Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Misi untuk Pangeran


__ADS_3

Pangeran Arshlan menaiki mobil pengawal bersama putri Estelle. Meski pada awalnya terjadi banyak perdebatan di antara keduanya karena tidak mau duduk dalam mobil yang sama. Namun pada akhirnya mereka tetap mau duduk dalam bangku yang sama.


"Pengawal, bisakah aku meminjam ponsel?" pinta pangeran Arshlan.


"Apa ada yang ingin anda hubungi, Pangeran?"


"Gerald. Aku harus menghubungi Raja Gerald."


"Yang Mulia bisa dihubungi melalui tablet di hadapan anda, Pangeran."


Pangeran Arshlan langsung meraih tablet di depannya dan mencoba menghubungi sang raja.


"Yo! Gerald! Aku sudah di Raisilian, tapi aku bertemu seekor babi betina bodoh yang merusak ban mobilku!"


^^^"Lalu bagaimana kondisimu sekarang? Apa aku perlu mengirimkan orang untuk menjemputmu?"^^^


"Tenang saja, prajuritmu melakukan hal yang baik. Mereka menolongku. Aku pastikan Yorksland akan membalas kebaikan kalian."


^^^"Baiklah, kalau begitu! Aku ada tugas pertama untukmu, tolong tangkap putri Emilda. Kau masih ingat dengan perempuan itu, kan?"^^^


"Apa? Oh jadi begitu? Kirimkan saja wajahnya padaku!"


Selang berapa detik kemudian, pria bertubuh atletis nan jangkung itu pun menutup tabletnya. Dia tersenyum-senyum setelah menerima telpon dari sahabatnya itu.

__ADS_1


"Pengawal, tablet ini akan kubawa ya, aku tidak membawa ponsel!" Pangeran Arshlan langsung mencabut tablet itu dari tempatnya meski para pengawal belum berkata apa-apa.


"Apa kau lihat-lihat?" Matanya spontan mendelik pada putri Estelle yang duduk di sampingnya.


"Hiiiish!" Putri Estelle spontan memutar bola matanya karena ucapan pangeran Arshlan.


"Pengawal, bisa kau hentikan mobil ini di jalanan yang ada di depan?" ucap pangeran Arshlan.


"Baik, Pangeran," jawab sang pengawal yang mengendarai mobil.


"Kau mau ke mana?" tanya putri Estelle penasaran.


"Asal kau tau, gara-gara kau, aku yang sudah berdandan dengan tampan seperti ini harus melaksanakan misi di dalam hutan belantara!" serunya yang membuat putri Estelle memundurkan sedikit tubuhnya.


"Kenapa jadi aku?" Putri Estelle tak terima.


"Itu urusanmu!"


"Hmmmm!" geram pangeran Arshlan pada putri Estelle yang masa bodoh pada masalahnya.


"Di jalanan ini, Pangeran?" Sang pengawal menepikan mobilnya.


"Ya, aku turun di sini!" jawab sang pangeran sambil turun tanpa menunggu dibukakan pintu.

__ADS_1


"Ya sudah! Turun sana! Dasar orang menyebalkan!" umpat Putri Estelle. "Enak saja dia menyebutku babi betina bodoh!"


"Hei pengawal!" panggil Pangeran Arshlan dari luar mobil. "Pastikan dia hidup sampai di istana Raisilian," lanjutnya.


"Nggak usah sok peduli!" timpal putri Estelle.


"Aku mau menagih hutang padanya! Dan kalaupun dia mati, harus di tanganku!" ancam Pangeran Arshlan sambil menyeringai dengan gerakan tangan seperti sedang memotong di bagian leher.


Putri Estelle terkejut dan takut. Ia mengedip-ngedipkan matanya sambil menelan-nelan ludahnya.


"Sudah! Pergi sana!" titah sang pangeran.


"Baik! Mari, Pangeran!" ujar sang pengawal yang langsung menyalakan kembali mobilnya.


"Aaah! Harus mulai dari mana ya, aku?" gumam pangeran Arshlan.


Sementara itu, dia membuka tabletnya untuk melihat data-data yang dikirimkan Raja Gerald padanya.


Ada sebuah foto dan data diri lengkap dari seorang wanita yang cantik. Lalu sebuah koordinat tempat yang diperkirakan tempat helikopter mendarat.


"Aku harus berurusan lagi dengan wanita ular ini! Sungguh, gadis-gadis dari Noirland memang merepotkan semuanya!"


*

__ADS_1


Hai teman-teman, episode-episode kali ini masih merupakan potongan dari episode yang dulu yaaah....


Semoga kalian suka.


__ADS_2