Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Tugas Pertama Milik Ratu


__ADS_3

“Pagi ini seharusnya ada satu jadwal untuk Yang Mulia Ratu, tapi sudah dialih tugaskan pada Yang Mulia Raja. Jadi untuk sekarang Yang Mulia Ratu hanya perlu mengikuti pembelajaran mengenai ekonomi kerajaan,” jelas Sevda.


“Pagi tadi aku sudah membaca angka saham, asisten Sevda, kenapa sekarang aku harus belajar ekonomi kerajaan lagi?” keluh ratu Eliana. “Memangnya tugasku yang dialihkan pada Yang Mulia Raja apa?” tanya sang ratu.


“Emmh, peresmian hutan lindung. Sebenarnya itu tugas perdana Ratu untuk tampil di depan publik,” jawab Sevda seadanya. “Tapi barusan, Yang Mulia Ratu masih tertidur hingga akhirnya Yang Mulia Raja mengambil alih.”


“Kenapa bisa begitu, Sevda! Yang Mulia Raja curang. Dia sengaja meninggalkan aku, agar aku belajar sementara dirinya pergi bersenang-senang.” Raut wajah sang Ratu nampak tak terima. “Tidak bisa begitu! Biar aku saja yang pergi ke sana!” Ratu Eliana berdiri dari kursinya.


“Yang Mulia bisa marah, Ratu. Hutan itu cukup jauh,” ujar Sevda. “Lagipula, Yang Mulia Raja sama sekali tak bersenang-senang di sana,” lanjut asisten dengan sanggul di kepalanya.


“Apapun itu, aku harus laksanakan sendiri kewajibanku. Raja tidak bicara apapun padaku dari kemarin mengenai hal ini, apa dia memang sudah lama mengincar pekerjaan ini?”

__ADS_1


“Itu tidak mungkin, Yang Mulia. Raja Gerald sangat sibuk, mana mungkin dia ingin mengambil pekerjaan Yang Mulia Ratu,” jelasnya sambil berusaha menahan langkah ratu Eliana agar tidak pergi ke mana-mana.


“Justru itu Sevda! Mana mungkin Yang Mulia Raja mengambil alih tugasku,” protes ratu Eliana. “Ini kan, tugas pertamaku! Biar aku bisa menikmati dan belajar bagaimana seorang ratu menjalankan tugasnya. Bukan digantikan seperti ini.” Ratu Eliana tak peduli lagi dengan penjelasan Sevda lebih banyak, dia berlari mencoba untuk pergi ke luar.


“Tapi … tapi, Yang Mulia Ratu!” panggil Sevda.


Mungkin dalam hatinya Sevda menggerutu mengapa ia mendapat kesulitan tepat di hari pertamanya bekerja. Pemilihan menjadi seorang asisten petinggi kerajaan sangatlah sulit. Bahkan asisten ratu Paula yang dulu, gugur di saat mendampingi sang ratu. Semenjak itu, ratu Paula tak pernah mau menggunakan jasa asisten karena sepertinya dia tidak bisa melupakan jasa asistennya yang dulu.


Persis sama seperti Antony, Sevda juga memiliki kemampuan bela diri dan penggunaan senjata yang tinggi. Otaknya juga cerdas, dan tentunya komitmen untuk setia pada kerajaan sampai akhir hayatnya.


Sang Ratu telah berlari ke luar ruangannya. Sevda pun mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya dayang yang menunggu di luar ruangan terkejut karena sang Asisten berkejaran dengan ratunya.


“Yang Mulia Ratu ingin menyusul Yang Mulia Raja,” ucap Sevda. “Tolong aku mengejar Yang Mulia.”


Sang dayang pun melakukan pengejaran pada Yang Mulia Ratu. Sementara itu Sevda segera mengeluarkan tabletnya, untuk menghubungi seseorang. Tak lupa ia juga memotret Ratu yang sedang berlarian di koridor istana.


Ia akui ini memang salahnya, karena menyebutkan jadwal tersebut. Tapi, Sevda pikir ratu Eliana akan bersyukur ketika tugasnya sudah digantikan oleh Yang Mulia Raja, ternyata tidak, hal tersebut malah menyulitkan dirinya.


Kepada: Tuan Penasihat Antony


Tuan, tolong beritahu Yang Mulia Raja. Yang Mulia Ratu sedang menyusul ke hutan konservasi. Dia juga memprotes kenapa Yang Mulia Raja pergi menggantikan tugasnya tanpa membangunkan terlebih dahulu. Tuan Antony, mohon maaf aku mengganggu.

__ADS_1


__ADS_2