Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Setelah Semalam


__ADS_3

Pagi hari di kamar Eliana. Gadis itu tidak bangun pagi seperti biasanya. Ada banyak hal yang menghambatnya sejak dini hari. Salah satunya adalah aktivitas panasnya bersama sang Raja yang kini sedang tidur sambil telungkup di sampingnya.


"Oweeek oweeek," tangis bayi Kevin membangunkan kedua orang tua angkatnya yang sedang tertidur pulas karena kelelahan.


"Aaawh!" Eliana terbangun namun merasakan perih di pangkal kakinya.


Gadis itu mengangkat kedua lengannya dan meregangkan seluruh otot-otot tubuhnya. Kemudian dengan sedikit tarikan, ia tarik sedikit dagunya hingga menimbulkan bunyi 'krek krek' dari lehernya.


Eliana merasakan tubuhnya meremuk dan terbelah, setelah pusat dirinya dimasuki oleh sesuatu yang asing semalam.


"Eli ...?" Dengan manis, Sang Raja memanggil wanita di sampingnya.


Eliana menengok dan mendapati Raja Gerald sedang duduk dan bertelanjang dada. Matanya langsung menuju pada dada bidang dan ketegasan otot perut yang semalam menindihnya.


Gadis itu pun terkesiap, sambil menutup mulutnya yang menganga, dirinya juga menarik kembali selimutnya. "Ya-Yang Mulia Raja ...," desis Eliana.


"Hmmm ...?" jawab Sang Raja sambil melirik Eliana dengan menggoda.


"Kenapa kau malu?"


"Oweeek owwweeeek," tangis bayi Kevin yang semakin kencang.


"Sepertinya saya harus bergegas, Yang Mulia," jawab Eliana sambil memunguti gaun yang terkulai di samping ranjangnya.

__ADS_1


Ia ingat, sangat ingat saat sang Raja menyentuh dirinya. Eliana berkaca pada cermin yang ada di kamar mandinya. Bekas keunguan sisa percintaan semalam masih terlihat begitu pekat di sekujur tubuhnya.


"Kenapa semalam aku bisa terlena seperti itu?" gumam Eliana menyalahkan dirinya.


"Ini gila," ujarnya sambil meremas kepalanya.


"Eliana! Apa kau masih lama? Bayi Kevin menungguimu!" teriak Yang Mulia Raja dari luar.


"Ah, iya, sebentar lagi!" jawab Eliana dari dalam sambil bergegas.


Tak butuh waktu lama seperti perempuan pada umumnya, Eliana langsung menyelesaikan segala persiapannya di kamar mandi dengan cepat dan keluar lagi dalam keadaan yang sudah segar.


"Keviiin, Mama sudah selesai, kemarilah," sambut Eliana pada bayi Kevin yang ada dalam gendongan Raja Gerald.


"Sekarang giliranku untuk bersiap, Eli, jika ada dayang tolong bersihkan bekas di ranjang!" titah Sang Raja sambil masuk ke kamar mandi.


Eliana langsung menggigit bibirnya begitu ia menyadari telah kehilangan mahkotanya semalam. "Bagaimana ini?" Memikirkan semua ini Eliana jadi berdebar.


Eliana pun langsung menyusui bayi Kevin dan si bayi gembul itu pun menyambutnya dengan rakus.


Berbagai pikiran buruk terlintas dalam benak Eliana.


*Bagaimana jika aku hamil?

__ADS_1


Bagaimana jika suamiku nanti mempertanyakan keperawananku?


Bagaimana jika nanti aku dibuang oleh Yang Mulia*?


Apa aku harus membayar ganti rugi?


Eliana terus berpikiran buruk atas akibat dari kejadian semalam. Merutuki betapa bodoh dirinya yang terlena oleh rayuan Raja Gerals dan berakhir pada percintaan panas di atas ranjangnya.


"Eli?" panggil Yang Mulia Raja dengan masih terlilit handuk. "Apa bayi Kevin masih lama menyusunya?" tanyanya.


"Emm, ini sudah sepertinya, Yang Mulia," bayi itu pun langsung ia simpan ke box-nya. "Apa ada yang perlu hamba bantu?" tawar Eliana.


Raja Gerald belum menjawab, ia masih berdiri sambil menatap bayi Kevin yang sudah pulas.


"Apa Yang Mulia sudah mandi?" tanya Eliana karena melihat punggung lebar Sang Raja yang masih kesat.


Raja Gerald pun berbalik. "Justru itu, aku mau mengajakmu mandi!" ujarnya sambil menggendong tubuh Eliana tanpa aba-aba.


*


Ada part yang aku lewat ya ....


Biasa ... part yang 'Itu' tuuh! Karena sekarang lagi puasa, aku nggak akan up part yang itu sekarang ya.

__ADS_1


Nanti setelah puasa, mungkin akan aku up.


Makanya, follow ig ku (@kak.ofa), biar kalian nggak ketinggalan kayak cerita yang kemarin.


__ADS_2