Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Pertikaian 3


__ADS_3

Kemudian sang menteri mendesak raja Gerald. Tombak yang dibawa sang raja tak menjadi penghalang baginya untuk menyudutkan lawan. Raja Gerald terpukul mundur, namun ia melihat ke bagian atas tangga kerajaan, dan ia pun menganggukkan kepalanya dengan mantap.


Dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, sang raja mendorong menteri Garfield hingga posisinya tak kembali tersudutkan dan berhasil memutar balik keadaan.


"Ayo, kerahkan seluruh tenagamu! Ayo! Aku mau lihat seberapa kuat Raja dari Raisilian mampu mendorongku? Hah!" uji menteri Garfield pada ketangguhan sang raja.


Meski ia tahu jika menteri Garfield sedang mempermalukannya dengan tak menggunakan seluruh kekuatan, namun dirinya tetap serius dan mengerahkan seluruh tenaganya.


"Aku tak akan mengeluarkan tenagaku sama sekali! Ayo aku bisa mendorongmu lagi sesuai yang kumau!" Menteri Garfield meremehkan sang raja.


Sang raja berusaha terus mendorong sang menteri hingga menuju ke tengah-tengah ruangan.


Menteri Garfield tertawa terbahak-bahak melihat Raja Gerald susah payah mendorongnya dari sudut hingga ke tengah ruangan.


"Ayo, apa kau sudah menyerah untuk merobohkanku?" tantang menteri Garfield.


Sang Raja masih memegangi badan tombak dengan melintang menggunakan kedua tangannya, begitupun juga dengan menteri Garfield dan mereka berdua saling dorong.


Menteri Garfield tertawa melihat sang raja diam saja. Ia merasa menang karena sang raja tak berani lagi melawan.

__ADS_1


Perlahan Raja Gerald melonggarkan genggamannya pada tombak.


Sang menteri mengartikan hal tersebut dengan sang raja yang mulai menyerah. Ia pun merasa puas.


"Hahaha!" tawanya membahana. "Hanya aku raja Garfield yang pantas memimpin Raisilian.


Raja Gerald mundur dan menjauh perlahan, kemudia dia berlutut setelah posisi agak jauh dari sang menteri.


"Bersujudlah padaku, Gerald! Aku akan mengampunimu! Karena kini aku adalah sang raja!" ujarnya dengan begitu angkuh.


Raja Gerald menurutinya, sang raja bersujud menyentuhkan dahinya dengan lantai. "Saya memberi hormat pada ...," ucap sang raja menggantung.


"Pada ..., jasad paman Garfield!" Sang Raja menyeringai yang membuat mata sang menteri membelalak.


Sang menteri pun mendongak ke atas, dia semakin membulatkan matanya lebih dari sebelumnya. Menteri Garfield melihat sebuah chandelier dengan diameter 1 meter lebih, sedang bergerak terjatuh tepat di atas kepalanya.


Penjahat memang tak bisa menolak karmanya. Dia sebenarnya masih bisa menghindar namun dia malah membelalakkan mata menyambut benda yang akan merenggut nyawanya.


Prang

__ADS_1


Brak


Puing-puing berserakan, kaca-kaca mulai terpecah dan berhamburan. Menteri Garfield terkubur di bawah reruntuhan chandelier, tangannya masih sempat bergerak-gerak sebelum pada akhirnya dia benar-benar tak bisa bergerak lagi.


Sang Raja berdiri mendekati menteri Garfield. Raja Gerald mengambil tangan sang menteri yang muncul di antar chandelier. "Dia sudah mati," ujar Sang Raja seraya meletakkan kembali tangan tersebut.


"Kita berhasil, Yang Mulia," ucap Eliana yang langsung berlari turun dari tangga.


Sang raja tersenyum, merentangkan kedua tangannya dan memeluk sang ratu.


"Terima kasih! Ini semua berkat dirimu!" balas sang raja seraya mengecup kening Ratu Eliana.


"Ayo kita ke atas! Ibu suri Paula sedang kritis,"ucap Eliana menyudahi momen bermesraan dirinya dengan sang raja.


Raja Gerald mengangguk dan mengajak Eliana langsung ke lantai atas tempat kamar ibunya berada.


Dan ketika sampai di kamar sang ibu suri pun ....


"Ibunda ... kau harus bangun ...!"

__ADS_1


__ADS_2