Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Menjadi Ibu Menyusui Sungguhan


__ADS_3

"Yang Mulia, utusan dari kerajaan Noirland mengirimkan pesan melalui surat elektronik. Di dalamnya menyatakan, bahwa Raja Noirland batal berkunjung ke Raisilian karena bagian barat dari wilayah kerajaan Noirland terkena bencana longsor yang cukup parah," Antony mengatakan isi dari surel yang baru saja diterima.


Sementara itu, Raja Gerald yang sedang memeriksa dokumen perbelanjaan negara menghentikan aktifitasnya.


"Longsor lagi?" tanya Gerald.


"Betul, Yang Mulia. Tepatnya pukul dua dini hari tadi, bencana itu terjadi di kerajaan Noirland." Antony menjelaskan. "Raja Noirland sudah mempersiapkan keberangkatan, namun terpaksa ia harus mengurungkannya dan langsung bertandang ke daerah yang tertimpa bencana."


"Bukankah kerajaan mereka juga tertimpa longsor bersamaan dengan longsor di Swuizlan?" tanya Gerald lagi.


"Itu betul, Yang Mulia. Apa untuk bencana kali ini, kerajaan kita akan ikut andil memberi bantuan?"


"Mari kita lihat dulu perkembangan bencana ini, Noirland adalah kerajaan besar. Aku yakin mereka bisa mengatasi ini sendiri. Namun bila bencana makin parah, kita akan siapkan bala bantuan dari Raisilian."


Apa yang dikatakan memang ada benarnya. Dibanding Raisilian, Noirland memiliki banyak sumber mineral dan pertambangan batu bara yang dapat menyejahterakan Noirland.


Namun sayangnya, Noirland selalu mengandalkan teknologi dari kerajaan lain untuk menambang semua sumber daya tersebut. Termasuk teknologi dari Raisilian, dimana Raisilian adalah kerajaan tempat lahirnya ilmuwan-ilmuwan berbakat.


"Tak apa, kalau begitu ... mari kita lakukan rencana selanjutnya!" Gerald beranjak dari tempatnya.


"Rencana?" gumam Antony.

__ADS_1


"Kau lupa? Bukankah kita berencana untuk mencari dokter laktasi bagi Eli?"


"Tapi ... Yang Mulia, kita belum mendapat persetujuan apa-apa dari Nona Eli. Bagaimana kalau gadis itu menolak?" saran Antony.


"Eli tidak akan menolak. Dengan dia berinisiatif menyusui bayi Kevin, itu artinya dia siap menjadi ibu susu bagi Kevin. Apa aku salah?" Gerald mengelak saran dari penasihatnya.


"Tidak, Yang Mulia." Pada akhirnya, Raja yang selalu benar. Antony menghela napasnya.


"Ya sudah, kalau begitu cepat datangkan sekarang!"


Raja Gerald langsung pergi dari tempatnya meninggalkan Antony.


"Aku akan beristirahat. Raja Noirland tidak jadi mengadakan pertemuan. Kalian jangan menggangguku!" ujar Raja Gerald sambil berjalan menuju ke kamarnya, ke tempat Eli berada. Entah mengapa kali ini, Raja Gerald sangat tidak sabar ingin bertemu dengan Eliana.


Sementara itu di kamar, Eliana sudah membereskan kembali sisa-sisa ia makan. Namun pelayan meninggalkan vitamin-vitamin di atas nakas tempat perlengkapan bayi Kevin.


Eliana ingin protes, untuk apa vitamin-vitamin itu sebenarnya? Namun tak satu pun pelayan menjawab.


Kini gadis itu sedang bersama bayi Kevin. Bayi itu kini senang sekali melihat warna-warna yang mencolok.


"Ini warna merah," tunjuk Eli sambil Memainkan gantungan pernak-pernik berwarna-warni dan menimbulkan bunyi.

__ADS_1


Krincing krincing krincing


Eliana menggoyangkan mainan gantung itu hingg bayi Kevin tertawa kencang.


"Gimana ... kamu suka bunyinya?" tanya Eli.


Cklek


Pintu kamar Raja dibuka oleh pengawal yang berdiri di luar pintu.


"Silakan yang Mulia!" ujar pengawal tersebut sambil membungkukkan badannya.


"Yang Mulia, sudah kembali?" gumam Eli sambil menengok ke arah pintu.


Gadis itu pun bergegas berdiri dan membungkukkan badannya.


Raja Gerald menghampirinya, ia melihat sesuatu di bagian dada Eliana. Masih terbayang ketika bongkahan itu dikeluarkan oleh pemiliknya hingga pucuk ranumnya menyembul ke luar.


Eliana menjadi salah tingkah. Kenapa Raja menatapku begitu?


"Anu ... eem ... Eliana, sepertinya bayi Kevin ingin menyusu langsung padamu. Aku akan memberi bayaran yang tinggi jika kau bersedia."

__ADS_1


__ADS_2