
"Ada kemungkinan, Manda-lah yang membunuh Kakakku." Raja Gerald mengatakan dengan serius hal itu, yang juga diberi anggukkan kepala oleh ratu Eliana.
"Tidak mungkin!" sanggah tuan Luffy.
"Manda itu ...." Nyonya Jannet tidak melanjutkan kata-katanya.
"Manda kenapa?" tanya ratu Eliana.
"Kak Manda menyukai raja Gerry. Sangat-sangat suka!" celoteh Ashley bocah kecil dengan tangan dan mulut yang penuh dengan kue.
Raja Gerald dan ratu Eliana berpandangan.
Nyonya Jannet memejamkan matanya mendengar anaknya yang ceplas ceplos.
"Itu memang benar," timpal tuan Luffy.
"Semua kamar kakak dulu dipenuhi poster Yang Mulia Raja." Kali ini Romeo yang berkata.
Raja Gerald dan ratu Eliana tak bisa berkata-kata. Sekarang dalam pikiran mereka sudah mulai terurai simpul misteri yang menyebabkan kematian kakak raja Gerald dan istrinya itu.
"Jadi ... sekarang Manda sedang di penjara?" tanya nyonya Jannet dengan wajah yang sedih dan berkaca-kaca.
__ADS_1
"Apa itu benar?" desak tuan Luffy.
Tiba-tiba saja nyonya Jannet berjalan melewati meja dan mendekat pada ratu Eliana. Nyonya Jannet bersujud tepat di kaki ponakannya itu.
"Bibi! Bibi sedang apa?" Ratu Eliana mencoba membangunkan bibinya. Sambil ia raih tangan bibinya yang mencoba memeluk kakinya.
"Yang Mulia Ratu, hamba mohon lepaskan anak sulung kami. Beri belas kasih pada kami. Anak sulung kami melakukan semua itu bukan atas dasar keinginannya. Semuanya karena kebejatan raja Noirland itu, Yang Mulia Ratu. Tolonglah keluargamu ini." Nyonya Jannet bersujud di kaki ratu Eliana.
"Bibi, bibi sudah salah paham! Bangunlah!"
Tuan Luffy yang juga hampir ikut bersujud di depan sang raja menghentikan langkahnya. Dia masih duduk bersimpuh menatap kedua pemimpin kerajaannya itu. "Salah paham bagaimana, Yang Mulia?" tanya tuan Luffy.
"Berdirilah, Bibi," titah sang ratu.
Lalu para dayang membantu nyonya Jannet dan tuan Luffy untuk bangkit berdiri lagi. "Tapi, Yang Mulia?"
"Sebenarnya, Manda ...."
"Manda sudah tiada." Sang Raja mengucapkannya tanpa ragu. Raja Gerald berpikir jika keluarga Manda harus segera tahu.
"Tidak ...." Nyonya Jannet mengelak sambil berderai air mata. Tubuhnya merosot seraya memeluk kedua anaknya. "Tidak mungkin, Manda ...."
__ADS_1
"Yang Mulia? Apa kerajaan menghukum mati pada Manda?" Tuan Luffy menatap nanar pada raja Gerald dan ratu Eliana. Hatinya panas memikirkan betapa kejamnya dirinya dan keluarganya diperlakukan.
"Tidak, Tuan Luffy. Tentu tidak," tukas sang raja ingin meluruskan pemahaman pria paruh baya di hadapannya.
"Silakan duduk lagi!" titah raja Gerald dengan tegas.
"Maafkan kami, Yang Mulia." Nyonya Jannet merasa sedikit malu karena suaminya berkata dengan nada tinggi pada sang Raja.
"Manda menikah dengan mendiang Yang Mulia Raja Gerry," ujar Eliana memulai kembali pembicaraan.
"Secara sembunyi-sembunyi," timpal sang raja memberi keterangan.
"Ya, lalu Manda memberi jamur beracun pada Yang Mulia Raja Gerry."
"Hingga kakakku meninggal dunia. Sementara itu, dirinya dalam keadaan hamil. Elsa saat itu mengandung anak dari kakakku."
Nyonya Jannet menutup mulutnya yang menganga. Ia benar-benar terkejut akan fakta jika putri sulungnya telah menikah tanpa memberitahunya.
"Tidak sampai di situ." Ratu Eliana meneruskan ceritanya. "Manda pun melahirkan putranya. Namun dia berikan putranya pada Yang mulia raja Gerald untuk dirawat, dan setelah itu ...." Ratu Eliana tak tega mengatakannya.
"Setelah itu dia meminum racun yang sama dengan racun yang pernah ia berikan untuk Yang Mulia."
__ADS_1