Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Royal Wedding


__ADS_3

Layaknya pernikahan Raja pada umunya, pernikahan Raja Gerald dan Ratu Eliana, merupakan pernikahan kelas atas yang termasuk sebagai Royal Wedding.


Taman istana yang sebelumnya sudah sangat cantik, disulap menjadi sebuah arena yang sangat menakjubkan. Meja-meja panjang dengan kain putih yang menyelimutinya, rangkaian bunga menghias sepanjang sisi-sisinya, lalu candle holder yang telah terpasang dengan cantik berjajar rapi.


Pilar-pilar dipasang, dengan rangkaian bunga-bunga putih melilit di sekujurnya. Karpet merah telah dipasang, dengan kursi-kursi berwarna keemasan.


“Bagaimana? Kau sudah siap, sepupu?” tanya putri Estelle pada Eliana.


Eliana melihat pantulan dirinya dalam cermin, rambut yang ditata sederhana menggunakan model half crown bride sangat mewakili kepribadiannya. Make up yang tidak terlalu tebal, memperlihatkan kecantikan natural dari sepupu putri Estelle tersebut.


Eliana mengangguk mengiyakan pertanyaan putri Estelle. Wanita itu melihat bahwa dirinya sendiri sudah cukup siap untuk melewati hari sakral yang penuh bahagia ini. Beruntungnya pula, Eliana tidak muntah-muntah pagi ini. Mungkin karena sang bayi merasa bahagia jika ayah dan ibunya segera menikah.


“Gaun ini cantik sekali,” ujar Putri Estelle memuji gaun yang dikenakan oleh Eliana.

__ADS_1


“Gaun ini adalah hadiah dari ibu suri Paula.” Eliana menjawab seraya mengangkat sedikit bagian gaun itu hingga memperlihatkan sedikit betis jenjangnya.


“Wah, kau benar-benar memiliki aura seorang ratu,” puji putri Estelle sekali lagi. Ia tak henti-hentinya memuji kecantikan Eliana hari ini.


Dini hari tadi, rombongan dari istana Noirland tiba di bandara Raisilian untuk menghadiri acara pernikahan raja Gerald dan Eliana. Hanya putri Estelle dan ibu suri, neneknya yang hadir. Sementara itu Ratu Allura dipercaya untuk menetap di istana sebagai perwakilan karena yang lainnya pergi. Lagipula tampuk kekuasaan belum berpindah pada siapapun, sehingga Ratu Allura masih punya kewajiban untuk memimpin Noirland.


Sejak datang hingga sekarang, Putri Estelle sama sekali belum istirahat. Ia langsung menuju ke tempat Eliana dirias, lalu berdandan karena ia juga akan menjadi seorang maid of honor Eliana hari ini, seorang pengiring pengantin wanita kehormatan.


“Putri terlalu memuji, yang lebih cantik justru dirimu. Bukankah kau adalah calon Yang Mulia di kerajaan Yorksland?” goda Eliana sambil melirik pada putri Estelle.


Alhasil hal tersebut membuat Eliana tertawa melihatnya.


“Maaf,” ucap Eliana sambil masih tertawa.

__ADS_1


“Yang Mulia, anda sudah ditunggu untuk pemberkatan. Para pemimpin adat dan juga hakim kerajaan sudah datang, mari saya bantu untuk bersiap.” Seorang dayang datang lalu membantu Eliana merapikan gaunnya.


Karena keduanya sudah tidak memiliki ayah, maka dari itu, Joseph yang merupakan adik Louis selaku paman Eliana yang akan mendampingi Eliana dan menyerahkan pada sang raja.


Para putri yang menjadi penggiring pengantin berjajar di belakang. Tentu saja putri Estelle ada di bagian paling depan, dan membawa sebuket bunga.


Pada awalnya, Eliana hanya merasa biasa saja. Namun semakin dekat dengan altar pernikahan Eliana semakin gugup. Pernikahan ini akan berbeda dengan pernikahan biasanya, selain ia mengucap janji suci dengan pasangan yang akan dipimpin oleh pemimpin adat, Eliana juga akan dinobatkan menjadi seorang ratu. Hakim akan meresmikan hubungan mereka yang secara otomatis menjadi pengakuan seorang ‘Ratu Eliana’.


*


Bersambung …


Maaf ya, pagi ini satu dulu. Masuk angin maak…

__ADS_1


 


 


__ADS_2