Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Ada Di Mana Tanganmu?


__ADS_3

"Lihatlah ke bawah pintu itu!" Pangeran menunjuk ke arah celah kolong pintu dan sebelah tangannya yang lain memegang tubuh putri Estelle.


Bayangan sepatu milik para penjaga sedang terlihat mondar-mandir.


"Mereka sedang menjaga ketat. Kau hanya bisa keluar untuk membawa ramuan untukku!"


Putri Estelle melihat bayangan sepatu yang ditunjuk oleh sang pangeran dengan posisi dirinya sedang berada dalam pangkuan pangeran Arshlan.


Namun ... ke mana tangan sang pangeran saat memeganginya? Putri Estelle menunduk dan melihat ke arah dadanya.


"Pangeran .... Lepaskan tanganmu!"


Geram. Iya sangat. Apalagi ketika ia melihat wajah sang pangeran yang tersenyum. Apa dia sengaja?


Mendengar teguran dari putri Estelle. Pangeran Arshlan pun melihat ke arah tangannya sendiri. Lalu ia pun berpikir ... apa aku memegang pada sesuatu yang salah?


"Ups!" Pangeran tanpa sengaja meremas dengan kencang bongkahan yang ia pegang. Spontan saja, ada yang wajah memerah di hadapannya. Memerah karena marah, memerah karena malu, juga memerah karena ingin menangis.


"PANGERAN MES*M!" Putri Estelle pun geram dan langsung berdiri, ia pun memukuli sang pangeran meski tangannya telah ia lepaskan dari benda keramat milik putri Estelle.

__ADS_1


Namun berulang kali putri Estelle memukuli sang pangeran, pangeran pun tidak bergeming. Ia malah terlihat melamun seakan memikirkan sesuatu.


Apa ini kenikmatan yang dimaksud oleh Gerald? Ia tertawa dalam lamunannya. "Haha Haha."


"Apa kau menertawakanku?" Sang putri merasa semakin kesal saja.


Pangeran Arshlan pun tersadar jika ada seorang wanita yang sedang marah karena merasa baru saja ia lecehkan.


"Aw! Aw!" Pangeran pura-pura merasa tersakiti. "Maaf, aku ... tidak sengaja," ujar sang pangeran dengan jujur karena memang ini ada benarnya. Walaupun ia sangat menikmati ketidaksengajaan yang telah ia lakukan.


"Kamu ... pasti sengaja." Sang putri sangat-sangat memerah, wajahnya terlihat tak bersahabat, air mata tergenang di ujung kelopak matanya.


"Aku ... aku ...." Putri Estelle terbata-bata.


"Hmmm?" Pangeran Arshlan menunggu kelanjutan ucapan putri Estelle.


Tubuh sang putri bergetar, ia masih berdiri dan berjalan mundur sedikit demi sedikit.


"Aku ... tidak mencintaimu! Meskipun kita akan menikah, tapi pernikahan kita hanya pernikahan politik, jadi ... jadi ... jangan pernah ... eemmmh!"

__ADS_1


Pangeran Arshlan langsung berdiri dan membungkam bibir putri Estelle dengan bibirnya. Ia memberi kecupan yang agak lama dan menempelkan bibirnya ke permukaan lembab sang putri.


"Bibir ini ... jangan pernah sekali lagi berkata demikian." Sang pangeran memperingati putri Estelle di sela ci*man mereka berdua.


Kemudian ia melanjutkan kegiatannya. Kali ini sang putri sudah terpojok ke dinding kamar. Pangeran Arshlan menjepit bibir bawah sang putri dengan bibirnya, lalu kemudian ia juga melakukan hal yang sama untuk bibir atasnya.


"Aku tau, karena perkataanmu yang tadi hanyalah sebuah kebohongan!" seru sang pangeran lagi.


Putri Estelle sudah terlalu dimabuk oleh perlakuan pangeran Arshlan. Dirinya bahkan sudah tidak bertenaga lagi ketika sang pangeran mendorong dan menghimpit tubuhnya ke arah dinding.


Sang pangeran berusaha membuka bibir sang putri dan mendorong permukaan bibir mungil yang lembab dan menggoda itu dengan lidahnya.


"Eemm ... emmmh ...," rintih sang putri.


Pangeran pun sengaja mengarahkan tangannya ke arah yang tadi, lalu dalam sekali gerakan ....


"Aaaw!"


*

__ADS_1


Man teman, bantu aku dengan cara follow akun noveltoon aku yang ini, ya ... terima kasih.


__ADS_2