
"Yang ... Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Ratu Allura ...." Sang dayang terlihat gugup dan gemetar di seluruh tubuhnya.
"Ada apa?" Putri Estelle pun ikut terkejut karena perkataan dayang yang seperti itu. "Tenangkan dulu dirimu ...," ujar sang putri yang melihat dayang itu menangis dengan napas yang tersengal-sengal.
Meski sebenarnya, dalam hati sang juga sempat panik dan sudah berpikiran yang tidak-tidak.
Dayang itu menghirup dan mengembuskan napas perlahan-lahan dan berulang kali hingga ia merasa tenang. "Yang Mulia ratu Allura tak sadarkan diri."
Dayang itu pun meloloskan kata-katanya yang berhasil membuat putri Estelle bertambah panik.
"Kenapa tidak bilang dari tadi?" gerutu sang putri seraya berlari ke luar kamar dan menuju ke tempat ibunya.
Para dayang mengikuti ke mana putri Estelle pergi, dan mereka berhenti di depan kamar sang ratu.
"Ibunda ... ibunda ...," teriak sang putri memanggil-manggil ratu Allura.
__ADS_1
Di sana sudah ada ibu suri Theresa, sang kepala dayang, juga dokter senior milik istana kerajaan Noirland. Putri mengabaikan keberadaan mereka dan langsung memeluk ibunya.
"Tuan Putri, harap jangan terlalu histeris di dekat Yang Mulia Ratu. Ka-karena ... detak jantung Ratu Allura sedang melemah." Sang dokter memperingatkan putri Estelle karena hampir saja ia memeluk ibunya dengan sangat erat.
Dan setelah itu, ia pun melonggarkan pelukannya. "Maaf," ujar sang putri.
"Seharusnya, Yang Mulia Ratu akan sadar jika detak jantungnya kembali normal. Kita hanya bisa berdo'a."
Semuanya yang ada di situ hanya bisa diam, merenung dan berdo'a. Mereka megharapkan kesembuhan untuk Yang Mulia Ratu Allura.
"Dokter, ada yang ingin kubicarakan, bisakah kau datang ke ruanganku?" ucap ibu suri Theresa pada dokter senior yang memeriksa.
Putri Estelle masih terdiam di samping ibundanya. Ditemani para dayang, ia sedang bertanya-tanya akan penyakit ratu Allura yang sebenarnya.
"Apa di antara kalian ada yang tahu, penyakit apa yang diderita oleh Yang Mulia Ratu Allura?" tanya sang putri pada kepala dayang dan dayang lainnya. Mereka yang berdiri di sana adalah dayang pribadi ratu Allura.
__ADS_1
Semuanya menggeleng. Namun berbeda dengan kepala dayang yang diam saja.
"Kepala dayang Bertha, apa kau tahu sesuatu?" Sang putri menangkap keanehan pada ekspresi kepala dayang tersebut.
"Katakan padaku, aku ingin tahu bagaimana keadaan ibuku. Agar aku bisa lebih mempersiapkan hati seandainya sesuatu terjadi ...," lirih sang putri yang menunjukkan ratapan kesedihannya.
Sang kepala dayang diam saja, ia tak mengangguk juga tak menggeleng.
Kemudian putri Estelle duduk kembali di samping ibunya. Dia terlihat putus asa.
Sekritis apa keadaanmu, Bu? Kau sering tiba-tiba jatuh sakit seperti ini, tapi aku tak tau apa penyebabnya. Ini bukan penyakit ringan yang biasa diderita oleh orang biasa.
"Yang Mulia Tuan Putri," panggil sang kepala dayang Bertha. "Sebenarnya ...."
*
__ADS_1
"Apa? Jadi Allura memiliki energi negatif dalam tubuhnya diakibatkan kiriman dari orang lain. Dan itu sudah terjadi sejak putri Estelle masih kecil?" Ibu suri Theresa menggeleng-gelengkan kepala karena saking tidak percaya.
"Itu betul, Yang Mulia. Selama ini tim dokter dan laboratorium sudah berusaha yang terbaik untuk kesembuhan Yang Mulia ratu. Namun hsilnya nihil."