
Pada akhirnya, rombongan mereka pun sampai di wilayah Arshville.
Kedatangan mereka sungguh menarik perhatian, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
Apalagi bagi pemerintah daerah setempat. Mereka betul-betul kaget dengan kedatangan Yang Mulia Raja ke daerahnya.
"Kenapa Arshville yang sekarang begitu berbeda dengan Arshville yang dulu kulihat?" Eliana menggumam sambil berjalan di samping sang Raja.
"Waktu akan terus berlalu, Eliana. Setiap tempat pasti akan mengikuti perkembangan zaman," sahut Yang Mulia Raja.
"Emmm, ya ... memang seperti itu, aku juga tau. Tapi ... maksudku, tidak seindah yang aku lihat dulu." Eliana menjelaskan maksudnya, jika perubahan yang dilihat dari Arshville, adalah sesuatu yang menjadi lebih negatif.
__ADS_1
"Tidak seindah dulu? Memang dulu seperti apa?" tanya Sang Raja.
"Apa dulu Yang Mulia tidak pernah berkunjung ke Arshville?"
Sang Raja mengernyit. "Emmh, aku hanya mengunjungi tempat yang ingin kukunjungi saja.Waktu itu, aku, kan, bukan seorang raja. Jadi aku tidak punya kewajiban untul berkunjung ke setiap daerah," jawab sang Raja lagi.
"Dulu aku mengenal Arshville sebagai daerah yang sangat subur dan melimpah oleh hasil bumi. Para petani di sini sangat cerdas dalam mengelola tanaman. Mereka banyak melakukan inovasi pada setiap tumbuh-tumbuhan. Ibuku sangat menyukainya, dia sering membawa pulang berbagai macam bibit tanaman untuk ditanam di rumah, hasilnya tidak pernah mengecewakan. Tapi sekarang ...." Eliana melihat pada jajaran rumah-rumah yang ia lewati.
"Kenapa?"
"Gersang bagaimana? Eliana kau belum melihat kebun-kebun milik mereka. Di kebun mereka tumbuh subur tanaman-tanaman. Mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, palawija, dan banyak lagi. Kalau seperti ini, menurutku Arshville tidak bisa dikatakan gersang," sanggah sang Raja.
__ADS_1
"Ah, Yang Mulia tidak mengerti rupanya. Bagaimana ya, aku mengilustrasikannya?" Eliana berjalan sambil mengetuk-ngetuk bibirnya.
"Nanti bisa kau lihat sendiri, bagaimana kondisi kebun rakyat Arshville. Kau akan takjub melihatnya! Sekarang kita berjalan menuju ke sana," ajak sang Raja.
Mereka bertiga berjalan dengan iring-iringan pengawal. Beberapa orang warga yang kebetulan melihat sang Raja langsung membungkuk begitu mengetahui sang Raja akan lewat. Bahkan ada yang sejak dari jauh, telah memberi hormat pada sang Raja.
Tentu saja kunjungan Sang Raja ini menarik perhatian bagi warga Arshville, sehingga semakin jauh sang Raja berjalan, semakin padat dan ramai warga yang menyambutnya. Pengawalan pun semakin ketat untuk melindungi sang raja.
"Di area ujung jalan yang kita lalui ini, ada pusat perkebunan Arshville. Eliana, kau bisa nilai sendiri, apakah Arshville termasuk yang subur atau gersang?" ucap sang raja seraya tersenyum dan menaik-naikkan alisnya.
Eliana terdiam. Padahal yang dimaksud olehnya bukanlah gersang karena kekurangan air dan kerontang. Melainkan gersang karena pemandangan yang dilihatnya tidak sehijau saat dulu ia berkunjung ke mari.
__ADS_1
Jika dulu segala jenis tumbuh-tumbuhan ada di mana-mana, bahkan di depan rumah warga pun penuh dengan tanaman, sekarang hanya ada rumput atau teras yang sudah ditutup dengan paving atau semen. Tidak ada tanaman TOGA, tidak ada tanaman hias, yang ada hanya bunga-bunga sintetis menggantung dari langit-langit rumah warga.
"Yang Mulia, kenapa anda berkunjung ke mari tanpa kabar sedikit pun. Sungguh menjadi kehormatan bagi kami untuk memberikan penyambutan," ujar perdana menteri Arshville yang sengaja menemui sang Raja di tengah perjalanan menuju ke pusat perkebunan.