
“Iiiish!” Sang putri menarik dengan spontan, namun handuk itu sama sekali tak berpindah pada tangannya.
Yang ada kemudian pangeran Arshlan yang menarik handuk itu dan ….
Blug.
Putri Estelle ikut tertarik oleh ujung handuk tersebut, hingga dirinya menabrak tubuh pangeran Arshlan. Dengan spontan alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, sang pangeran langsung mendekap putri Estelle yang berada dalam pelukannya.
Sejenak putri Estelle bertatapan dengan pangeran Arshlan dalam dekapannya. Mereka berdua masih saling memegang ujung handuk di tangan masing-masing.
“Kamu itu sudah menjadi bagian dari janjiku. Jadi jangan coba-coba lari …,” ucap lirih pangeran Arshlan pada putri Estelle.
“Iiish!” Putri Estelle mulai meronta mencoba melepaskan diri dari putri Estelle. Namun sang pangeran tentunya tidak akan membiarkan hal itu dengan mudah terjadi.
“Lepaskan!”
Pangeran Arshlan pun tersenyum dan melepaskan putri Estelle berikut dengan handuknya. Sang putri membelakangi pangeran Arshlan dengan bibir yang mengerucut.
“Aku mohon! Jangan nikahi aku!” pinta putri Estelle dengan tegas, namun tubuhnya masih tetap membelakangi sang pangeran.
“Kalau begitu, kita berdua seumur hidup tidak akan pernah menikah dengan siapapun,” jawab pangeran Arshlan.
__ADS_1
Sang putri dengan cepat berbalik.
“Apa maksudmu?” Putri Estelle tak terima dengan perkataan itu. Tentu saja dirinya ingin menikah dengan orang yang ia cintai suatu hari nanti.
“Kau tidak ingat, aku sudah berjanji pada ratu Allura jika aku hanya akan menikah denganmu. Aku tidak akan menikah dengan siapapun selain dirimu.”
“Itu urusanmu! Aku tetap akan menikah dengan pria pujaanku,” jawab sang putri.
“Memangnya ada?” sindir pangeran Arshlan.
“Emmmm … ada!”
“Tapi … menurutku, tidak akan ada pria di mana pun yang akan menikahimu. Karena mereka semua tau jika kau adalah milikku.” Sang pangeran berjalan sedikit mendahului putri Estelle.
“Semua pria di dunia akan takut jika hendak meminangmu. Karena itu artinya mereka sedang menantangku bertarung. Kau tidak ingat, kemarin raja Morreno langsung mengundurkan diri dari tahta dan menceraikan semua istri-istrinya karena dia takut berurusan denganku?” lanjut pangeran Arshlan.
Putri Estelle diam saja. Apa yang dikatakan oleh sang pangeran memang ada benarnya. Tapi dalam pembicaraan kali ini, ia tidak ingin kalah begitu saja.
“Itu terserah kamu! Tapi laki-laki yang akan menikahiku dia tidak akan takut padamu!” seru sang putri.
“Memang ada?”
__ADS_1
“Ada!”
“Siapa.”
“Mungkin, pemuda dari Yorksland yang memiliki ilmu bela diri lebih dari dirimu,” ucap putri Estelle dengan asal bicara yang penting dirinya tidak ingin kalah dari pangeran Arshlan. Namun jawaban itu justru yang membuat pangeran Arshlan menghentikan langkah kaki dan berbalik menatap pada putri Estelle.
“Kau serius?” Sang pangeran memicingkan mata. “Siapa orangnya? Katakan!”
Putri Estelle melihat pada tatapan mata sang pangeran yang tiba-tiba saja berubah menjadi sangat menakutkan. Dirinya menunduk seraya mundur beberap langkah.
“Katakan! Aku mengajaknya duel sekarang juga!” ujar pangeran Arshlan.
Namun sang putri masih diam saja.
“Kalau kau tidak mengatakannya, aku akan mengajak duel seluruh pemuda di Yorksland!”
Putri Estelle hampir bergidik namun ia menahannya.
“Sudahlah, berhenti menolak takdir yang dibuat Tuhan.”
Takdir yang dibuat Tuhan? Bukannya kau sendiri yang membuat semua ini? Ini semua tidak ada campur tangan dari Tuhan.
__ADS_1
“Haatsyu …!” Sang pnageran pun bersin lagi. “Aku bersin, apa kau mengumpatiku diam-diam?”