Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Pangeran Merasa Dibohongi


__ADS_3

“Putri Estelle sekali lagi aku beri tahu padamu, kau menikah denganku? Atau esok aku bunuh kakakmu?” ancam sang pangeran.


Putri Estelle tak menjawab, matanya hanya berkaca-kaca yang malah membuat panik pangeran Arshlan.


“Hei, apa aku menyakitimu?” tanya sang pangeran dengan ekspresi tanpa dosa.


Sang putri menyeka sendiri air matanya.


“Silakan! Silakan! Silakan bunuh saja putri Emilda! Terserah!” Putri Estelle berlari menjauh dari pangeran Arshlan.


Sang pangeran mengikuti sang putri, dia membiarkan saja ke mana perginya sang putri, hanya mengikuti dari belakang tanpa berusaha untuk menghentikannya.


Putri Estelle sadar pangeran Arshlan membuntutinya. Ada apa dengan orang itu? Tidak biasanya dia begini padaku. Dia pun berhenti di depan kamarnya, lalu berbalik menatap pada sang pangeran.

__ADS_1


“Katakan pada ayahku! Aku tidak peduli dengan segala urusan ayah lagi, aku juga tidak peduli dengan kau akan membunuh putri Emilda kesayangan ayah atau tidak. Jangan gadaikan lagi kebahagiaanku dengan menikahi pria-pria pilihannya!” seru sang putri dengan air mata bercucuran. Dadanya kembang kempis karena merasa kekesalannya di ambang batas.


“Menikahi pria-pria pilihan ayahmu? Apa maksudmu?”


“Kamu masih tidak paham?” Putri Estelle berdecih. “Katakan pada ayahku, aku tidak akan menikah denganmu ataupun dengan raja Morreno atau dengan pria siapa lagi yang akan membuat perjanjian dengannya. Aku hanya akan menikah dengan pria pilihanku!”


Brak!


Putri Estelle masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu.


Sang pangeran berjalan menjauh dan kembali ke tempatnya. “Sepertinya raja Jeremy membohongiku! Aku akan membuat perhitungan dengan raja laknat sepertinya.”


Pangeran Arshlan berbalik badan dan berjalan mundur, dirinya menatap pada pintu kamar putri Estelle. “Dan kau putri Estelle, ingatlah, kau hanya akan menikah denganku dan menjadi ratu di Yorksland!” Tangannya menunjuk ke arah pintu tersebut seakan dirinya sedang benar-benar berbicara dengan putri Estelle di hadapannya.

__ADS_1


Pangeran Arshlan merasa dirinya harus meluruskan masalah ini. Dirinya akan merundingkannya dengan raja Gerald, terutama masalah raja Morreno. Jika benar raja Jeremy ingin menjodohkan putri Estelle dengan raja dari Danishian tersebut, maka ada suatu kerja sama yang berusaha dibangun oleh raja Jeremy dengan raja Morreno.


Sementara itu di kamarnya, putri Estelle masih berdiri di balik pintunya. Ia sempat mengintip ke mana perginya pangeran Arshlan melalui lubang pintu. Dirinya pun mendengar kata-kata pangeran Arshlan yang mengucapkan jika putri Estelle harus menjadi ratu di Yorksland.


Sang putri merosot dan bersandar di pintunya. Ia sama sekali tak tahu apa maksud sang pangeran berucap demikian. “Aku harus menanyakan semuanya pada ibunda jika ia sudah tiba nanti,” ujar sang putri kemudian.


Berlainan dengan putri Estelle yang menyendiri dalam kamarnya. Pangeran Arshlan berusaha menemui raja Gerald di ruangannya. Dia berencana untuk membicarakan mengenai perjanjiannya dengan raja Jeremy.


“Jadi kemarin kau menemui sang raja dari Noirland itu?” tanya Raja Gerald yang dijawab anggukkan dengan pangeran Arshlan.


“Dia mengajukan perjanjian namun dia sudah mengingkarinya!” jawab sang pangeran sambil mengeratkan kepalan tangannya. Dia terlihat benar-benar kesal.


“Memangnya, apa yang menjadi isi perjanjian kalian?” tanya Raja Gerald.

__ADS_1


“Raja Noirland itu meminta aku untuk membatalkan hukuman mati pada putri Emilda dan aku meminta dirinya agar menjodohkan anak bungsunya padaku!”


Raja Gerald tersenyum skeptis. “Sebentar! Kau berbohong pada Raja Jeremy? Raisilian memang tidak pernah ada rencana untuk menghukum mati putri Emilida. Apa kau menggertak mereka hanya karena ingin menikah si putri cengeng itu?”


__ADS_2