
"Anu ... eem ... Eliana, sepertinya bayi Kevin ingin menyusu langsung padamu. Aku akan memberi bayaran yang tinggi jika kau bersedia," Raja Gerald tiba-tiba memberi penawaran begitu ia datang.
Eliana terkesiap. "Anu ... tapi ... tapi ...." Eliana masih terbayang-bayang bagaimana perihnya saat bayi Kevin menyusu padanya tadi.
Namun gadis itu menatap pada Raja Gerald. Pria nomor satu di kerajaan Raisilian itu memberi tatapan tajam. Apa yang ia katakan tadi bukan merupakan permintaan, tapi perintah.
Mata hazel yang dimiliki Raja Gerald membuat Eliana bingung karena tatapan tajamnya.
"Kau tidak punya pilihan, Eliana!" Raja Gerald melipat kedua tangan di depan dadanya, sambil diangkat dagu mulusnya, pria yang sedang mengintimidasi Eliana tersebut terlihat sangat tampan.
"Tapi ... Yang Mulia ... hamba tidak bisa mengeluarkan air susu ...," ujar Eliana gugup. "Hamba ... hamba belum per--"
"Aku mengerti, Eli!" potong Raja dengan lugas. "Aku mengerti, maka dari itu aku akan mendatangkan seorang dokter laktasi." Raja Gerald terdengar meyakinkan di depan Eliana.
"Do-dokter laktasi?" Eliana merasa aneh.
"Aku sudah menjadwalkan programnya untukmu!"
Apa benar aku akan menyusui seorang bayi?
"Sebaiknya segera persiapkan dirimu!" Raja Gerald memperhatikan penampilan Eliana dari atas ke bawah.
Eliana menyadari itu, ia pun mengikuti arah pandangan Raja Gerald. Apa ada yang salah?
"Keluarlah!" perintah Gerald.
"I-iya? Keluar?"
"Temui pelayan dan minta baju ganti!" perintah Gerald sambil membuang mata.
"Tapi ... bagaimana dengan Kevin?"
"Aku yang mengurusnya!" jawab Raja Gerald.
__ADS_1
Dengan gugup Eliana pun berjalan.
"Aduh!"
Tanpa sengaja Eliana tersandung oleh kakinya sendiri.
Eliana mendarat di sebuah dada bidang dengan wangi pine yang menenangkan. Ada degup kencang yang terdengar oleh telinganya, degup yang berdetak seirama dengan jantungnya.
Gadis itu mendongak, menatap mata hazel si pemilik yang sedang ditindihnya. Rahang tegas, bibir yang terbelah, hidung mancung, dan dahi yang lebar. Hanya satu kata yang menggambarkan kesempurnaan di depannya.
Sementara itu, jakun sang pria bergerak-gerak karena menelan saliva yang berulang-ulang. Dia merasakan bongkahan yang tadi ia lihat sedang menindihnya.
"Tampan ...," desis Eliana perlahan.
"Pffft." Raja Gerald menahan tawa saat mendengar perkataan Eliana yang membuyarkan fantasinya. "Berdiri! Aku sudah tau jika aku tampan!"
"Ap ... apa? Aku bilang apa?" Eliana langsung berdiri dengan agak melompat.
"Hamba harus segera mengganti pakaian sesuai dengan arahan Yang Mulia. Hamba pamit."
"Pffft," tawa Raja Gerald lagi. Dia benar-benae menghiburku.
Beberapa menit kemudian, Eliana telah menggunakan baju yang berbeda dari sebelumnya. Sebuah gaun berwarna beige yang kalem.
"Fyuuuh ... untung saja aku bertemu tuan Antony. Jika tidak, aku tidak tau harus menemui siapa," gumam Eliana sambil berjalan kembali ke dalam kamar.
Eliana berdiri di depan kamar Raja Gerald yang dijaga oleh beberapa pengawal. "Apa aku boleh masuk?" tanya Eliana pada pengawal.
Pengawal yang mengenali Eliana langsung membukakan pintu untuk gadis itu.
"Nona Eli, silakan masuk!" Pengawal tersebut membungkukkan badan untuk Eli.
"Ah, Terima kasih." Eliana juga membalas membungkuk.
__ADS_1
"Yang Mulia?" Eliana mendapati Raja Gerald sedang bercanda dengan bayi Kevin.
Sungguh pemandangan yang menyentuh hati.
Eliana mendekat ke arah mereka berdua.
Apa benar, bayi Kevin bukan anak dari Yang Mulia Raja Gerald? Iris mata hazel mereka sangat mirip.
Raja Gerald menyadari kedatangan Eliana. Dia pun menoleh ke arah gadis yang baru saja mengganti gaunnya itu.
Baru kali ini aku membiarkan seseorang keluar dan masuk ke kamarku. Raja Gerald menggumam sambil mengamati penampilan Eliana.
"Emmm ... Yang Mulia ... apa ada yang salah?"
Raja Gerald segera mengalihkan pandangannya. "Maaf aku sedang tidak fokus." Ia beralasan.
"Sepertinya banyak sekali yang diurusi oleh Yang Mulia Raja Gerald. Apakah Yang Mulia selalu bekerja mulai dari dini hari?" tanya Eliana.
Raja Gerald tersenyum menyungging, dia merasa lucu dengan kepolosan Eli. "Aku selalu bekerja sejak pagi. Itu sudah menjadi kebiasaan di keluarga kerajaan Raisilian, kita harus mengawali hari kita sedini mungkin."
"Kukira ... keluarga bangsawan itu ...." Gumamam Eli terpotong oleh suara ketukan pintu.
Tok tok tok
Raja Gerald dan Eliana serentak menoleh.
"Siapa?" tanya Raja Gerald dengan suara bas-nya.
"Antony di sini, Yang Mulia."
"Ada apa?"
"Saya datang bersama dokter laktasi yang anda pesan, Yang Mulia."
__ADS_1
"Masuklah!" perintah Raja Gerald.
"Bersiaplah Eli!"