Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Bukti Kematian Raja Gerry


__ADS_3

"Ibu menduga, Louis ingin menyingkirkan Elsa dari Gerry, agar anaknya menjadi Ratu. Ibu pikir Louis pasti termakan omongan para anggota parlemen yang tidak ingin Elsa menjadi pasangan Gerry," ungkap ibu suri. "Tapi hanya dugaan," lanjutnya.


"Tidak, Bu! Sepertinya Paman Louis benar. Elsa bukan wanita baik." Raja Gerald memberi kesimpulan.


"Maksudmu?" tanya sang ibu suri dengan dahi yang berkerut.


"Aku akan menceritakan pada ibu lagi, setelah memiliki bukti kuat tentang kematian kakak. Sekarang aku ingin minta pendapat ibu, bagaimana cara terbaik ketika aku mendatangi rapat gabungan di Arshville nanti?" tanya Yang Mulia Raja.


"Perdana menteri Arshville mengundangmu?"


Raja Gerald mengangguk. "Maaf, baru sempat memberitahu pada ibu," jawab sang Raja.


"Tak masalah."


Mereka berdua terdiam. Sang ibu suri terlihat seperti sedang berpikir. "Apa kamu mendapat gambaran, kira-kira hal apa yang akan menjadi pembahasan pada rapat di Arshville nanti?" tanya sang ibu suri kemudian.

__ADS_1


"Mereka membahas tentang keberadaan Eliana. Hal ini dikarenakan perkataan dayang gadungan itu," jawab Raja Gerald dengan kesal.


"Bukankah keberadaan Eliana sudah bukan menjadi rahasia lagi?"


"Iya, aku akhirnya memutuskan demikian. Daripada para anggota parlemen yang membongkarnya di rapat nanti. Biarlah aku yang menunjukkan Eliana dan Kevin terlebih dahulu," terang sang Raja menjelaskan taktiknya. "Saran penasihat Antony pun seperti itu."


"Menurut ibunda, bagaimana cara agar Eliana diterima? Paman Louis hanyalah seorang mantan bangsawan, ibu dari Eliana juga tidak jelas asal-usulnya. Apalagi ibu tirinya! Tapi, aku tidak mau ... mencari Ratu yang lain," ujarnya.


Sang ibu suri tersenyum, ia mengerti akan anaknya yang sedang dimabuk cinta. "Buat rakyat mencintai Ratunya. Anggota parlemen tidak akan bisa berbuat apapun, jika rakyat sudah berbicara."


Sang Raja merenungi perkataan ibunya. Dia mengangguk sekilas tanda memberi persetujuan.


Ibu suri Paula tersenyum mengangguk. Namun ia masih duduk termenung akan salah satu perkataan putranya.


"Elsa bukan wanita baik-baik itu benar? Bukti yang kuat untuk kematian Gerry? Bukankah kematian Gerry disebabkan oleh racun? Bukti apa lagi memang yang dibutuhkan Gerald?" Banyak pertanyaan terlintas dalam pikirannya. Namun ia tidak tau, ke mana harus mencari semua jawabannya.

__ADS_1


Ibu suri akhirnya berdiri untuk pergi, dirinya pun kembali ke kamarnya bersama para dayang, meski sebenarnya dalam pikirannya ia masih terus bertanya-tanya dan merasa tak terima jika kematian putra sulungnya ada kejanggalan.


*


Pagi hari Raja Gerald dipenuhi dengan pemeriksaan laporan keluhan para masyarakat, terutama dari kalangan petani. Akhir-akhir ini, perkembangan sektor usaha pertanian cukup bagus, namun para petani mengeluh disebabkan banyaknya barang impor yang masuk ke Raisilian.


"Menteri perdagangan! Benar-benar tidak mendukung hasil pertanian lokal!" gerutu Gerald.


Sudah lama memang Gerald ingin mengganti posisi formasi para menteri. Namun para menteri menolak turun jabatan sejak kepemimpinan Raja Gerry.


Raja Gerald pun membuat surat panggilan secara resmi untuk menteri perdagangan.


Di Raisilian, meski teknologi komunikasi telah canggih, namun di sana masih menempatkan surat sebagai alat komunikasi yang paling formal di pemerintahan.


"Antony! Tolong minta pengawal mengirim surat ini pada menteri perdagangan!" titah sang Raja.

__ADS_1


"Baik, Yang Mulia!"


Raja Gerald pun berdiri dan menatap ke arah jendela. "Aku harus mencari keluarga Louis untuk menanyakan perihal Manda atau Elsa."


__ADS_2