmu?” ancam sang pangeran.


Putri Estelle tak menjawab, matanya hanya berkaca-kaca yang malah membuat panik pangeran Arshlan.

__ADS_1


__ADS_2