
Sesuatu yang bersinar dilempar ke arah tahanan. Jeruji besi itu meloloskan sebuah kunci yang langsung diterima oleh narapidana di dalamnya.
"Terima kasih ...," bisik wanita narapidana itu pada penjaga yang memberinya kunci.
*
"Jadi, apa yang hubungannya kalung itu dengan simbol pada kertas milik tuan Dave, Yang Mulia?" tanya Antony ketika sang Raja sedang mengamati kalung tersebut.
"Kau lihat, Antony? Selama ini kita salah melihatnya, kalung milik Eliana bertuliskan angka 9. Sementara kalung milik kakakku, bertuliskan angka 6." Raja menyadari kekeliruannya.
"Aku baru menyadari setelah melihat angka 69 pada simbol ini. Dan kau lihat? Kalung milik Eliana ini, merupakan simbol setengah lingkaran bagian kanan. Yang itu artinya, kalung peninggalan kakakku, merupakan simbol setengah lingkaran bagian kiri," ungkap sang Raja lagi dengan terlihat lebih yakin.
"Kalau begitu, kalung ini benar milik nona Eliana, kan?"
"Iya!" Sang Raja mengangguk dengan mantap. "Kau tau artinya? Kalung milik kakak masih ada di pencuri itu! Dan itu adalah sang dayang!" tegas sang Raja pada analisanya.
Drap drap drap.
Seorang pengawal mendekat pada mereka berdua.
"Ada apa?"
"Menteri Sumber Daya menitipkan ini sebelum dia pergi," jawab pengawal.
"Lagi-lagi surat? Ada apa ini? Kenapa banyak surat yang kuterima hari ini?" tanya Sang Raja.
"Hanya ada dua, Yang Mulia."
Sang Raja mendelik pada Antony.
"Hamba hanya mengingatkan."
Raja Gerald tak menggubris Antony. Ia pun langsung membaca surat dari Menteri Sumber daya.
Salam, Yang Mulia.
__ADS_1
Pembicaraan kita tadi sebenarnya belum usai, tapi hamba tak punya waktu lagi untuk menemui anda lagi dan menyampaikannya.
Ketiga paman anda merencanakan kudeta untuk anda. Mereka ingin mengusung menteri keuangan George untuk menjadi pemimpin baru.
Selain itu, Menteri Garfield, paman anda yang menjabat sebagai menteri hukum dan keamanan, memberi dukungan pada kerajaan lain untuk merebut pertambangan dan hasil penelitian milik Raisilian. Dengan perjanjian, dia akan mendapat imbalan sebesar 50% dari perampasan itu. Hamba tak tau pasti kerajaan yang bekerja sama dengnnya.
Jangan percaya pada penjaga, dayang, dan pengawal manapun. Karena menteri Garfield telah banyak mengganti formasi mereka.
Berhati-hatilah, jika banyak tahanan penjara bawah tanah yang kabur dari sana.
Akhir kata, saya ingin ucapkan pengunduran diri saya sebagai menteri sumber daya. Saya akan pergi dari Raisilian.
Tertanda,
Regal, mantan menteri sumber daya.
Sang Raja tertohok membaca bagian demi bagian dari surat itu. Ia hampir saja tak percaya jika paman-pamannya melakukan hal tersebut.
"Antony! Seret dayang Emma sekarang juga!"
"Kenapa, Antony?"
"Yang Mulia," balas Antony.
"Kenapa?" Dahi sang Raja berkedut-kedut.
"Dayang Emma, berhasil kabur."
Bagai disambar petir, sepertinya apa yang dikatakan oleh paman Regal mengenai pamannya, Garfield, adalah benar.
"Kurang ajar!" geram sang Raja.
"Antony! Mereka sudah bergerak! Kita tidak boleh tertinggal walau sejengkal pun!"
Kring kring
__ADS_1
Sebuah telpon kembali diterima oleh penasehat Raja itu.
"Saya angkat telpon, Yang Mulia."
"Hemmm?"
Antony pun langsung mengangkat gagang telepon dan berbicara pada si penelepon.
"Halo, siapa?"
"Apa?" teriak Antony.
"Ada apa?" Raja Gerald ikut panik.
Antony masih berbicara dengan si Penelepon.
"Siapa, Antony?"
"Pihak forensik, Yang Mulia," jawab Yang Mulia setelah menutup telponnya.
"Pihak forensik? Ada kabar apa?"
"Warga menemukan sebuah mayat. Yang diduga milik dayang dari Raisilian.
*
Bersambung ...
Hai semua, saya membaca kritikan kalian di kolom komentar. Dan saya ucapkan terima kasih untuk kritikan yang membangun saya.
Mungkin bukan hanya kalian, tapi saya pun begitu, di mana saya juga sedikit kehilangan beberapa feel saat menulis cerita ini. Itu penyebab saya rehat sejenak kemarin.
Tak ada alasan untuk saya buat mengelak, itu semua karena kesalahan dan kekurangan saya.
Saya dengan tulus meminta maaf dan akan berusaha untuk belajar lebih baik lagi.
__ADS_1
Terima kasih sudah mendukung saya sampai saat ini.