Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Tangis Putri Estelle


__ADS_3

Teman-teman, maaf ya! Di episode sebelumnya saya mengetik menggunakan Google Text to speech, sehingga ketikannya agak kacau.


Sekarang sudah diperbaiki, bagi yang berkenan, diperbolehkan untuk membaca ulang. Jika masih terdapat error, tolong beri tau saya.


Terima kasih!


*


"Menyusul ibuku? Untuk apa?" Putri Estelle merasa aneh.


Raja Gerald tak menjawab, ia hanya menatap dingin pada putri Estelle, sambil memutar bola matanya.


"Kalau kalian masih ingin bicara sebaiknya aku pergi!" ujar sang Raja seraya balik badan.


Putri Estelle mengerucutkan bibirnya. "Semoga kau awet muda menjadi istrinya," tukas sang putri sambil menepuk pundak Eliana yang hanya dibalas senyuman oleh gadis itu.


*


Sementara itu, Raja Gerald yang telah keluar dari kamar Eliana memutuskan untuk pergi ke ruang kerjanya saja ketimbang ke kamar pribadinya.

__ADS_1


Hal lain yang ingin ia ketahui adalah mengenai apa yang terjadi antara kerja sama Louis dengan ilmuwan yang ada di Noirland. Pengkhianatan apa yang dilakukan oleh Noirland hingga Louis memutuskan kerja samanya. Apakah itu ada kaitannya dengan penyamaran Elsa?


Sambil menghadap ke jendela untuk melihat pemandangan taman sekaligus hutan istana, Raja Gerald sedang memikirkan tentang penelitian Louis yang dilakukan di laboratorium bawah tanah dekat mansion timur.


"Ratu Allura akan ke mari! Beri kabar ibu suri dan minta para pelayan memberi penyambutan esok hari ketika dia tiba!" titah Sang Raja pada Antony.


"Segera dilaksanakan, Yang Mulia," jawab penasihat kerajaan itu.


"Jika ibunda sebagai istri dari Raja Raisilian, bisa memberi informasi sebanyak itu, dan semuanya mengejutkanku. Maka aku berharap juga demikian pada Ratu Allura sebagai istri dari Raja Noirland," gumam Sang Raja sambil tersenyum. "Semoga dia juga menyimpan banyak informasi yang bisa kugunakan untuk mengurai permasalahan ini."


*


Tentu saja ia menyediakan segala jamuan khas Raisilian, termasuk seafood yang menjadi kesukaan Ratu Allura.


"Ibu suri, kau memang baik sekali. Selama aku ada di sini, kau memberi seafood terbaik dari Raisilian. Sekarang ibuku akan datang, kau juga memberi sambutan yang meriah seperti ini. Padahal kau tidak perlu repot-repot," ucap Putri Estelle yang sedang menemani ibu suri Paula membuat persiapan penyambutan.


"Tidak apa-apa, Putri. Ratu Allura tidak setiap hari datang ke mari! Dia adalah kawan lamaku. Kami memperoleh pendidikan di masa yang sama, seperti kau dan Gerald," jawab ibu suri Paula seraya menata bunga-bunga di kamar yang akan dijadikan tempat singgah Ratu Allura.


"Kenapa Yang Mulia Raja tidak ikut berkunjung ke mari?" tanya ibu suri lagi.

__ADS_1


Putri Estelle terdiam. Ada kabut yang kembali menghiasi mata beningnya.


Sebagai seorang Ibu yang juga memiliki anak dan juga sesama seorang perempuan, Ibu suri Paula menangkap kesedihan pada wajah Putri Estelle.


Segeranya dipeluk gadis Noirsland tersebut. Dibelainya belakang kepala Putri Estelle, hingga tanpa aba-aba pecahlah tangis sang Putri di pelukan ibu suri Paula.


"Allura adalah Ratu yang kuat. Kau juga adalah gadis yang kuat," hibur ibu suri Paula.


Perempuan itu tidak bisa melakukan apa-apa, ketika ia mendengar kabar bahwa rekannya dimadu oleh suaminya. Belum lagi kabar bahwa anak selir yang diangkat menjadi seorang putri, hingga putri Estelle yang notabene merupakan putri yang sesungguhnya karena anak dari Ratu merasa tersisihkan.


Ada rasa tidak suka memang terbersit dalam hatinya pada pemimpin Noirland itu, karena telah menyakiti sahabatnya. Namun demi Allura dan putrinya, Raisilian tetap mau berhubungan baik, dan berpura-pura tak tau akan bagaimana kondisi rumah tangga kerajaan Noirland.


Ditambah lagi ternyata anak selir itu menjadi tersangka pencurian dan pembunuhan di Raisilian, hal itu menambah poin ketidak sukaan ibu suri Paula pada Raja Noirland dan keluarga selirnya.


"Kamu tidak sendiri, Putri! Kami ada untukmu."


"Terima kasih, ibu suri. Aku ... aku ... aku hanya ingin ayah melihat ke arahku, tanpa bayang-bayang Putri Emilda. Aku juga ingin, ayah mencintai ibu, tanpa terbayang-bayangi selirnya."


Ibu suri memeluk Putri Estelle semakin erat karena sang putri terus sesenggukkan.

__ADS_1


"Tumpahkan tangis di sini, Nak! Menangislah padaku!".


__ADS_2