Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Kekesalan pada Selir Sofi


__ADS_3

“Selir biadab!” Seorang wanita yang sudah agak berumur terlihat dari rambutnya yang memutih sedang memaki wanita paruh baya yang tersungkur dalam penjara.


“Kau bunuh anakku, padahal ia sudah banyak menolongmu dari kesusahan!” makinya lagi.


“Padahal dari dulu aku tidak pernah menyetujui pernikahan kalian. Anakku sudah bahagia dengan istrinya. Tapi kau datang membawa kesengsaraan untuk rumah tangga anakku. Kau membawa pengaruh buruk untuk Jeremy sehingga dia menjadi Raja yang bengis dan jahat. Semua karena dirimu!”


“Aku tau, Emilda anak yang kau bawa itu sebenarnya bukan cucuku! Kau hanya mengaku-ngaku agar dinikahi oleh anakku, kan? Kau ingin mening-“


Ting


“Astaga, apa itu tadi?” Wanita tua itu terkejut melihat pengawalnya menangkis sesuatu menggunakan pedangnya.


“Kita harus segera pergi dari sini.” Pengawal itu mengajak wanita tua itu agar segera keluar.

__ADS_1


“Hahahaha hahaha! Kenapa kau tidak lanjutkan makianmu itu di sini!” teriak wanita dalam sel. “Apa hanya dengan sebilah pisau saja kau takut?” Wanita dalam sel itu terus menertawakan wanita tua yang telah memakinya pergi terbirit-birit.


Sementara itu pengawal berhasil membawa keluar tuannya dari penjara bawah tanah.


“Astaga, wanita itu benar-benar sudah gila,” ujarnya setelah keluar.


Pengawal itu tetap terdiam mendengar keluhan tuannya. Jika saja ia terlambat satu detik tadi, mungkin pisau yang dilempar oleh wanita selir itu akan menancap di leher tuannya.


“Dia juga berniat membunuhku,” gumam sang wanita itu.


Ibu suri Noirland itu tidak menjawab, dia terus berjalan sambil menyimpan kekesalannya. Hingga ia tiba di kamarnya dan memutuskan untuk beristirahat.


“Aku sepertinya perlu istirahat, pengawal! Tolong jaga depan kamarku,” ujarnya sambil masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Wanita itu benar-benar shock melihat pisau yang melayang melalui celah jeruji besi ke arahnya. Ternyata wanita itu masih sangat ingin membunuhnya. Setelah dulu selir Sofi pernah mengendap-endap mendekatinya dan hendak mencekik lehernya dari belakang.


Ketika sang ibu suri hendak bercerita, namun anaknya itu malah percaya pada selirnya. Untung saja ada Ratu Allura yang meu mendengarkan cerita darinya dan percaya.


“Aku sangat merindukanmu, Allura,” gumam ibu suri.


“Maafkan anakku yang sudah banyak menyakiti hati dan perasaanmu,” gumamnya.


Kemudian sang ibu suri tidur di atas ranjangnya. Ia membaringkan tubuhnya, melipat tangan di atas tubuhnya. Namun matanya masih terbuka. Sepertinya peristiwa tadi susah untuk membuatnya terlelap.


“Seandainya Alana mau kembali ke mari, pasti aku tidak akan kesepian,” ujarnya sambil menatap foto keluarganya yang terbingkai dengan emas dan digantung dengan cantik pada dinding yang berhadapan dengan ranjangnya. Foto keluarga itu diambil ketika dirinya masih menjadi Ratu Noirland, dan anak-anaknya masih remaja. Sebelum Raja Noirland itu bertemu Ratu Allura, juga sebelum anak sulungnya pergi meninggalkan istana mengikuti kekasihnya.


“Ibu menyesal telah melarangmu menikahi laki-laki pilihanmu, padahal pria tersebut sangat baik dibandingkan adikmu ini,” sesalnya seorang diri. Ia tahu, penyesalannya kali ini sudah sangat terlambat. Anaknya itu telah kabur dari istana Noirland dan menikah dengan lelaki pilihannya.

__ADS_1


“Alana, di mana sekarang kamu, Nak,” resahnya seorang diri sambil terus memandangi fotonya.


Pada akhirnya Ibu suri Noirland pun terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2